Bonus SMS Bikin Orang Jadi RMRP*


written on 191007

*RMRP = Ra Mutu Ra Penting (Semarang’s Slank),in Indonesia>>Tidak Mutu dan Tidak Penting; meminjam istilah teman sekelas saya di SMP; Makasih, Bang Galon! Hehe

Belum pernah saya jadi orang yang super duper RMRP seperti dua hari belakangan kemarin. Demi menghabiskan paket dan bonus sms (yang kali ini tidak saya harapkan), saya terpaksa memenuhi inbox teman-teman plus saudara-saudara saya dengan spam bersambung. Apa saja isinya? Tidak etis kalau saya ceritakan di sini, dan itu sama saja akan membuat Anda, para pembaca blog yang budiman, mengalami kesia-siaan karena membaca sebuah spam ;P

Sebenarnya, niat semula saya membeli voucher sms itu semata-mata untuk keperluan hari Lebaran. Mengingat banyaknya saudara dan teman yang harus dikirimi permohonan maaf, saya pun memutuskan pakai voucher 200sms dengan tarif Rp 40,00/sms. Hati nurani saya sempat protes, kalo untuk niat ‘semulia’ itu ngapain pake mikirin biaya, perhitungan banget! Tapi akhirnya logika sayalah yang akhirnya menang, karena setelah dihitung-hitung, andaikan voucher sms itu hanya terpakai setengahnya saja, saya masih untung telak. Dengan begitu, saya bisa menghindari pemborosan pulsa dan mengalokasikan duit saya untuk hal-hal lain, ngenet misalnya. Hehe…*beginilah anak informatika, semua musti pake logika*

Masalahnya, setiap iming-iming menarik dari vendor penyedia jasa layanan telekomunikasi selalu mengandung persyaratan ini itu. Voucher sms yang saya pakai ini misalnya, masa aktifnya hanya tujuh hari (ini masih mending agak diperlama, dulu hanya tiga hari) dan hanya berlaku ke sesama operator *yaah..penonton langsung kecewa*. Sementara operator yang bersangkutan juga menyediakan bonus 10 sms setiap pemakaian 10 sms di hari yang sama (mohon maaf kepada operator terkait, tapi ini bisa jadi promosi lho..^,^ v peace!). Nah, pada hari keenam masa aktif itulah saya mulai kelabakan menghabiskan voucher ini. Apalagi, sebelum kembali ke Bandung, ayah membekali saya pulsa biasa (bukan voucher sms) yang ternyata juga berbonus 20 sms! Oh, no!

Bayangkan, saya harus–tidak harus juga sih, tapi kalo tidak dimanfaatkan kan sayang;)–menghabiskan 100 paket sms yang masih sisa dari voucher, ditambah 10 bonus sms dari pemakaian 10 sms, ditambah 20 bonus sms dari isi ulang pulsa dalam waktu dua hari! Ck..ck..ck..kalo sudah begini, saya rela nggak punya pulsa sekalian(u.v). Untunglah, unstopped looping yang saya khawatirkan tidak terjadi. Saya sempat khawatir kalo bonus 10 sms setiap kali pemakaian 10 sms itu akan berulang setelah kita mengirim sms yang ke-30( pake 10 sms dapet bonus 10 sms, pake 10 sms dapet bonus 10 sms lagi,dst). Tapi ternyata tidak…Fiuh..lega rasanya…

Persaingan ketat antaroperator layanan telekomunikasi saat ini memang memaksa mereka untuk berlomba-lomba menawarkan bonus menarik atau harga yang murahnya gila-gilaan. Sayangnya, kalo saya perhatikan, masing-masing mulai saling menyindir operator lain baik melalui iklan maupun bonus-bonus itu sendiri. Saya nggak setuju nih, kok kayanya sudah mulai tidak ada fairplay…Misalnya, ketika operator A sedang intensif mempromosikan tawaran barunya, operator B segera membuat iklan yang mengandung sindiran kepada operator A atau membuat tawaran baru yang lebih menarik. Begitu seterusnya sampai para konsumen dibikin bingung. Makanya, nggak heran kalo sekarang orang-orang banyak yang memiliki dua simcard sekaligus.

Hal lain yang bikin saya nggak setuju dengan fenomena di atas, punten pisan ya para operator…bonus yang ditawarkan banyak yang nggak masuk akal, contohnya :

  • Berapa orang sih yang butuh bersms sampai 30 sms per hari (coba hitung 200 sms untuk tujuh hari) ? Saya rasa kalopun ada sangat sedikit.
  • Atau yang dalam sehari rata-rata menghabiskan goceng, tanpa menelepon misalnya? Kalopun ada, pasti juga sangat sedikit. Lalu, kalo dapet bonus tapi nggak ada yang mau ditelepon atau bonus hanya dapat dipakai 3 menitan, sama saja bohong.
  • Atau yang dalam sehari sering membutuhkan waktu satu jam untuk menelepon? Karena kalo belum satu jam pulsa dihitung per menit, tidak ada keringanan biaya.
  • Atau jika bonus sms kita sudah terakumulasi sampai mencapai jumlah lebih dari 300 sebulan, apa kita selalu bisa menghabiskannya di bulan yang sama? Dapat bonusnya saja di akhir bulan…pernah lho ada teman yang mengeluh seperti ini ke saya. Wah, wah, repot juga ya…
  • Ada lagi tawaran yang ‘ajaib’, boleh ngobrol sepuasnya sepanjang hari dengan tarif “cuma” 20000<x<30000 ! Saya bakal heran tuch kalo ada orang yang punya hobi ngobrol seharian via telepon gitu…
  • Heh…ada-ada saja…

    Yang jelas, kompetisi ‘menarik’ antaroperator pasti akan semakin ramai nich…tinggal pintar-pintarnya kita saja menggunakan jasa mereka sesuai kebutuhan kita. Saran saya, tak perlu lah berganti-ganti nomor hanya karena operator nomor itu sedang menawarkan bonus menarik. Apa saja operator yang kita percaya, sama saja, semua ada kekurangan dan kelebihannya. Tak perlu lah ganti-ganti nomor HP hanya karena operator tertentu sedang ngasih tawaran menggiurkan…

    Salam RMRP,
    Ega Dioni Putri

    Leave a comment

    2 Comments

    1. Ega…
      membaca blogmu aku jadi merasa
      .
      .
      .
      dikerjain

      Oalah, Mbak2. Aq jange tuku voucer SMS pisan pas lebaran, untunge aq nyadar nak sbagian bsr tmnQ g pke Indosat…

      Reply
    2. Loh, kalo ga mau dipake sms ya dibiarin aja bonus sms sisanya. Namanya juga ‘bonus’, ga dipake juga ga apa” kan? Santai aja😉 BTW, coba kalo smua tarif sms+telp itu berlaku ke smua operator, nah itu baru mantaps😀

      Reply

    Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: