My Cherished Album at 8

Sampai hari ini, setiap kali hujan turun, saya selalu ingat lagu “Allah Turunkan Hujan” yang sering sekali saya dengarkan saat kecil. Kira-kira saat itu saya berumur delapan tahun, kelas tiga SD (saya curiga lebih lama dari ini). Begitu pula akhir-akhir ini, ketika Bandung mulai sering hujan. Lirik lagu tersebut sangat kuat menghipnotis saya. Kemudian, tiba-tiba terbersitlah ide untuk memulai pencarian lagu lama ini di internet. Hari gini, bukankah semua bisa kita dapat dari internet? :)

Alhamdulillah, malam ini hidayan Allah membawa saya (oke..ini mungkin terlalu lebai :D ) pada sebuah situs yang memuat pranala untuk mengunduh lagu-lagu tersebut. Waa…waa…senang sekali. Makanya saya bela-belain nulis ini cuma buat berbagi kebahagiaan. Hehe. Soalnya, dari pengamatan saya di beberapa situs yang membicarakan album Neno Warisman dan anak-anak yang konon nama grupnya Aulade Gemilang (ada yang menyebut ‘anak-anak Alif’ juga) ini, subhanallah…komentar-komentar para pengunjung rupanya sangat mengharukan. Semua merindukan lagu-lagu Islami di dalam album tersebut. Ada yang bilang lagu kenangan masa kecilnya, ada yang lagu kesayangan anaknya, ada juga ibu-ibu yang ingin mengajarkan lagu-lagu itu buat bayinya…so sweet. Memang, saat ini anak-anak Indonesia makin kasihan saja tidak punya banyak lagu-lagu bermutu yang menemani hari-hari mereka.

abataDengan maksud ingin semakin menyebarkan lagu-lagu di album tersebut sekaligus berterima kasih pada Mr. Maroebeni yang telah berjasa pada para penggemar album A Ba Ta Tsa, berikut saya tampilkan alamat untuk mengunduhnya:

http://maroebeni.co.cc/?p=9&cpage=1

Enjoy!

Allah turunkan hujan
Dari gumpalan awan
Dari langit yang tinggi
Membasahi seluruh bumi…

[Seri Open Source] Berinternet dengan Modem Ponsel

Masih setia menggunakan ponsel Anda sebagai modem untuk menjelajahi dunia maya? Bagi sebagian orang yang memiliki keterbatasan dalam penyediaan jaringan, keberadaan ponsel dengan dukungan GPRS dapat menjadi salah satu solusi mudah untuk berinternet ria kapan pun di mana pun, asal ada komputer dan ponsel. Apalagi, berbagai vendor operator seluler kini makin gencar bersaing harga voucher internet dan terus meningkatkan performansinya dari segi sinyal, bandwidth, fitur, dan sebagainya.

Untuk dapat menggunakan ponsel Anda sebagai modem internet, Anda harus melakukan konfigurasi dulu dengan mengikuti petunjuk yang umumnya sudah disediakan di CD user manual ponsel Anda. Sayangnya, aplikasi semacam PC Suite rata-rata dibuat versi Windows-nya saja, sehingga bagi pengguna sistem operasi lain harus mencari aplikasi yang ekivalen sehingga dapat menjalankan fitur tersebut. Bagaimana dengan Linux? Pada tulisan ini saya akan membagi trik konfigurasinya dengan Anda. Check it out!

(Read More)

Manusia: Hakekat, Visi, dan Misinya (bagian 2-tamat)

Tulisan berikut adalah edisi kedua dari topik “Manusia: Hakekat, Visi, dan Misinya”, menyambung edisi pertama yang ini. Sebelumnya saya minta maaf karena tulisan ini tertunda lama dan cukup jauh jedanya dari edisi pertama. Hehe. Dibuat dua edisi biar nggak terkesan panjang aja, walopun masih tetap kelihatan panjang >.<

human-visionPertama-tama, kita harus menyamakan asumsi dulu bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan. Seandainya ada seorang atheis yang membaca tulisan saya ini, silakan hubungi saya secara pribadi untuk diskusi lebih lanjut :D Tentang hal ini, saya jadi teringat diskusi dengan seorang teman belum lama ini, bahkan dia yang mengaku tidak beragama mengaku pun masih mengakui Tuhan dan menyembah-Nya dengan caranya sendiri. Semoga ia segera mendapatkan hidayah dan menemukan agama yang dapat diterimanya. Amin… Karena, bagaimana pun kita tetap butuh agama sebagai jalan (di Alquran Islam disebut dien yang artinya jalan) yang di dalamnya terdapat rambu-rambu lalu lintasnya, atau minimal untuk mengisi KTP sesuai aturan negara Indonesia tercinta.

Sesuai dengan asumsi tadi, maka sudah sewajarnya manusia menyadari keberadaan dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki tujuan penciptaan. Sekali lagi, mungkin ini terlihat klise, tapi jangan salah…di dunia yang penuh intrik ini begitu banyak kisah manusia menafikan Tuhan-Nya. Mereka bilang tidak terlalu care dengan urusan Tuhan, meragukan adanya Tuhan, nggak suka dengan kehadiran Tuhan dalam hidupnya, dan sebagainya. Sekelumit kisah mereka dapat Anda baca di situs ini. Ya tapi beberapa cerita tokoh penting dalam sejarah akhirnya banyak yang stres dan bahkan bunuh diri juga kok. Semakin mereka mengusir kehadiran Tuhan dalam hidup mereka, semakin pusing lah mereka. Pernah dikisahkan seorang tokoh komunis Uni Soviet sakit (lupa namanya, pen.) yang notabene atheis akhirnya minta pelayannya buat manggilin pendeta, saking udah putus asanya nggak sembuh-sembuh.

(Read More)

Next Page »