Dapur Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo


Hayo, coba tebak, nama apa itu? Pernahkah Anda mendengarnya? Atau sekilas pernah membacanya? Kalo Anda pernah membacanya di suatu tempat, berarti Anda sudah pernah melihat kebesaran Tuhan berupa “api abadi” yang terkenal itu. Nah, sekarang familiarkah Anda dengan cerita tentang api abadi yang setiap tahunnya dijadikan sumber api untuk obor Pekan Olahraga Nasional(PON)? Yap, di sinilah tempat mengambil api itu,di Taman Wisata Kayangan Api yang ada di Ngasem, Bojonegoro. Sejak PON ke-15, pada tahun 2000, tempat ini resmi dijadikan tempat pengambilan api PON. Liburan ini kebetulan saya diajak ke sana oleh sodara saya…

Sebelum saya menceritakan apa sebenarnya arti dari judul tulisan di atas, saya akan memaksa Anda untuk menyimak cerita saya dulu. Hehehe. Api abadi yang ada di tempat ini tidak sedahsyat yang saya bayangkan dan mungkin juga Anda bayangkan. Begitu masuk ke tempat wisata kayangan api, Anda tidak langsung dapat melihat kobaran api yang menyala-nyala. Anda harus berjalan ke tengah, melihat asapnya dulu, mendekat…dan mendekat lagi…baru kelihatan apinya. Tak beda jauh dengan melihat api ketika kita sedang membakar sampah atau melihat api bekas kebakaran di reruntuhan bangunan. Lihat saja fotonya :
Api Abadi

Bagaimana?Anda setuju dengan analogi saya?Hahaha…

Sebelum ke sana, saya pikir api abadi seperti semburan api kecil yang hampir menyerupai kuncup tulip. Ternyata cuma seperti itu..Yah..nggak seru. Tapi saya tidak kecewa pergi ke sana. Saya bangga pernah datang dan melihat api yang terkenal ini.

Area kayangan api yang terletak di tengah hutan jati ini tidak begitu luas, hanya gapura masuk dan tiang-tiang yang mengelilinginya dibuat agak istimewa. Tempat wisata ini malah ramai oleh pedagang makanan dan minuman di warung-warung kecil di seberang jembatan. Jembatan yang saya maksud ini menghubungkan tempat api abadi dan sebuah sumber air bernama “Air blekuthuk”. Nama yang pasti terdengar aneh bagi orang Jawa maupun non-Jawa ini beralasan karena air yang keluar seperti lumpur Lapindo mini, mengandung lumpur. Sepertinya gas yang menyalakan api abadi dan menimbulkan blekuthuk(gelembung-gelembung air) tersebut berasal dari sumber yang sama. Barangkali ada sumber gas alam kecil di sana. Ingat Air Blekuthuk, selain ingat lumpur Lapindo, jadi ingat Bledug Kuwu juga. Sayang saya belum pernah ke sana. Ohya, Air Blekuthuk ini konon berkhasiat. Ketika saya ke sana saja, ada orang yang sedang mengambil air blekuthuk dengan botolnya. Saya lihat warung-warung di sana juga pada jualan botol-botol bekas air mineral. Hm, ada-ada saja…coba ada orang yang bisa meyakinkan masyarakat kalo lumpur Lapindo itu berkhasiat juga, pasti bakal cepat surutnya tuch, nggak sampe kaya sekarang! Hahaha.

Tempat wisata api abadi tampaknya memang sarat dengan unsur magis(atau mejik?). Kayangan api sendiri artinya api jalan menuju kayangan.Selain sumber air yang dikeramatkan, menurut legenda, tempat ini adalah petilasan Ki Kriya Kusuma alias Empu Supagati, seorang empu pembuat keris di zaman Majapahit. Masih menurut legenda, di tempat ini Ki Kriyakusuma bertapa sambbil menekuni profesinya sebagi ahli membuat keris. Keris buatannya yang terkenal yaitu Dapur Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjo. Aha, terjawab sudah pertanyaan para ‘penonton’ sejak tadi! ;P

Leave a comment

7 Comments

  1. hoho.. tempat yang menarik untuk dikunjungi..

    btw nama kerisnya panjang amat.. bisa ditrenslet ke bhs indo ga?
    Dapur Jangkung = Dapur Tinggi ??

    Pok Gonjo = Pokoke Ngegonjo (Nge-Ganja, biar fly hehe)

    Reply
  2. egadioniputri

     /  October 30, 2007

    Sampe saat ini saya nggak kebayang gimana bahasa Indonesianya…memahami kalo itu nama keris aja masih susah. Hwehe.MUNGKIN ada benarnya juga analisis aisar,tapi banyak GAK MUNGKINnya.Hwehe.Jadi,klo gt Luk Telu-nya apa donk? “njaLUK TELU” (minta tiga) apa ya?Hwaha, makin ngaco…

    Reply
  3. Kya3… iki ono Tani Madju versi Jowo (biasane kn plesetan dr boso)
    Hwehehe ndagel ae wong2 iki

    Reply
  4. Blog yang bagus, salam kenal

    Reply
  5. budi rachmat

     /  November 13, 2010

    kayangan Api memang indah, apalagi apabila dilihat waktu malam hari. Suasana juga seperti uji nyali. Untk keris dg nama Dapur Jangkung luk telu blong pok gonjo menurut saya ada arti tahun dari bahasa yg digunakan.

    Reply
  6. saprol

     /  February 2, 2013

    Wah2,,kayaknya tempat yg seru nih,,,

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: