Biang Kerok Kemacetan Bandung


Empat hari yang lalu, ketika saya dan beberapa teman harus mengambil makanan untuk berbuka puasa di daerah Cisitu, kami terjebak macet. Baik saat perjalanan menuju ke warung yang bersangkutan maupun perjalanan kembali ke kampus. Daerah Cisitu (baca:jalan utamanya) memang terkenal ‘sumpek’nya. Jalannya sempit, untuk dua arah, dan rumah-rumah di sana juga rata-rata tidak berhalaman sehingga kendaraan tamu ato orang yang butuh ‘melancong’ ke situ terpaksa diparkir di pinggir jalan. Padahal nggak nanggung-nanggung tuch, yang sering nangkring adalah mobil. Separo jalan sudah tidak bisa dilewati karena terpakai oleh mobil, masih dibuat dua arah, dan angkot (yg bisa berhenti kapan saja) lewat situ pula. Bayangkan betapa ribetnya kalo macet!

Nah, dengan kondisi jalan yang seperti itu, teman saya yg punya mobil, sebut aja namanya Kunkun, awalnya malas mengantarkan kami ke sana. Apalagi klo bukan karena macetnya itu. Sebelum kami benar-benar terjebak macet saja, dia sudah mengeluarkan kata-kata pesimis..”macet nich..macet dech pasti…”, dan sebagainya. Kami yang pada mulanya bisa menghiburnya, tiba-tiba tak berkutik ikut “nggrundel” dan menyalahkan pemerintah (lho???) ketika kami benar-benar menghadapi kemacetan. Hehe…akhirnya, diputuskan lah si Kunkun tidak ikut turun mengambil makanan berbuka, tapi mencari tempat lapang untuk memutar mobilnya. Okelah, kami pun janjian ketemu di depan gang warung yang bersangkutan. Eh, ndak taunya sekembalinya kami dari mengambil makanan, mobil Kunkun belum bergerak dari tempatnya, masih terjebak di tengah keramaian metropolitan Cisitu. Whuehehe, pasti dia udah nggondok.

Lalu, setelah dengan susah payah melewati jalan Cisitu tadi, perjalanan kami agak lega. Kami lewat kompleks perumahan Dago Asri yg tentu saja nggak macet…Tak disangka, tak dinyana, di situlah Kunkun memulai perdebatan yang bikin saya dan dua orang lain, sebut aja Jack dan Mamad, ‘panas’.

Kunkun bilang, “Tuh kan bener..macet…motor tuch emang harusnya diilangin aja..bikin macet aja!”.

Saya, Jack, dan Mamad yang notabene setiap harinya naek motor, jelas nggak terima.

“Kok bisa-bisanya motor yang bikin macet! Ya mobil lah…mobil segede-gede bagong gitu isinya cuma satu orang-satu orang, gimana nggak macet?”, kata saya. Emang bener sich..Hehe. Maaf kalo ada yg tersinggung (^^,)Vpiss…Padahal Kunkun sendiri termasuk kategori orang-orang seperti ini…

Lalu, Jack menimpali, “Iya tuch, coba mobil nggak diilangin, nggak bakal macet Bandung…”.

Kunkun tetap keukeuh dengan pendapatnya klo motor sumber masalah kemacetan kota Bandung. Mamad juga nggak diam aja. Dia berpihak pada saya dan Jack. Padahal waktu itu, lagi-lagi, kami terjebak macet di Simpang Dago, lumayan lama juga, tapi lebih tidak terasa…karena kami sudah larut dalam perdebatan “apakah mobil ato motor yang harus dikurangi biar ga macet”. Haha, nggak penting banget ya?

Lucunya, si Kunkun sempat terpojok sampe dia bilang, “Angkot tuch yang bikin macet!”

Tapi Jack dengan jenius menjawab, “Iya, angkot kan MOBIL juga! Jadi bener kan mobil yang bikin macet!”

Huakakakak…pada intinya sebenernya Kunkun udah kalahtelak;)

Saya jadi kasihan sama Kunkun…

Salam macet,
Ega Dioni Putri

Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. wibi

     /  October 5, 2007

    perasaan pernah mangalami hal itu:p hwehehehe
    btw aku sing jack opo Mamad kiy????

    “Ketoke sing Jack dech..secara Wibisana J*k*sembada..hehe”

    Reply
  2. salah satu penyebab macet di Cisitu adalah mobil2 yang parkit sembarangan. Aku aj hampir mau nimpukin tu mobil malem2 make batu

    // difa

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: