[Dorama Review] Ashita, Mama ga Inai

I’ve done watching this dorama three days ago: 明日、ママがいない (Ashita, Mama ga inai / Tomorrow, Mama won’t be here), another touching “dorama”, recommended for parents to be, reminded me that being mother (or father) is a honor, so take its responsibility seriously the best we can or someone else will replace our role. As usual, I always love Japanese dramas for those abundant words of wisdom. This time I was hooked on one below. It may sound controversial, but somehow the quote

「事実の親と真実の親は違うんです!」- Jijitsu no oya to shinjitsu no oya wa chigaun desu – “Parent who give a birth (factual parent) and the real parent is different”

has made me think deeply, that in fact some parents are absent or unable to take care of their child/children, while there are couples still struggling to have child on their own. Since learning and practicing parenthood is a never ending journey, hope we can be both jijitsu and shinjitsu parent.

I watched the full series here (English sub): www.gooddrama.net/japanese-drama/ashita-mama-ga-inai. Make sure your browser has flash plug-in enabled. Prepare plenty of tissues and enjoy!

Read the full post »

[Diary Haji] Hari #8 – Wukuf di Arafah

Senin, 14 Oktober 2013 (8 Dzulhijjah 1434H)
Sambungan dari cerita hari ke-7: [Diary Haji] Hari #7 – Hari Tarwiyah di Mina

Gambaran Arafah

Hari ini pasti jadi salah satu hari paling sakral dalam hidup seorang muslim selain mungkin err.. hari pernikahannya? harinya masuk Islam bagi yang mualaf? Buat saya sampai detik menjelang wukuf ini ijab qabul masih menjadi momen tersakral. Hehehe. Ya, wukuf di Arafah menjadi syarat mutlak sahnya haji seseorang dalam kondisi apa pun dia, baik yang sehat dan segar bugar maupun yang sakit keras dan hanya bisa berbaring, semua diwajibkan untuk pergi ke padang Arafah melaksanakan wukuf. Banyak muslim menggambarkan padang Arafah seperti miniatur padang mahsyar di hari akhir kelak dan begitu pula bayangan saya ketika kami ziyarah ke Jabal Rahmah yang terletak di salah satu sisi Arafah. Dari puncak bukit yang konon tempat bertemunya Adam as. dan Hawa itu, sepanjang mata memandang hanyalah tampak hamparan padang pasir berbatu dengan terik matahari yang luar biasa. Saat itu sudah dua hari sebelum masa haji dimulai dan dari sisi sana belum tampak adanya tenda-tenda untuk jemaah wukuf yang dipasang. Terbayang betapa miripnya ketika daerah itu terisi lautan manusia. Mengingat wukuf 9 Dhulhijjah ini merupakan agenda terpenting selama haji, maka jemaah perlu berusaha optimal agar tidak sakit.

Sesuai rencana, rombongan kami bertolak ke Arafah selepas ibadah Subuh. Kesibukan mengantri kamar kecil (lagi-lagi..) dan mempersiapkan bawaan menyita perhatian kami sehingga “roti cane Mina” yang rencananya mau dibeli pagi ini dan dibawa ke Arafah terpaksa harus dilupakan dulu :neutral:Tidak ada jatah sarapan pagi ini di Mina, jadi jemaah hanya mencukupkan isi perut dengan makanan yang ada di tas masing-masing. Saya sendiri selalu kelebihan jatah biskuit yang kerap diberikan secara cuma-cuma sejak di Mekkah hingga Mina oleh para dermawan atau memang disediakan panitia. Yang sering jadi problema justru minuman.. hehe. Tahu kan ya kalo udara panas biasanya lebih haus berkali-kali lipat daripada lapar. Itulah sebabnya saya menyarankan calon jemaah untuk bawa botol minum yang gede, kalo perlu kapasitasnya minimal satu liter biar nggak khawatir kehausan meski kehabisan air mineral botolan atau jus buah kotakan :grin:. Ngomong-ngomong, saya juga bawa banyak stok kurma yang menurut manasik haji di Indonesia mampu mengawetkan wudhu alias menjaga agar jarang kentut. Gimana ya itu penjelasan ilmiahnya? kebetulan saya belum pernah cari, dulu percaya-percaya aja, dan mungkin karena sugesti jadi beneran kalo makan kurma nggak gampang brat brut :mrgreen:. The power of belief! Read the full post »

[Diary Haji] Daftar Bawaan dan Persiapan Sebelum Berangkat

Tak terasa musim haji sebentar lagi kembali hadir. Saya kembali diingatkan untuk melanjutkan sharing tentang haji dari Jepang yang baru selesai 6 per 15 hari :D Tolong maafkan kemalasan saya.. sebelum lanjut ke hari berikutnya (semoga sampai tamat, aamiin) berikut saya bagi daftar bawaan haji dulu barangkali calon jemaah tahun ini butuh referensi.

Pertama-tama, jika Anda pergi dengan pasangan atau anak, pastikan dulu bagaimana nanti tempat tidurnya apakah bersamaan atau terpisah. Pengalaman saya kemarin agak salah strategi karena kami maunya bawa koper yang siap hilang (ini sekaligus dipesan oleh penanggung jawab rombongan) :D dan kebetulan koper yang seperti itu di rumah kami berukuran besar, jadi barang saya dan suami digabung ke koper tersebut. Hal ini cukup merepotkan selama di penginapan yang terpisah ikhwan vs akhwat. Saya harus switch items koper besar itu dengan koper ukuran kabin agar barang-barang suami bisa dibawa ke kamarnya. Belajar dari pengalaman itu, “Packing”  menurut saya merupakan salah satu aplikasi traveling yang bagus sekali karena sudah menyertakan kolom person dan bag. Sebenarnya saya juga pakai aplikasi ini, tapi waktu packing tetep nggak disusun menurut person (kepemilikan barang) :D

Ini dia gambaran isi aplikasinya… didalamnya sudah ada daftar kategori, jenis, dan nama barangnya, jadi kita tinggal pilih dan menambahkan yang belum ada di daftar aja (atau mengeditnya, misal dari “watch” jadi “arloji”). Sangat membantu, kan?

Gambaran aplikasi Packing dari App Store

Gambaran aplikasi Packing dari App Store

Read the full post »

Change, We Support!

Saya sebenarnya udah moved on dari presiden-presidenan sejak awal bulan ini selain karena sibuk pindahan, ya semuanya saya anggap udah beres. Hanya ada sebagian kecil aja yang masih ngajak ribut, jumlahnya paling tidak sampai 10% penduduk Indonesia :mrgreen:. Akan tetapi, belakangan ini rupanya timeline saya ramai lagi.. kebijakan biasa sih, cuma karena presidennya orang baru yang sebelumnya banyak haters-nya, jadi pada semangat nge-buli :P

Bahasa Inggris dihapus protes, subsidi BBM dihapus protes juga.. kalo di Amrik semangatnya udah “Change, We Can!”, di Indonesia mau “Change, We Support!” aja susahnya minta ampun. Memang yang namanya perubahan itu wajar kalo di awal bikin ‘sakit’. Ibaratnya kaya kita diet, pasti nggak enak bingits makannya jadi dibatasin, tapi kan dengan mengubah pola makan kita itu ada tujuannya, misal biar lebih kurus, lebih gemuk, lebih sehat, dsb., daaan kalo itu udah tercapai, wow manfaatnya lebih besar daripada sebelum berubah. Kalo tetap ingin merasa nyaman dan aman, para tokoh inspiratif yang ilmu / karyanya itu tak perlu bersusah payah mengadakan perubahan untuk dirinya hingga akhirnya ia bisa mengubah peradaban.

Pernah nggak bikin revolusi tahun baru yang rada ekstrim terus dijalanin? Bersyukurlah kalo cuma hati kita yang protes karena bukan tak mungkin orang di sekitar kita ikut bereaksi, padahal itu baru buat diri sendiri ya? Apalagi kalo benerin sistem yang udah lama nggak bener buat mecahin masalah bangsa yang puluhan tahun nggak terselesaikan dan berdampak ke manusia senegara.. wuih, salut lah kalo ada orang yang ngebeeet banget jadi presiden (uhukk..).

Read the full post »

Pilihan Saya untuk Sembilan Juli

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Sabtu lalu, sore-sore pas lagi rehat dari kerjaan rumah, iseng-iseng saya menyiapkan status pasca pilpres tanggal 9 Juli nanti. Isinya tentang alasan-alasan saya menjatuhkan pilihan ke salah satu pasang calon, dibuat santai dan nggak ilmiah, tak lebih dari pendapat pribadi yang dibumbui sedikit tanggapan terhadap hiruk-pikuk berita di luar sana. Because it would be one of big decisions in my life, I think I need to force myself to be able to clearly explain my considerations. Namun kemudian, di hari berikutnya, suasana politik yang makin memanas nampaknya memicu orang untuk melempar topik tentang pilpres. Sedikitnya dua grup WA yang saya ikuti kompakan membahasnya, padahal latar belakang anggotanya beda. Saya sempat terlibat obrolan di keduanya dan pada akhirnya keluar juga pertanyaan itu ke saya dari beberapa teman, “Ega kenapa pilih Jokowi?”. Pertanyaan ini wajar karena datang dari grup yang bisa ditebak mayoritas anggotanya akan memilih calon satunya.

Aslinya saya malas jawab karena di statemen-statemen sebelumnya secara implisit sudah saya ungkapkan, terlebih saya dicap tendensius ketika balik mengomentari calon satunya. Hehe :mrgreen:. Misalnya saat saya bilang sulit mencari ulasan tentang kiprah Prabowo dewasa ini, tim kampanyenya sibuk di posisi ofensif, jadi lebih susah membandingkan antara yang sudah kelihatan kerjanya dengan yang masih pemberi harapan. Meskipun sepertinya itu fakta, tetap aja saya dibilang tendendius, padahal sih sebagai non-incumbent, wajar kan kalo demand informasi terhadapnya lebih besar. Sayangnya sejauh ini, media justru masih didominasi oleh JKW dan JK, baik yang positif maupun negatif. Media yang saya akses aja kali ya, nggak tahu kalo orang lain. Eh, tapi kalo ada artikel soal pak PS baca juga, apalagi jaringan pertemanan saya banyak yang dukung beliau. Hanya saja kebanyakan dibuat baru-baru ini dan masih berwarna cerita masa lalu, karakter yang dipuji pendukungnya, harapan terhadap karakter itu, berita terhadap momen-momen khusus, ide-idenya, hmm.. apa lagi ya? Pokoknya faktor-faktor yang bagi saya masih sulit diukur, sedangkan saya udah mantengin JKW dan JK sejak zaman masih pada ganteng (halah.. bo’ong bingits, emang pernah ganteng? :D). Mending kunjungi sendiri lapak-lapak di bawah ini deh biar bisa bandingin sendiri kontennya.

Jokowi (CV) – JK (CV) | Visi misi

Facebook Page: https://www.facebook.com/pages/Jokowi-JK-Indonesia-Hebat/1396341707314175
Facebook Page Jokowi: https://www.facebook.com/IndonesiaHebatJokowi
Situs personal Jokowi: nggak ada, adanya dari para relawan http://www.jokowicenter.com/ dan http://gerakcepat.com/
Twitter Jokowi: https://twitter.com/Jokowi_do2

Prabowo (CV) – Hatta (CV) | Visi misi

Facebook Page: https://www.facebook.com/pages/Prabowo-Hatta/296890447147227
Facebook Page Prabowo: https://www.facebook.com/PrabowoSubianto
Situs personal Prabowo: http://prabowosubianto.web.id
Twitter Prabowo: https://twitter.com/Prabowo08

Kembali ke topik capres pilihan :razz:

Read the full post »

Cerita Rasulullah SAW tentang Sebuah Perjalanan Malam nan Agung

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[Alquran surat Al-Isra' (Perjalanan Malam)/17 ayat 1]

Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui Isra’ Mi’raj, sebuah peristiwa yang tidak bisa diwujudkan oleh selain-Nya, yang menegaskan bahwa Tiada Tuhan (God) Selain-Nya dan Tiada Penguasa / Raja (Lord) Selain-Nya. Peristiwa itu adalah ketika Dia membawa seorang hamba-Nya, Muhammad, dalam keheningan malam, dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa, sebuah rumah yang disucikan di Yerusalem, tempat asal para Nabi sejak masa Ibrahim Al-Khalil (Al-Khalil = sahabat dekat, kesayangan Allah). Para Nabi dikumpulkan di sana, di Yerusalem, dan Muhammad memimpin mereka dalam hal sembahyang (prayer) di tanah kelahiran mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wa sallam adalah pemimpin paling agung di antara para Nabi. Di sekeliling tanah itu terdapat hasil-hasil pertanian dan buah-buahan yang Allah berkahi agar tampak pada Muhammad tanda-tanda kebesaran-Nya. Read the full post »

Bicaralah tentang Hal ‘Tabu’ pada Anak

Berita paling hangat dua hari ini, terutama bagi kalangan ibu-ibu, apalagi kalo bukan tentang pelecehan seksual yang terjadi pada anak TK di sekolahnya sendiri, yang notabene sekolah mentereng dan dilakukan lebih dari sekali oleh lebih dari seorang petugasnya. Ya, frase-frase yang saya bold itu menunjukkan poin di mana kita harus mengelus dada atas ketidakwajarannya. Jarang-jarang saya menulis tanggapan terhadap berita semacam ini karena tidak tega. Namun, ada satu hal penting yang mendorong saya untuk berbagi di sini, yaitu… (sejujurnya ini sangat sedih diungkapkan) saya juga pernah mengalaminya ketika usia sembilan tahun >_<

Tarik nafas dalam-dalam… hembuskan… fiuh… bismillah, mari kita mulai kupas satu per satu.

Anak TK. Cerita apa yang bisa kita harapkan dari seorang anak TK? Mungkin bisa berupa teman mainnya, pengalaman mainnya, kesan terhadap tokoh film yang ditontonnya, barang yang diinginkannya, kegiatan yang ingin dilakukannya, dan sebagainya yang lebih bersifat kongkrit alias bersifat fisik. Read the full post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers