Baksil–yang Penuh Kenangan–Kini Terancam Terenggut Sebagian Lahannya


“Barang siapa melihat sesuatu kemungkaran dilakukan di hadapannya maka
hendaklah dia mencegahnya dengan tangannya, jika dia tidak berkuasa maka hendaklah dia
mencegahnya dengan lidahnya dan jika dia tidak dapat berbuat demikian maka hendaklah dia
merasa benci di dalam hatinya dan ini adalah Iman yang selemah-lemahnya.” (Sabda Rasulullah SAW)


Kalo Anda bukan orang yang apatis (hehe), udah pada tahu kan ya kalo daerah Babakan Siliwangi yang lebih dikenal dengan nama pendek Baksil sekarang sedang ramai dibicarakan orang. Berbagai kalangan menentang rencana pengalihfungsian Baksil menjadi tempat komersil karena jika hal itu terjadi berarti sebagian lahan hijau di sana akan tinggal cerita. Bayangkan saja bila kota Bandung yang kini sudah semakin panas ini makin banyak kehilangan lahan hijau…selain polusi yang makin tak terkendali, hawa dingin khas Bandung pasti juga akan makin sulit dinikmati oleh warganya. Hmm, untuk info lebih lengkapnya, silakan baca tulisan-tulisan di alamat blog ini:

http://savebabakansiliwangi.wordpress.com

Penolakan pembangunan kawasan komersil di Baksil ini sendiri dibuktikan dengan aksi nyata para mahasiswa pada tanggal 16 September 2008 lalu. Beritanya bisa dibaca di sini:

http://old.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20080917.G02
http://bandung.detik.com/readfoto/2008/09/16/132507/1007116/501/1/Menolak%20Pembangunan%20Baksil
http://bandung.detik.com/read/2008/09/16/112248/1006996/486/dada-ayi-dilantik-mahasiswa-demo-tolak-pembangunan-baksil

Salut banget saya sama teman-teman mahasiswa yang ikutan aksi penolakan ini :)

Tapi buat mereka yang nggak bisa ikutan aksi, masih bisa ikut berkontribusi dengan mengisi petisi online di sini.

Bagi saya pribadi, Baksil menyimpan banyak kenangan tersendiri. Masa-masa kaderisasi (baca:OSPEK) saya di fakultas setahun lalu, misalnya, sering saya lalui di sana. Tahun ini pun, ketika saya yang giliran mengader adik-adik angkatan, kegiatan kaderisasi masih beberapa kali dilaksanakan di sana. Berkumpul, berbaris, berpetualang, bermain di pos-pos, salam Ganesha…semua pernah kami lalui di sana. Masih hangat di ingatan saya saat-saat saya harus datang ke sana pukul 5 atau 6 pagi, ketika langit masih gelap dan suasana Baksil sunyi. Masih hangat di benak saya ketika kami berbaris di jembatan Baksil meneriakkan salam Ganesha bersama-sama. Masih hangat di kepala saya waktu saya harus turun ke rimbunnya pepohonan di sana untuk mencari bapak penjual bambu…Huaa, haruskah kenyamanan Baksil itu hanya tinggal kenangan? Nggak rela…

Terlepas dari kenangan-kenangan itu, saya sangat menyayangkan dan mengutuki rencana pembagunan kawasan komersil Baksil tersebut karena dampak buruk yang akan ditimbulkannya bakal sangat kompleks (baca artikel di alamat yang saya tulis di atas). Mari kita bersama-sama ikut memelihara bumi yang sudah diamanahkan oleh Allah kepada kita. Ketika kita berbuat kerusakan di dalamnya, maka kita pun tinggal menunggu musibah yang akan menimpa kita. Naudzubillahi min dzalik…

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). [Q.S.Ar Ruum:41]

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.[Q.S.Al Qashash:77]

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi…[Q.S.Al Qashash:83]

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan.[Q.S.Asy Syua'raa']

…dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya…[Q.S.Al A'raaf:85]

Bahkan Allah sudah begitu banyak mengingatkan kita untuk tidak berbuat kerusakan di bumi…

About these ads
Leave a comment

3 Comments

  1. Oiya, udah ikutan poLLing yang penolakan belum,.
    Lupa link-nya euy,.

    Reply
  2. Eh2, komentar di atas salah ketik, itu buat yang lain harusnya,. :D
    Terkait bakSiL,.
    Permasalahannya adalah, siapa yang sebenarnya palimng patut disalahkan,.
    Pemerintah yang tidak perduli (red: apatis :D) atau rakyat yang memilih pemerintah itu,. :P

    Reply
  3. @ nanto: harusnya pemerintah jadi teladan buat rakyatnya ka,, apalagi mengingat kualitas pendidikan masyarakat kita yang masih rendah…

    kalo saya sih kembali ke tujuan awal seseorang ingin menjadi pemimpin. apakah dia memang benar-benar ingin memajukan orang-orang yang dipimpinnya, ataukah hanya ajang aktualisasi dan mencari keuntungan diri sendiri?

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers

%d bloggers like this: