Family in Marumo’s Perspective

I know this post is the third time I talk about this drama, but it is very recommended indeed. I finished watching this drama last Tuesday and took some screen shots with nice quotes. Here is one of them:

Marumo no Okite's last episode scene: Mamoru is recalling when he hug the twins Kaoru and Tomoki after getting surprising gold medal from them

Marumo no Okite's last episode scene: Mamoru is recalling something (sorry I forget what scene it is -.-)

Marumo no Okite's last episode scene: Mamoru is recalling when the twins Kaoru and Tomoki celebrated their birthday

Yes, that’s how Marumo defines a family. Nice, deshou? :smile:
FYI, the drama entitled “Marumo no Okite” and was released last year in Fuji TV, but you can find many streaming media of it with english subtitle. Mamoru is original name of main character, but he is called as Marumo by the twins, whereas okite means rule. Overall, it’s funny, touching, and thoughtful!


Ngomong-ngomong soal Ateis

Buat yang terpanggil dengan judulnya, jangan berprasangka dulu ya sebelum baca sampai selesai :smile: . Saya cuma pengen berbagi tentang kata hati aja di sini. Sebagaimana bernapas yang kita lakukan terus-menerus secara spontan (tidak direncanakan sebelumnya), aktivitas berpikir, bertanya, dan merenungkan sesuatu adalah hal yang lumrah kita lewati kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja. Kadang-kadang, jika “sesuatu” itu telah mengusik kita berkali-kali, kita ingin mencurahkannya kepada yang lain, entah benda atau orang. Di situlah posisi saya dan sesuatu itu bernama ateisme.

Ateis itu.. label untuk orang-orang yang konon tidak percaya Tuhan. Bisa juga tidak mengakui Tuhan. Tuhan itu sendiri yang mana definisinya bagi mereka, saya juga kurang tahu. Mungkin pencipta alam semesta. Mungkin Tuhannya orang Islam. Mungkin matahari, roh leluhur, gunung, dll. yang dipercaya sebagai jelmaan dewa-dewa oleh penganut politeisme. Entahlah.. tapi di mata saya ateis itu tetap punya Tuhan, yakni sesuatu yang disembah, diagung-agungkan, dan menjadi sandaran mereka dalam menjalani hidup. Tiap ateis mungkin punya definisi berbeda-beda atas keyakinannya. Well, kita sebut saja misalnya science a.k.a. ilmu pengetahuan. Soalnya kan kayanya semua yang ada di jagat raya ini bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan dalam kamus orang ateis. Is it true, guys-who-declare-as-atheists?
Continue reading


Writing Tips

I found these old tweets when trying a tweet search engine. A writing-tips note from “Academic Writing” class last term :smile: . Hope it can inspire you!

Instruction: Read from the bottom to the top :mrgreen:

#10 spend time with yourself, just yourself, each you are in the middle of writing, don’t care with others (eg: soc.media) #academicwriting Fri May 20 13:15:11 +0000 2011

#9 be careful with data..you may know how much data has been fabricated in nowadays, so you have to very objective #academicwriting Fri May 20 13:07:59 +0000 2011

#8 if the references you have too many, probably you need to group it based on similarity of topic before summarizing #academicwriting Fri May 20 13:05:10 +0000 2011

#7 researchers must be able to take time for (bagian ini saya missed bgt tp kayanya msh berhub.sm nulis) writing on sheet #academicwriting Fri May 20 13:01:18 +0000 2011

#6 regarding prev. tweet, what happens when you turn on you computer? do you focus on your work? how about FB, Twitter, etc #academicwriting Fri May 20 12:58:43 +0000 2011

#5 don’t rely on computer, writing on the paper will give different effect than typing on wordprocessor #academicwriting Fri May 20 12:54:58 +0000 2011

#4 memorizing source also an important thing, if possible remember about author, title, published time, etc even the pages! #academicwriting Fri May 20 12:51:52 +0000 2011

#3 when you’re reading a paper, you should only adsorbing, not thinking, juat read, then once again.. go to summary note! #academicwriting Fri May 20 12:48:48 +0000 2011

#2 each reference you read, summarize it only in one paragraph..how about data in graphic or table? separate it #academicwriting Fri May 20 12:46:28 +0000 2011

#1 summary is the central point of your research, don’t write too much on your thesis, just simplify vocabulary #academicwriting Fri May 20 12:43:20 +0000 2011

many important things I got from #academicwriting course today, some next tweets are one way in practicing what I learned.. yonde kudasai Fri May 20 12:40:26 +0000 2011

Kazoku..tte, Nakama..tte

Another random post before sleeping..

Tadi saya nanya-nanya tentang tugas ke seorang teman sekelas saya. Surprise sekali dia yang biasanya pendiam di kelas ternyata bisa ngejelasin panjang pake english yang cukup bagus. Saya jadi ingat mantan teman-teman sekelas lainnya dan berpikir kapan kami bisa ketemu lagi kalo kuliah saya benar selesai semester ini. Saya berpisah dengan banyak teman saat masuk semester baru karena mereka mengikuti kelas-kelas yang berbeda, which were mostly taught in Japanese and another campus, dan ini bakal kejadian lagi sekarang.
Continue reading


Mensyukuri Makanan

Suatu hari Rasulullah SAW mengajak Khalid bin Walid ke rumah istrinya yang juga merupakan bibi sahabatnya itu, Maimunah ra. Maimunah menjamu mereka makan dengan lauk daging dhab (sejenis biawak). Melihat makanan terhidang didepannya, Rasulullah segera mengulurkan tangannya ke meja, siap untuk menjamah makanan yang ada. Pada waktu bersamaan, seorang wanita dari balik bilik mengatakan kepada Maimunah agar memberitahukan kepada Rasulullah tentang daging tersebut. Setelah Maimunah menjelaskan bahwa itu daging dhab, Rasulullah serta-merta menarik tangannya kembali. Melihat hal tersebut, Khalid bertanya, “Apakah daging ini haram?”, kemudian beliau menjawab, “Tidak. Hanya saja, daging ini tidak terdapat di antara kaumku, jadi aku tidak berselera memakannya”.

Kisah di atas saya dengar dari radiopengajian.com siang ini. Rasulullah SAW berkata demikian agar tidak menyakiti hati istrinya yang sudah memasak makanan tersebut. Konon, beliau dikenal tidak pernah menghina makanan. Jika ada makanan yang disukainya, beliau memakannya. Sebaliknya jika ada makanan yang tidak disukainya, beliau meninggalkannya. Kalau pun berkomentar, beliau selalu menyampaikannya dengan santun seperti contoh kisah tadi.
Continue reading


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers