Fenomena Dunia Kecil v.s. Wajah Pasaran


Ada ‘dogma’ yang mengatakan kalo kita punya enam kembaran di dunia ini. Artinya, setiap orang sebenarnya adalah kembar tujuh, hanya jarak dan waktu yang memisahkan mereka satu sama lain. Entah dari mana ‘dogma’ ini berasal, tapi banyak orang meyakininya…Saya sendiri sih nggak yakin. Masa iya Tuhan pake cetakan yang sama untuk tujuh orang yang berbeda? Nggak Tuhan banget dech ;P

Sekarang mari kita definisikan dulu apa itu fenomena dunia kecil…

Menurut saya, fenomena dunia kecil yaitu kondisi di mana seseorang dan seseorang yang lain saling berhubungan kemudian mereka masing-masing berhubungan lagi dengan seseorang lain yang berbeda tapi setelah diusut-usut ternyata mereka bertiga, berempat, atau berlima (tergantung…) saling mengenal satu sama lain, padahal tempat mereka saling berjauhan, tak pernah terduga lah mereka akan bertemu di tempat yang sama. Kalo diibaratkan seperti teori “relasi menghantar/transitif” dalam matematika. A kenal dengan B, B kenal dengan C, eh..ternyata si A kenal dengan C juga, maka terjadilah relasi menghantar.

Nah, kadangkala, fenomena dunia kecil ini berhubungan dengan kenyataan wajah pasaran. Misal kita punya teman bernama E di SMA kemudian ketika kuliah kita punya temen bernama B yang menurut kita miriip banget sama si E. Dalam kasus seperti ini, relasi menghantar di atas jarang terjadi. Tapi kenyataannya, saya sudah dua kali mengalaminya dalam kurun waktu setahun terkahir…

Kisah pertama…
Di SMA saya punya temen sekelas bernama–sebut saja–Melati. Lalu, setelah lulus..kami berpisah..saya di ITB, dia di UI. Di ITB, bertemulah saya dengan Dewi, yang dalam pandangan saya, miriiiip pisan sama si Melati. Teman-teman SMA saya juga bilang gitu. Waktu berlalu, suatu saat Melati mengirim sms ke saya, “Ega, temenku di UI bilang aku mirip sama Dewi, temenmu di STEI, kamu kenal ga?”.

Gubrak! Ternyata ga cuma aku yang bilang…

Kisah kedua…
Beberapa hari lalu, teman saya, Ade, sms:

  • Ga, kamu kenal sama Nanda ga?
  • Nanda itu teman sekelas saya sekarang, tentu saja kenal. Saya penasaran, lalu saya balas :

  • Lho, kamu kenal dia? di mana? kapan?
  • Ade balas lagi :

  • Nggak kenal sih, temenku Reva di sini dulu temennya Nanda. Pas pertama kali ketemu dia, aku langsung mikir dia itu mirip banget sama kamu, mulai wajah, sifat, cara ngomongnya…eh, dia kaget..soalnya ternyata temennya di ITB bilang dia mirip sama kamu.
  • Gedobrak! (kalo tadi gubrak sekarang gedobrak)

    Masyaallah…dunia ini…

    Salam mirip,
    Ega Dioni Putri

    Leave a comment

    2 Comments

    1. chie

       /  November 15, 2007

      ya ampun, ega… kamu mirip… siapa gitu. mirip… mirip… mirip ayah ibumu, hehe. baru aja bilang ga mirip siapa2.

      iya ya… oci juga pernah dibilang mirip si inilah si itulah padahal oci sendiri ga kenal si ini dan si itu, tapi yang penting ga mirip ikhwan, hehe.

      Reply
      • nggak sengaja ke post ini lagi setelah liat statistik blog tulisan ini muncul…wah, Chie…aku sih udah pernah dibilang mirip ikhwan…ada tiga ikhwan kalo nggak salah inget, satu di SMA dan dua di kampus😐

        Reply

    Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: