Ketika Pola Hidup Mulai Abnormal


Firman Allah SWT ini termasuk salah satu ayat favorit saya:
“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian,dan untuk istirahat,dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha” (Q.S.Al Furqaan:47)
Begitulah Allah menakdirkan ‘peran’ siang dan malam dalam kehidupan manusia.Tapi bagaimana jika kenyataan hidup tak seindah ‘maksud’ Tuhan itu?

Mok, sori ye gue jadiin elu sebagai model ;P (piss ah)

Mereka yang sering kerja lembur sampai larut malam atau bahkan sampai pagi menyapa lagi (seperti saya dan manusia itebe kebanyakan ;P) mungkin agak menelan ludah baca ayat ini. Hehe…bagaimana tidak, seringkali kita ‘dipaksa’ untuk tetap terjaga kendati jam tidur sudah melebihi batas toleransi. Jam tidur yang baik adalah antara pukul 21.00 sampai pukul 3.00 karena pada jam-jam tersebut tubuh melakukan detoksifikasi atau pembuangan racun dan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh. Selama proses detoksifikasi ini, seharusnya tubuh dalam keadaan yang sangat rileks, dan cara relaksasi terbaik adalah dengan tidur.

Lalu, berapa lama waktu terbaik untuk tidur? Sebenarnya ini tergantung pada individu masing-masing. Ada tipe orang yang harus tidur lama agar tenaganya bisa kembali pulih untuk melanjutkan aktivitasnya, namun ada juga tipe orang yang justru kalau tidur kelamaan bawaannya jadi mudah lemas, ngantuk, pokoknya tidak bersemangat. Tapi yang paling baik adalah tidurlah sesuai dengan kebutuhan. Tidur 8 jam sehari yang selama ini dianggap sebagai lama waktu terbaik untuk tidur konon justru memperpendek umur. Hmm, kalau dipikir-pikir, agak sayang juga kita habiskan sepertiga hidup kita dalam sehari semalam untuk tidur padahal toh nanti pada akhirnya kita akan bisa tidur sepuas-puasnya ketika sudah mati. Hehe😉

Nah, sebaliknya jangan sampai kita mendzalimi diri sendiri dengan tidur kurang atau tidak tidur sama sekali. Wah, bahaya itu. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tubuh kita ini tetap butuh waktu lho buat rehat sejenak, membuang ‘sampah-sampah’ dalam tubuh, me-refresh semua organ, yah..kerja bakti lah setelah seharian dipakai untuk bekerja. Ibarat mesin pada kendaraan, organ kita juga butuh dirawat biar umurnya awet. Jantung yang sudah bekerja memompa darah selama puluhan tahun misalnya, sangat mungkin mengalami ‘kelelahan’ sehingga performanya akan menurun saat memasuki usia-usia ayah ibu kita. Penurunan performa itu tentu akan terakselerasi jika kita tidak bisa menjaganya dengan baik sejak masih muda. Lagi-lagi, tidurlah jika memang tubuh sudah ‘memintanya’, sesibuk apa pun kita saat itu. Tidur 5 menit pun sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan konsentrasi kita. Saya ingat salah satu guru saya dulu pernah mengatakannya di kelas dan setiap pelajaran beliau, kami selalu diberi jeda waktu istirahat selama sepuluh menit di tengah-tengah penjelasan materi. Entah sumbernya dari mana, yang jelas saya dan teman-teman sekelas telah membuktikan kebenaran teori itu. Suer, lima menit doank kok…

Kembali ke masalah bergadang tadi..

Terus, gimana dong kalo mesti melek ampe pagi gara-gara tugas atau PR yang menggunung? Dicicil pun masih tetep ga cukup nich waktunya buat nyelesaiin semuanya kalo ga nglembur..jadi mau ga mau gue suka nabrak waktu tidur nich demi tugas. Udah gitu, kalo udah nugas, suka lupa makan, mandi, minum, pipis, dll.. (lho, emang pipis bisa ampe kelupaan?). Kalo ga, makannya jadi maleeem banget, saking udah ga kuat nahan laper. Huaa..hiks..hiks…jelek banget ya pola hidup gue?

(keterangan redaksi : tulisan di atas hanya fiktif belaka, tidak ada yang pernah mengatakan seperti itu pada penulis, apalagi penulis sendiri ;D )

Hmm, kalau harus begadang malam-malam dalam rangka menyelesaikan amanah kita, jalani itu dengan sabar dan ikhlas, kawan! Ingatlah bahwa tidak ada pekerjaan yang sia-sia di sisi Allah selama itu tidak maksiat. Hanya saja, jangan sampai pola hidup kita jadi berantakan nggak karuan. Kurangi saja waktu tidur kita jika memang harus seperti itu. Tapi untuk urusan makan tiga kali sehari, mandi dua kali sehari, minum 8 gelas sehari, membersihkan muka biar nggak jerawatan, menyapu dan mengepel lantai biar terbebas dari kuman penyakit, mencuci baju biar kulit nggak penyakitan (waduh, semakin ngaco), dan sebagainya teuteup…must go on, atuh! Hehehe…

Kita sendirilah yang tahu berapa lama kita butuh tidur dan harus tidur, maka patuhilah itu. Sebelum diakhiri, berikut ini saya cuplikkan beberapa ‘kata mutiara’ yang saya ambil dari pajangan di kamar saya^^.

“Al Khoif senantiasa khawatir ketika tidurnya lebih dari lima jam sehari” 

mungkin ada hubungannya dengan nasihat ini:

“Tanggung jawab kita lebih besar daripada waktu yang kita miliki”

Bagaimana pun, jangan lupa dengan hadis Rasulullah yang satu ini :

“Tidak akan bergeser kedua tumit manusia di hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat hal : Tentang hartanya, yaitu dibelanjakan untuk apa harta itu di dunia, tentang tubuh, dipayahkan untuk apa tubuhnya itu di dunia, tentang ilmu, diamalkan untuk apa ilmu itu di dunia, dan tentang umur, dihabiskannya untuk apa umurnya di dunia” 

Jika semua yang kita kerjakan di dunia ditujukan hanya untuk meraih ridho-Nya, termasuk ketika kita harus nglembur untuk bekerja, mengerjakan tugas, belajar, dan hal-hal baik lainnya, rasanya pengorbanan kita tidak ada apa-apanya dibandingkan kebahagiaan ketika kita dapat menjawab dengan percaya diri pertanyaan Allah di hari kiamat nanti…

Previous Post
Leave a comment

3 Comments

  1. hai tukang lembur..😀

    aq juga sering lembur sih, tapi di kosan orang heuheu.. akibatnya kosan sendiri tidak terurusi dengan baik..

    tidur 5 jam udah enak biasanya, maks banget 4 jam. Di bawah itu biasanya udah ga waras tubuhku..

    Tidur 5 menit? Sering! Di kelas :p

    Reply
  2. nah, loh…

    gara-gara banyak tugas, beberapa hari ini aku malah tidur 8 jam per hari…
    mungkin karena kurang olahraga juga, jadi cepet capek

    hu3… bener2 sleeping beauty

    Reply
  3. hem… masak sih sampe segitunya?

    kalo aku tidur ketika orang lain tidur dan tidur juga ketika orang lain bangun alah :D….

    dulu sih enak banget pas masih bisa tidur < 5 jam, mata bengep sih tapi ga tau kenapa pikiran jadi jauh lebih panjang ke depan

    kalo sekarang… hem… jangan ditanya deh berapa jam tidur, sampe jadi tipis gitu kasurnya kebanyakan ditidurin hahaha…

    hem…😀 hihihi😀

    dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,dan Kami jadikan malam sebagai pakaian (an naba 9-10)

    ayo tidur tidur!😀

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: