February 6, 2010
Kunjungan balasan ke blog miphz yang bermula dari komentarnya di blog ini menyadarkan saya akan sesuatu. Opini penulis mengenai konflik yang dipaparkan dengan apik, berujung pada sebuah ayat Al-Qur’an berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olokkan perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
[QS Al-Hujurat (49): 11, diambil dari terjemahan Mushaf Al Mumtaaz, diterbitkan Mumtaaz Media Islami]
Saya kemudian tersadar bahwa Allah dalam ayat tersebut memberikan penekanan pada wanita. Sebagai desainer dan programmer manusia, sesungguhnya Dia adalah yang pertama tahu bagaimana kodrat seorang wanita, termasuk tentang kedekatannya dengan gosip. Ketika manusia dengan peradabannya membentuk sebuah stereotype “wanita identik dengan gosip”, sebenarnya Allah sudah mengingatkan jauh-jauh hari sebelumnya. Makanya, nggak salah kalo ada yang bilang ‘hus, ngegosip aja…dosa lho!’. Ternyata ‘dosa’ dalam hal ini tidak hanya bersifat normatif secara moralitas saja, tetapi juga secara agamis.
Keep reading →
-6.877809
107.619403
January 20, 2010
Tulisan ini saya ambil dari pengalaman melihat beberapa presentasi di seminar teman, mendengar cerita seminar teman, dan menjalani seminar sendiri. Seminar tugas akhir atau skripsi merupakan satu ‘proses’ yang harus dilewati oleh seluruh mahasiswa di universitas mana pun sebagai satu syarat kelulusan sarjana. Terlepas dari perbedaan istilah dan tahapannya (ada yang langsung sidang, ada yang seminar itu sama dengan sidang, dsb.), tips ini bersifat umum untuk bekal awal performa Anda saat presentasi.
Slide presentasi
- Pilih template yang sesuai tema topik yang dibawakan. Jika sulit menemukannya, edit sedikit template yang ada dengan Photoshop, dsb. Ambil screenshot-nya (lebih baik pas lagi slide show jadi resolusinya besar), satu halaman cover dan satu halaman isi, lalu tambahkan gambar yang nyambung dengan topik. Perhatian: jangan menjadikan gambar sebagai background, walaupun dengan transparansi, ini akan mengganggu fokus penonton terhadap isi presentasi Anda
- Jangan memindahkan isi laporan ke slide Anda. Hindari kalimat-kalimat, gunakan poin-poin (bullets and numbering), skema-skema, dan gambar-gambar. Guru saya pernah mengatakan bahwa idealnya bahkan satu slide hanya diisi maksimal 36 kata
- Dalam konteks serius seperti seminar, sepertinya tidak perlu banyak animasi atau efek tulisan, kecuali Anda butuh penekanan pada beberapa poin. Jika slide Anda cenderung membosankan, animasi saat pergantian slide masih boleh lah dilakukan…
- Pilih warna huruf yang standar saja, hitam atau putih, dan jangan terlalu banyak menggunakan kombinasi warna dalam satu slide. Dari punya teman-teman saya, saya simpulkan bahwa pilihan-pilihan di bawah ini cukup bagus:
a. Huruf hitam+latar putih+sedikit motif atau gambar di bagian atas atau bawah slide
b. Huruf hitam+latar putih+bingkai atau gambar tepi
c. Huruf putih+latar gelap polos+bagian judul warna latar atau huruf beda dengan isi
d. Huruf putih+latar gelap bertekstur+bagian judul tidak bertekstur
- Pilih juga bentuk huruf yang standar, jangan aneh-aneh. Saran: TNR, Arial, Calibri, Tahoma, Trebuchet. Seorang teman saya menggunakan bentuk huruf agak berbeda yang ternyata spasi antarkata-nya tidak terlalu terlihat. Ini tentu bukan ide yang bagus…
- Urutan penyajian materi yang dipresentasikan tidak harus sama dengan isi laporan. Anda dapat mengubahnya sesuai alur yang ingin Anda bawa dalam presentasi tersebut. Ingat! Anda adalah bintang utama yang akan mempermainkan emosi penonton, jadi skenario ada di tangan Anda
*
- Siapkan potongan gambar-gambar yang Anda tampilkan untuk zoom in sehingga seluruh bagian gambar dapat ditangkap oleh penonton. Jika Anda menggunakan Ubuntu, Anda dapat memanfaatkan fasilitas compiz dengan menekan tombol
super (windows logo)+scroll
- Jika waktu masih tersisa, tampilkan materi-materi lain yang kira-kira akan ditanyakan penonton. Lebih baik menyuguhkan dulu sebelum ditodong kan
- Latihan dulu untuk mengira-ngira ketepatan waktu. Tidak lucu kalo presentasi Anda harus dipotong.

-6.877809
107.619403
January 14, 2010
Berawal dari ego pribadi, hari ini akhirnya saya sampai juga ke Mizan bersama “keluarga” kedua saya, Keluarga Mahasiswa Islam ITB (kalo saya sudah menikah mungkin akan jadi keluarga ketiga saya
). Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit (baca: termasuk waktu untuk nyasar -.-), tibalah saya ke Jalan Cinambo yang dari perempatan Cinambo-Panghegar tampak tidak meyakinkan sebagai sebuah jalan dengan kantor penerbit se-wow Mizan. Jalannya kecil, pinggirnya sawah yang sedang digenangi air macam lumpur Lapindo, suasana mirip pula dengan pedesaan karena udaranya begitu segar. Rupanya benar. Di sanalah terletak kantor Mizan Publishing House dan Mizan Distribusi, serta MGS (maaf lupa singkatannya), yakni gedung percetakannya.
Sempat nyasar (lagi) ke Mizan Distribusi sebelum akhirnya saya diarahkan satpam ke bagian penerbitan, persis di seberangnya. Gedungnya lebih mirip kaya rumah ketimbang kantor. Ruang tamunya pun, lah kok kaya lagi maen ke rumah siapa gitu…, hehe. Beberapa menit pembukaan singkat dari seorang pemuda *halah*, acara dilanjutkan presentasi dari pak Hernowo. Mungkin lebih tepat disebut sharing dan bedah buku ya daripada presentasi (ampuuun, Pak
). Tapi justru sukses membuat suasana jadi rileks dan akrab. Inspirasi pun mengalir deras. Luar biasa, rupanya pengalaman pak Hernowo bercengkrama dengan buku-buku di Mizan selama puluhan tahun (sejak 1984) telah menempanya menjadi orang yang bijak dan “kaya”.

Keep reading →
-6.877809
107.619403