Belajar Menyikat Gigi (lagi) dengan Benar


Hari ini saya datang ke dokter gigi untuk ketiga kalinya (selama di Jepang) dengan agenda “latihan gosok gigi” dan sterilisasi dari tindakan bongkar-tambal gigi pada kunjungan sebelumnya. Nah, karena belajar menyikat gigi di usia 20++ seperti saya ini menarik dan mungkin akan berguna juga buat Anda. Setidaknya mengingatkan untuk “kembali ke jalan yang benar” dalam gosok gigi :razz:, jadi saya bagi nih.. eh tapi mau cerita dulu soal pengalaman ke dentist-nya.

Sejak sekitar bulan September ketika saya merasakan ngilu setiap mengkonsumsi makanan atau minuman yang panas atau dingin. Saya menyadari, dulu selepas kuliah di Bandung memang ada rangkaian kontrol ke dokter gigi yang belum selesai karena harus pindah ke sini. Sebenarnya saya malas pergi ke dokter karena dengar-dengar dari senior, dentist di Jepang itu detil sekali sehingga kita harus sering bolak-balik (perasaan di Indonesia juga gitu kan, ya?). Bukan cuma itu saja isunya.. katanya juga walaupun cuma satu gigi yang sakit, si dokter akan mengubek-ubek mulut kita untuk mengecek gigi-gigi lainnya. Semua gigi diperiksa dan kalo ketahuan ada yang tidak beres meskipun kita tidak mengeluhkan, ya akan ditindak (mereka nanya dulu sih sebelumnya :grin:). Ternyata isu-isu tersebut saya buktikan sendiri kemudian. Jauh lebih seram di sini, banyak alat masuk mulut dan suaranya kaya tukang bangunan. Haha.

Saat pertama datang saya disuruh mengisi formulir yang berisi identitas diri dan riwayat sakit gigi. Selanjutnya, o o.. ternyata harus di-scan mulutnya. Saya tanya kenapa harus X-ray (rontgen) sih katanya itu prosedur wajib buat semua pasien baru. Agak takut karena tahun ini saya udah rontgen sekali saat medical check up di kampus :roll:. Setelah dipikir-pikir, gambar hasil rontgen memang berguna banget untuk membantu dokter tahu kondisi gigi dan menjelaskannya ke pasien. Masalah yang terjadi pada gigi saya ternyata adanya sisa makanan yang terjebak di bawah tambalan gigi! What??? :shock:. Kenapa bisa begitu? tak lain tak bukan adalah karena kualitas tambalan gigi sebelumnya rendah alias tidak menutup lubang dengan sempurna *garuk-garuk*. Pesan moralnya adalah jangan serahkan masalah gigi Anda pada dokter di klinik “harga mahasiswa”, misalnya –> yang dekat kampus.. ups! semoga saya nggak kena UU ITE. Ya, tapi begitulah kenyataannya. Saya ingat, saat saya selesai menambalkan tiga atau empat gigi saya ke klinik “harga mahasiswa” itu, alumni kampus angkatan 2002 baru ngasih tahu saya:

eh kok di situ nambalnya, kan nggak bagus

tapi yaa terlambat :cry:. Mahal dikit nggak apa-apa lah yang penting gigi Anda sehat. Akhirnya, tambalan saya dibongkar dan ditambal ulang yang tentu saja berefek pada dua gigi di kanan dan kiri gigi korban, plus gigi korban itu sendiri berkurang panjangnya karena dikikis. Huaaa..

Kembali ke topik..
Entah curiga saya nggak benar gosok giginya atau memang another procedure, pada kunjungan selanjutnya saya disuruh bawa sikat gigi yang biasa dipakai di rumah untuk “berlatih bersama” (ini istilah mereka). Agak geli dengarnya, berasa jadi anak TK yang baru bisa gosok gigi. Tibalah hari ini, hari saat saya harus praktek gosok gigi dan dinilai oleh mereka :lol:. Yuk simak dokumentasinya!

Sikat gigi kecil VS besar

Sampai sekarang saya masih pakai sikat gigi merk Peps*dent made in Indonesia dengan ukuran standar. Sebabnya, saya bingung milih sikat gigi yang dijual di Jepang, rata-rata ukuran mini. Barulah saya tahu semua itu ada maksudnya. Hal pertama yang dikomentari instruktor adalah ukuran sikat gigi saya yang besar. Kata mereka, sikat gigi seukuran itu kurang bisa mencapai sela-sela gigi yang sulit dijangkau. Mungkin ibarat jalan, orang gendut nggak bisa masuk ke gang sempit yang cuma setapak kaki :mrgreen:. Lalu, saya disarankan pakai yang kecil. Tanpa pikir panjang, saya langsung minta beli yang dijual di situ. Taraaa! Bandingkan ukurannya..

sikat gigi lama (putih) dan sikat gigi baru (oranye), sebelahnya cairan "dental disclosing"

Jauh banget, kan? saya aja kaget. Ini mah sikatnya bayi..

Bulu sikat halus VS kasar

Ini ngaruh juga lho ternyata. Saya pikir yang soft itu bagus karena lembut buat gigi dan gusi, eh ternyata salah :razz:. Bulu halus justru kurang kuat mengangkat kotoran yang menempel. Sikat gigi baru saya nggak ada pilihan jenis bulu. Kata mereka itu udah pas. Saya rasakan sih cenderung kasar. Setelah cek dan ricek di internet, memang disarankan pilih bulu yang tidak terlalu halus dan tidak terlalu kasar.

Volume pasta gigi

Di iklan-iklan odol, sering kita lihat pasta menutupi seluruh permukaan bulu sikat gigi, padahal itu salah. Jangan percaya iklan deh, mereka bikin gitu biar odol kita cepat habis dan sering beli produk mereka :lol:. Kalo kata blog ini (gambar juga diambil dari sini) sih, itu namanya ‘ability to persuade’. Haha.

salah

benar

Bahkan, kata instruktor, tanpa menggunakan pasta gigi pun sebenarnya tidak apa-apa. Dia tanya ke saya ‘bisa bersih kan?’ ketika saya praktek sendiri membersihkan plak-plak yang terlihat setelah pemakaian dental disclosing.

Cara menyikat

Berapa lama Anda menyikat gigi? Perasaan saya sih, setelah dikasih tahu cara menyikat yang benar, durasi gosok gigi saya bisa 3x lipat lebih lama dari sebelumnya!

petunjuk menyikat gigi, digambarkan oleh instruktor setelah selesai latihan (niat benerr..)

Tips:

  1. Gosoklah gigi sedetil mungkin satu demi satu batang dengan memanfaatkan seluruh bagian bulu sikat. Bulu sikat kan biasanya ada tiga baris tuh, termasuk bagian ujung (bagian melengkung). Semuanya kepake lho! :grin:
  2. Bebaskan gerak tangan agar bisa mencapai seluruh permukaan gigi. Untuk bagian luar (menghadap ke bibir atau pipi) yang sulit terjangkau, sikat secara vertikal atau sikat gigi posisi berdiri, sedangkan bagian dalam (menghadap ke lidah), miringkan sikat gigi ke arah atas, bukan ke bawah.
  3. Pegang sikat gigi seperti memegang pensil –> susah nih kalo belum kebiasa. Jaga jari-jari tangan di ujung sikat gigi, tidak sampai ke tengah batang, karena disitulah titik berat terbaik. Dengan begitu, kekuatan tidak terlalu besar. Semakin dekat ke bulu biasanya tekanan semakin besar dan ini bisa mengikis email gigi.
  4. Arah gerakan udah pada tahu kan ya.. tapi ada yang perlu diluruskan nih. Kalo ada yang beranggapan selama ini bahwa menyikat depan-belakang atau kanan-kiri untuk bagian luar itu salah, hmm ternyata nggak juga kok. Mau seperti itu atau atas-bawah sama-sama boleh, yang penting kotoran terangkat.
  5. Pakai cermin lebih oke

use of dental disclosing (click for source)

Sebelum praktek, gigi saya diolesi dulu dengan cairan dental disclosing. Cairan berwarna ini berfungsi menarik plak-plak yang menempel di gigi sehingga bisa kita lihat plak dengan mudah. Plak-plak ini biasanya memang tidak terlihat karena warnanya mirip dengan gigi. Saat gosok gigi, kita merasa gigi sudah bersih, padahal belum. Akibatnya, dalam waktu lama, plak yang tidak terangkat menyebabkan gigi rusak dan sakit.

Sekian sharing dari saya. Semoga bermanfaat! :smile:

About these ads
Leave a comment

9 Comments

  1. Waaah, ternyata ribet juga ya kak cara sikat gigi yang bener :D

    Kayanya kita memang harus mereview kembali kebiasaan yang sudah lama dilakukan, seperti cara mandi, cara makan, dll.

    Reply
  2. hermey

     /  December 3, 2011

    kalau di INA jarang ya periksa gigi di rontgen dulu apalagi hanya nambal,paling di ketuk2 terasa sakit lgsg ditambal,selesai.perkara seminggu lagi lepas ya tambal lagi ha ha.ga mau ribet2 drg nya.

    Reply
  3. ibam

     /  December 16, 2011

    wah, jadi tau klo masih salah sikat giginya ternyata.
    pantesan banyak bolongnya :D
    nice share, thx.

    Reply
  4. trims infonya
    jadi lebih tahi nie cara menggosok gigi dengan benar

    Reply
  5. Wah mba Ega, kasusnya sepertinya akan mirip nih karena ada perawatan yang terpotong. Mba, kalau di Jepang biaya perawatan dokter gigi setiap pertemuan kira-kira berapa ya? (InsyaAllah saya sepertinya akan nyambung dari Indonesia dan disana).
    Makasih mba.

    Reply
    • Halo, Sidik! Semoga lancar perawatan giginya. Tiap pertemuan beda-beda sih ya.. tapi kalo dirata-rata sekitar 1500 / datang. Di awal atau pas penanganan tertentu (misalnya, masang tambalan yg permanen) mungkin lebih mahal, tapi nggak sampai 4000-an deh. Enaknya sih kalo masih mahasiswa, kita bisa minta reimbursement biaya dokter dari kampus krn termasuk asuransi.

      Reply
  6. cute SONE

     /  April 13, 2014

    selama tinggal di jepang mbak ega sikat gigi berapa kali dalam sehari?

    Reply
    • halo cute SONE.. pertanyaannya lucu :D tetap dua kali sehari kok, pas mandi pagi dan mau tidur. nggak dikasih tahu sih yg bener berapa kali, tapi waktu itu ditanya tim dokternya saya jawab begitu tidak disalahkan :P

      Reply
      • cute SONE

         /  April 17, 2014

        padahal yang saya tau orang sana selalu sikat gigi setelah makan :o
        eh kalo dirupiahkan total bolak balik ke dokter gigi biayanya mahal ya?

        Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 97 other followers

%d bloggers like this: