Balada Bahasa Indonesia


Zaman sekarang, saya perhatikan bahasa kita semakin aneh-aneh. Kalau saja ada kamus kumpulan perubahan makna kata yang berisi generalisasi, spesialisasi, peyorasi, dan lawannya peyorasi (aduh, saya lupa namanya apa, udah lama nggak belajar bahasa Indonesia), termasuk mungkin plesetan-plesetan, pasti sudah berulang kali terbit revisinya. Kata-kata di bawah ini, contohnya, sudah mengalami pergeseran makna yang signifikan :

Dewa
Orang yang jagoooo banget di bidang tertentu. Tak jarang kehebatan itu sudah dimiliki ketika orang-orang di sekitarnya baru mulai belajar…

Master
Naskah, tulisan, pekerjaan asli seseorang yang dijadikan referensi, dicontek, atau dicopy paste secara massal maupun individual, biasanya malah turun-temurun dari angkatan terdahulu.

Secara
“Nggak heran”, “pantes”, “wajar”, “jelas aja”, “otomatis”, dan istilah lain yang sulit didefinisikan.
Autis
Orang autis adalah orang yang suka secara tiba-tiba, sekonyong-konyong, nggak jelas jluntrungannya, melakukan hal-hal konyol, di luar dugaan, di luar batas kenormalan, pokoknya sangat aneh menurut lingkungannya.

Nyekem
Saya sendiri nggak tau pasti apa artinya…tapi kira-kira semacam memanas-manasi, memprovokasi, memposting sesuatu yang bisa menimbulkan kontroversi di milis, forum, dan sebagainya.

Nyampah
Melakukan sesuatu yang tidak berguna

Stroberi
Pengganti kata-kata tidak senonoh dalam bahasa Jawa (baca : pisuhan halus)

Nubes
Mengerjakan tugas besar. TUgas BESar = TUBES. Serupa dengan “imbuhan-imbuhan modern yang dulunya dianggap tidak lazim sekarang menjadi sangat lazim lainnya”, contohnya ngedepanin, ngasur, ngamar, macar, sampe nge-Linux, ngomlabs, nge-ARC…(walopun beberapa kata yang terakhir ini maksa banget)

…bersambung…
*dibuka kesempatan bagi yang mau menambahkan*

Selain pergeseran-pergeseran makna kata seperti di atas, keanehan bahasa Indonesia yang lain saya temukan di diktat-diktat pemrograman, lirik-lirik lagu, situs-situs internet, judul buku, judul film, dan lain-lain, yaitu : penggunaan bilingual, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, yang setenga-setengah. Padahal kadang-kadang terdengar norak. Pak Rinaldi, salah satu dosen saya di IF, bahkan pernah menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena generasi sekarang yang lebih suka menggunakan bahasa asing dalam memberi nama hasil karyanya ketimbang bahasa Indonesia. Dari beliau juga kami akhirnya belajar memperkaya kosakata bahasa Indonesia yang masih asing di masyarakat, malah lebih banyak yang tahu bahasa asingnya daripada bahasa Indonesianya sendiri. Contohnya :

Sandi lewat = Password
Pranala = Link
Unduh = Download
Lanjar = Linear
Mesin jaja = Vending Machine
Mangkus = Efisien
Aras = Level
Lempang=Straightforward

…dan masih banyak lagi yang lainnya. Ironis memang…sedemikian besarnya pengaruh teknologi sampai kita hampir kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Nah, mulai saat ini, yuk biasakan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar! Sudah cukup lagu kita, makanan khas kita, kesenian kita, kekayaan budaya kita dirampas oleh bangsa lain. Jangan sampai kita kalah dalam hal “mempopulerkan istilah-istilah ilmiah” dalam bahasa Indonesia.

About these ads
Leave a comment

17 Comments

  1. Ada satu lagi kosakata di ITB..
    Yang benar2 tidak bisa diterima oleh “empu”-nya..

    Mau ngejarkom? pake aja aisar!!!

    Aisar kok dipake-pake.. hiks973x

    Tapi istilah itu sudah mulai hilang.. karena program “aisar” udah kehilangan kesaktiannya..

    Reply
  2. Kalo jaman TPB dulu, anak WidyaKelana suka pake istilah “Ngosek” sebagai pengganti “Dewa”..

    “Wah, ngosek tenan arek iki”

    Artinya bukan dia suka membersihkan lantai kamar mandi (ngosek lantai) :D

    Reply
  3. Eh, stroberi versi Restya-Lutepi artinya centil, lho. he3x

    Reply
  4. yah namanya juga globalisasi :P

    Reply
  5. yo piye yo nak. saiki ki wong do ra pede nek ra nganggo istilah asing. yo tok tompo wae lah. pada dasarnya bahasa indonesia itu lentur. aku pikir, itulah kelebihan bahasa indonesia

    Reply
  6. ivannugraha

     /  December 30, 2007

    Coba kasih comment di blognya Pak Rinaldi. Kalau ngasih comment keluarnya xxx “berkata”.

    Reply
  7. @aisar: Mm, itu namanya kalo ga salah “gaya tropen”…jadi kalo nyebut sesuatu cm mereknya doank saking udah terkenalnya itu produk apa (NB: bukan berarti saya bilang AMS produk terkenal lho ;P). Contoh lainnya, “Gw kemaren pulang ke Padang naik Garuda.”
    @reditya: Ngosek? Bukannya itu kebiasaan ‘cabul’ cowok2 ITB? ;D
    @restya: Tauk ya, aku kok lebih suka ngartiin gitu ya?
    @Petra Barus, DJ Baba, ivannugraha : Hidup bahasa Indonesia dech…

    Reply
  8. //mencoba menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

    Untuk hal-hal seperti ini, tentu saja akan ada pro dan kontra-nya. Di satu sisi, sebagai warga Indonesia yang mempunyai nasionalisme tinggi, tentu saja kita harus bangga terhadap bahasa negeri sendiri. Kemampuan kita dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dijadikan parameter seberapa besar nasionalisme terhadap tanah air kita (walaupun tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya parameter). Di sisi lain, tentu saja perkembangan zaman dan globalisasi menuntut kita untuk fasih juga menggunakan bahasa asing karena (dengan sangat disayangkan) kemajuan ilmu pengetahuan dikuasai oleh negara asing. Tentu saja, mau tidak mau, kita harus menguasai bahasa asing jika ingin mempelajari ilmu pengetahuan tersebut.

    Menurut saya, masalahnya bukanlah ‘penggunaan bahasa asing’-nya, tetapi penggunaan bahasa yang benar dan tepat sesuai dengan konteksnya…

    Reply
  9. kurang tuh…
    pasangannya mangkus, yaitu sangkil alias efektif :mrgreen:

    Reply
  10. Hmm… Kalau kosakata asing lebih banyak digunakan tidak terlalu bermasalah selama konteks penggunaannya benar. Yang menurutku aneh adalah saat kosakata dari bahasa ‘gaul’ itu digunakan dalam konteks resmi, misalnya presentasi tugas atau apa. Aku kadang jadi bingung. Pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar kok kesannya resmi sekali dan sedikit aneh, tapi mau pakai bahasa ‘gaul’ itu kok rasanya juga aneh.

    Setuju sama rani!, ada tambahan istilah dari Pak Rin:
    unggah = upload
    anggung = lift
    (kalau tidak salah ya? hehe…)

    Aku cinta bahasa Indonesia (karena tidak terklalu baik dalam bahasa Inggris, hehe…), makanya dalam postingan di blog aku mencoba menggunakan bahasa ndonesia yang baik, walaupun sesekali menggunakan bahasa yang campur aduk, itu lebih karena rasanya ‘ga ngena’ kalau disampaikan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar :)

    Oya, lawannya peyorasi itu ameliorasi bukan? Soalnya dulu waktu sekolah ada temanku namanya Amelia, hehe…

    Reply
  11. pokoknya .. sekarnag bahasa udah ambu radul..eh ambu radul ini juga udah gak bener ya.. he he he ..!

    masalahnya pengaruh sinetron yg gak bermutu selalu menghiasi layar kaca rumah kita.. lu lu gue gue..so what gitu lho..

    Reply
  12. Wahyu Fahmy

     /  February 11, 2008

    Satu lagi:
    Pasangannya upload:
    unduh = download

    Reply
  13. @Vinta:oke,kakaak..
    @Rani:makasih,makasih..msh ditunggu kosakata lainnya;)
    @Reisha:wuah,muridnya pak Rin emg pinter2 yach;P.Betul,ameliorasi..aku jg br ingat.
    @Prim:hehehe
    @Wahyu Fahmi:udh ada tuch di artikel..

    Reply
  14. irgi

     /  September 2, 2008

    seru juga istilahnya

    Reply
  15. Gung

     /  October 18, 2008

    Bhsa indonesia perbendaharaan katanya miskin lho sbnrny.
    Dan semakin miskin karena pengaruh globalisasi yang disalahartikan terutama para pemuda .
    Bagi mereka, globalisasi adalah sebisa mungkin menyamai bangsa-bangsa barat.
    Contohnya itu tadi, ngomongny diinggriskan, maksudny banyak pakai kata-kata asing.
    Bukanny nyamain ketekunan ato kepintarannya, malah nyamain g beradabny,
    *ko jadi out of topic ,,?!

    Reply
  16. sasuke

     /  April 8, 2010

    di kalangan teman2 qu ada kosakata yaitu “curhat” maksud di sini bukan curahan hati melainkan bahasa halusnya mau buang air besar,,,,,,,,,

    Reply
  17. mklum lah kn bahasanya beragam..

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 96 other followers

%d bloggers like this: