Dibilang Apatis


Akhir-akhir ini banyak bermunculan kosakata baru di lingkungan HMIF. Saya nggak tahu pasti siapa yang mencetuskan trend menciptakan kata kerja-kata kerja tidak baku yang menggunakan nama orang seperti meng-EGA, meng-ANDRI, meng-ADI…yang semuanya so pasti nggak akan ditemukan di kamus mana pun di dunia. Yang mengenaskan, saya jadi salah satu korban trend tersebut. Ya itu tadi, ada kata meng-EGA (-,-‘). Sebenarnya nggak masalah seandainya meng-EGA adalah sebuah ameliorasi (baca artinya di sini). Sayangnya, meng-EGA dijadikan pengganti kata APATIS yang–tentu saja–disalahartikan.

Contoh kasus:

“Ih, A*st*n kok apatis sih…jalan sendiri di depan”

“Iya nih, A*st*n lagi meng-EGA”

Fiuh…kape deh. Cerita bermula dari survei lokasi untuk amazing race peserta SPARTA ke Dago Pakar sekitar dua minggu lalu. Waktu itu yang ikut pak ketua, Anto, perwakilan dari divisi materi-acara (saya, Restya, Gerbal, Obbie, Indra) dan perwakilan dari divisi lapangan (Puja, Camok, Titz, dan Ivan). Setelah menemukan lokasi parkir yang pewe, kami pun turun dari mobil dan mulai berjalan kaki sambil mencari rute yang kami rasa tepat untuk peserta. Satu hal yang tampaknya baru disadari teman-teman saya itu (karena kami belum pernah jalan bareng) adalah…saya punya penyakit “suka jalan cepet-cepet” alias susah buat mengontrol kecepatan jalan. Alhasil, selama perjalanan, beberapa kali saya meninggalkan teman-teman saya nun jauh di belakang sana. Betenya, kalo udah gitu, mereka bukannya mempercepat jalannya tapi malah sengaja berhenti dan membiarkan saya berjalan sendiri di depan. Huaa…jahat. Belum cukup sampai di situ, yang ‘paling jahat’ emang teman saya yang namanya Gerbal. Dialah yang pertama kali mencetuskan kata ‘tidak senonoh’ yang ditujukan kepada saya, “Apatis!”

Jeder…

Dia bilang saya APATIS. Astaghfirullah. Cemmana ini…

Sejak saat itulah muncul indikator baru yang sangat ngaco tentang orang apatis di kalangan teman-teman saya: suka jalan sendirian di depan meninggalkan teman-teman lainnya di belakang saat jalan bareng. Kata “apatis” telah mengalami pergeseran makna. Teman-teman saya jadi hobi mengucapkan kata-kata itu. Terlepas dari terjadi enggaknya kejadian seperti di atas, saya juga sering tiba-tiba dibilang apatis. Sampai-sampai muncul istilah baru menggantikan kata “apatis” itu sendiri, meng-EGA. Semuanya gara-gara Gerbal. Huuhuu.

Padahal nih, kalo kita tilik secara ilmiah definisi sesungguhnya dari kata “apatis” antara lain sebagai berikut:

“Apathy is an absence of simpathy or interest.” (Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English)

“Apatisme, yaitu hilangnya simpati, ketertarikan, dan antusiasme terhadap suatu objek.” (menurut blog ini)

“Apatis adalah sikap acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh” (KBBI: Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Dari definisi-definisi di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa seseorang yang suka jalan sendiri di depan dalam suatu rombongan nggak bisa dibilang apatis selama alasannya bukan karena tidak peduli pada teman-temannya :P Kita musti menganalisis dulu sebelum men-judge orang lain apatis. Bisa aja kan orang yang suka jalan cepat itu karena memang nggak mau buang-buang waktu di jalan (gue banget :D) atau kakinya emang panjang atau pengen cepat-cepat sampai tujuan…banyak faktor lah. Hehehe.

Hmm, tapi kalo saya ingat-ingat lagi, emang sih saya sering ‘bermasalah’ gara-gara speed jalan saya yang sering tidak terkontrol ini. Waktu masih ngekos di Jogja dulu, di kos saya ada tradisi “membelikan makan malam teman kos lainnnya secara bergilir”. Biasanya yang bertugas per harinya adalah satu sampai dua orang. Tergantung kesediaan masing-masing orang. Nah, parahnya, walaupun saya sebenarnya juga tidak berharap ditemani, teman saya yang ini paling ogah kalo disuruh beliin makanan bareng sama saya. Alasannya, “Ntar ditinggalin, Ega jalannya cepet banget sih!”. Hahaha. Ampun, Kaka’…Pernah juga suatu hari teman saya yang ini bilang (dengan redaksi yang agak berbeda), “Pas TCP dulu, aku bingung lho ngeliat kamu jadi jalan sendirian di depan, padahal tadinya kita barengan sama anak-anak lainnya. Mau nemenin, kamunya udah jauh, mau nungguin yang lain juga udah pada jauh di belakang”. Hihihi. Ya maap

Ck..ck..ck..bagaimana mungkin saya seorang yang apatis, sementara tes eneagram yang saya ikuti di salah situs (baca di sini) membuktikan bahwa saya seorang idealis. Kan kata apatis sering di-versus-kan dengan idealis :)

About these ads
Next Post
Leave a comment

23 Comments

  1. ga cuman klo jalan,
    naik + turun tangga juga :P

    tapi aku udah tau caranya memperlambat langkahmu :
    ajak ngobrol

    hahaha.. sudah ditest berhasil lho ^^V

    Reply
  2. ha3… emang apatis kali, Ga…
    masa waktu itu kita lagi ngobrol sambil jalan…sendirinya malah baca buku di depan sambil jalan…
    trus bilang ‘kan…sayang, waktu lama cuman dipake buat jalan’…

    hayo ngaku…

    pas dulu juga lebih parah, ke pameran buku malah jalan di depan… jadinya aku kehilangan jejak dan Eganya kehilangan dompet…ha3

    sori2…

    Reply
  3. ndrewh

     /  August 7, 2008

    hahaha… Dasar apatis… Yah, coba diliat dari sisi positifnya lah Ga,,, Itu kan namanya eufimisme (iya bukan sih??).. Supaya ga langsung dibilang APATIS, alangkah lebih enaknya didengar meng-EGA… Sama halnya dengan diaremencretmencret kan tak enak didengar, dengan mengatakan meng-ADI, kita ga perlu merasa tak enak pada khalayak ramai… Yah, syukuri saja lah… Namamu kita usahakan bisa masuk KBBI… hahahaha

    Reply
  4. puji

     /  August 11, 2008

    yeah… bukan lw doang kok yang dibilang apatis dengan semena-mena.. gw juga.. sedihnyaaa… kadang ga nerima juga… tapi kadang emang ada benernya.. huhuhuhuhuuu… sedihnyaa

    Reply
  5. ghe2

     /  August 12, 2008

    hahaha, contohnya jelas banget ketauan walopun disensor.
    ada lagi lhoo… meng-AUSTIN, hehe

    Reply
  6. http://www.journalight.wordpress.com

    ya ya, kebiasaan mahasiswa itb yang suka mengumbar kata-kata dengan akhiran “is”.

    salam kenal aniway

    Reply
  7. wahyukresna

     /  August 23, 2008

    yah tapi kita emang boleh juga idealis, tapi harus realistis!

    Reply
  8. susan

     /  August 25, 2008

    its fun being apatice,knapa musti keberatan? tokh yg kenal kita cuma diri kita sendiri,yg lain cuma sok kenal

    Reply
  9. @journalight -> setuju! gw jadi sering denger kata-kata apatis, idealis, oportunis, autis, dll. di sini…hehe

    @wahyukresna -> iya, Kk…siapa bilang idealis ga harus realistis? justru harus banget itu.

    @susan -> gw sih nggak fun kalo dibilang apatis, sekalipun itu nggak bener, tapi nggak enak aja dengernya kalo ada cap apatis buat gw…hehe

    Reply
  10. Hmm, kata autis yang berubah jadi apatis… :D

    Reply
  11. Sabar buk, cup cup cup…. Siapa yang Meng – Ega, dia yang akan merasakan akibatnya.. (Ga nyambung ya)

    Reply
  12. hoaaa
    kak egaa
    mampirr yiaa
    ntar mampir jga ke punyaku yiaa

    wuduhh. dri dlu ak gagg tau lhoo arti kata APATIS itu apaa??
    xp

    Reply
  13. idealis itu berpegang teguh pada suatu hal ga.
    hal tersebut ya bisa apa aja. termasuk cuek sama yang lain kalau lagi jalan :p

    idealisme mendukung apatisme kok. hehehe

    Reply
  14. kunjungan ni…

    Reply
  15. puja

     /  June 12, 2009

    gw juga bingung knapa ya…temen gw ada yang bilang gw apatis…
    padahal kalo di pikir2 gw tuh udah sangat2 peduli sama masalah yang lagi hot2 nya nehhh,,
    tapi berhubung gw da cape jadi gw diemin aja…
    apa itu juga masuk kata apatis???

    Reply
  16. gw juga sedang merasa apatis dengan lingkungan.

    Reply
  17. be lova

     /  July 24, 2009

    mksh dah infony…

    Reply
  18. mksh infony…

    Reply
  19. ranti

     /  January 12, 2010

    ya gw jg pernah di bilang apatis..padahal menurut gw sii gw udah ikut gabung ma mereka.cm emang gw paling ga suka banyak ngomong dan banyak bicara lebih baik jalanin apa yg menurut gw itu bner…dan orang lain menyetujuinya…menerima apa yang gw lakuin….ga semata-mata gw berjalan melakukan sesuatu itu tanpa arah dan sia-sia…

    tapi knp di bilang apatis,…????apa mang gni bearti bnr apatis…????

    Reply
  20. hehe tapi aku amatin 3 taun di IF ya kak, cowo2 IF itu kecepatan jalannya emang lebih lambat daripada cewe2nya ya..-___-

    Reply
  21. I’am apathy. Why? because I would never believe in the impossible hopes, false dreams, and promises that lie.I also do not care about life, because you know life is never going to care about myself and why I should care at life ?
    just be myself in life.
    leave me alone.
    don’t say anythink to me,because I would not listen to it.

    (klo gak tau artinya translate tin aja pke google translate biar kebaca)

    Reply
  1. Makin Apatis Makin Kreatif? « cReAtiVegA’s dayEri…

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers

%d bloggers like this: