Manusia: Hakekat, Visi, dan Misinya (bagian 1)

human-missionDalam sebulan belakangan ini, entah kenapa kebetulan materinya sama, sudah tiga kali saya diminta untuk memberikan materi tentang konsep diri manusia dan segala tetek bengeknya ke teman-teman angkatan 2008. Berhubung dari ketiga pertemuan itu saya merasa belum menyampaikan semua hal yang terlintas di otak saya, maka saya ‘membayarnya’ dengan menulis di sini. Tentu saja dalam mendalami skenario materi ini saya juga mencomot bahasan dari berbagai sumber. Nah, biar hasil ‘eksplorasi’ saya juga nggak sia-sia karena cuma didengar segelintir orang saja, saya ceritain saja ya di sini :D

I’m sorry to say that I wanna talk about this case in my religion’s frame.*

Manusia pada hakekatnya adalah makhluk Tuhan, artinya diciptakan oleh Tuhan dan memiliki tujuan dari penciptaan tersebut. Bukti bahwa manusia diciptakan bisa dicek di Alquran surat Ali Imran ayat 59.

Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah sesuatu itu.

Jadi, teori Darwin bahwa segala sesuatu itu ada dengan sendirinya dari hasil evolusi sesuatu yang lain setahap demi setahap sebenarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jika Anda punya cukup banyak waktu, bahasan lengkap tentang hal ini dapat Anda baca dari karya Harun Yahya yang berjudul Keruntuhan Teori Evolusi (download saja di sini). Dalam tulisan tersebut dijelaskan tentang sebuah analogi yang terkenal sebagai berikut:

Seorang ahli astronomi dan matematika dari Inggris, Sir Fred Hoyle, membuat perbandingan serupa dalam salah satu wawacaranya dalam majalah Nature edisi 12 November 1981. Meskipun seorang evolusionis, Hoyle menyatakan bahwa kemungkinan makhluk hidup tingkat tinggi muncul secara kebetulan adalah sama dengan kemungkinan sebuah Boeing 747 terakit dengan material dari tempat penampungan barang rongsokan yang disapu tornado. Ini berarti bahwa sel tidak mungkin muncul secara kebetulan, jadi sudah pasti sel itu “diciptakan”.

(Read More)

Ubuntu Portable

penguin-versus-jendelaSudah pernah mencoba Ubuntu Portable? Kalo Anda ingin bermain sistem operasi gratisan ini tapi belum siap meninggalkan Windows Anda beserta program-programnya, aplikasi ini bisa jadi satu pilihan yang bijak. Ubuntu Portable adalah satu lagi bukti bahwa mazhab open source selalu bisa ‘berdamai’ dengan produk propietari. Setelah pengembangan OpenOffice yang kini sudah dapat membuka file berformat docx, Virtual Box terbarunya yang bisa lincah menjalankan Visual Studio 2008, Wine yang terus bertambah kompatibilitasnya terhadap software-software Windows, dan sebagainya, pengembang open source pun menggebrak dunia dengan sistem operasi yang dapat dijalankan sebagaimana halnya aplikasi berjalan di atas sistem operasi lainnya, tanpa mesin virtual maupun ‘framework’ lain!

Anda pun tidak perlu membuat komputer Anda menjadi dual boot, menginstall VMWare, memasukkan CD Live Ubuntu, atau cara ‘repot’ lainnya. Cukup menginstall master Ubuntu Portable seperti Anda melakukannya terhadap software yang biasa Anda akses dari menu Start di Windows.

(Read More)

Kiamat 2012

talkshow-kiamat2012

Talkshow 2012, Mengungkap Fakta Ilmiah di Balik Isu Kiamat 2012

Hari Minggu lalu, di tengah ‘kesibukan’ menikmati hari-hari terakhir kebebasan sebelum KP (baca: Kerja Praktek), saya menyempatkan diri datang ke acara talk show Himastron (Himpunan Mahasiswa Teknik Astronomi) ITB berjudul “Talk Show 2012, Mengungkap Fakta Ilmiah di Balik Isu Kiamat 2012″. Kalo saya bilang sih, mereka pintar juga membidik pasarnya dengan mengangkat tema yang lagi hot dan pasti bikin penasaran banyak orang. Maka, ketika saya masuk ke Aula Timur tempat digelarnya acara tersebut, saya cukup surprised juga melihat ramainya peserta talk show. Tiga pembicara yang hadir semuanya alumni Astronomi ITB:

1. Widya Sawitar (Planetarium Jakarta)

yang kebagian ngomong-ngomong tentang sejarah plus sedikit pengetahuan dasar astronomi biar penonton nggak bengong

2. Budi Dermawan (Staf Pengajar Astronomi ITB)

yang kebagian menjelaskan tentang tata surya, jagad raya, dan planet atau benda-benda langit lain yang selama ini ‘dituduh’ sebagai penyebab kiamat 2012

3. Clara Y.Yatini (Lapan Bandung)

yang harus menjelaskan banyak tentang matahari dan segala jenis aktivitasnya
Sedikit ulasan dari talk show tersebut saya tuliskan di sini. Sebelumnya saya jelaskan bahwa ketiga pembicara masing-masing membahas penyebab munculnya isu kiamat tiga tahun lagi tersebut sesuai bidang yang sudah saya jelaskan di atas.

Kalo sebelum talk show si moderator berbasa-basi dengan menceritakan film KNOWING yang menggambarkan dahsyatnya bencana di bumi akibat aktivitas matahari, di sini saya juga mau kasih review sedikit tentang isu kiamat 2012 sebelum cerita isi talk show-nya :D

(Read More)

Next Page »