TCP HMIF dan Cinta Laura


HMIF, lintas generasi ^-^

Kurang lebih seminggu lalu, ada moment cukup berkesan yang belum sempat saya abadikan di catatan harian saya (baca: blog in ;P), yaitu Training Calon Pengurus (TCP) Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika ITB, salah satu organisasi tempat saya berkarya. Caila..berkaryaaaa…nggak juga sih sebenarnya. Saya mah belum berbuat sesuatu yang berarti untuk himpunan. Kalau meminjam istilah Inas, saya ini hanya serpihan debu di himpunan ;D

FYI, timing acara TCP sebenarnya sangat tepat, selepas rangkaian UTS yang membantai anak IF seminggu penuh mulai tanggal 24 Maret sampai 29 Maret kemarin. Tapi entah kenapa peserta angkatan 2006 cuma 37 orang dari total anggota himpunan yang berstatus sebagai “calon pengurus”–dan seharusnya mengikuti training ini–berjumlah 70 orang. Kloter pertama rombongan peserta TCP berangkat pukul 13.00, sementara sorenya kloter dua menyusul dengan jama’ah sekitar 16 orang. Sebagai orang yang masih menganut aliran bahwa pahlawan pembela kebenaran datangnya belakangan (hehe..) saya pun sukses menjadi angkatan 2006 terakhir yang berangkat ke lokasi TCP, Villa Merah Parongpong, Lembang. Berhubung angkot terakhir peserta sudah berangkat, saya terpaksa berangkat bareng panitia dan kakak-kakak angkatan atas yang ikut TCP juga. Mereka mayoritas adalah mantan orang-orang ‘penting’ di himpunan seperti kadiv atau sekjen yang nantinya akan berbagi dengan para calon pengurus, kami-kami angkatan 2006 ini. Jadilah sepanjang perjalanan menuju lokasi saya lebih banyak diam karena banyak topik pembicaraan ‘orang dewasa’–termasuk orang-orang LOO(Lulus Oriented Only)–yang tidak saya mengerti (>.<‘). Well, saya memaklumi keadaaan itu sampai separuh perjalanan hingga suatu ketika….topik pembicaraan mereka sedikit menggelitik.

Cinta Laura.

Yeah, itu dia! Nama cewek cakep satu ini tiba-tiba merajai topik pembicaraan yang tadinya bernuansa akademik jadi ber-genre infotainment. Walah..walah.. kemudian dalam hitungan detik, saya merasa menjadi orang yang paling out of date (baca: ketinggalan zaman) di dunia. Pasalnya, di angkot yang membawa kami ke Parongpong itu, saya baru tahu kalo Cinta Laura lagi jadi fenomena sekarang. Sumpah, saya ga tahu sama sekali…bahkan saya baru ngeh kalo remixmana ujan, becek, ga ada ojek” itu dari si Cinta. Hahaha. Lalu, seorang senior saya mulai bercerita mengenai Cinta. Tentang gayanya, quote-quote darinya, cerita kesehariannya, dan hal-hal berbau Cinta lainnya yang belakangan baru saya ketahui bahwa semuanya sudah lama ada di televisi dan internet. Wow…sebegitu hebohnya kah orang-orang dengan sosok seorang Cinta yang dianggap ‘tidak lazim’ itu? Saya jadi bertanya-tanya…maklum, saya nonton TV aja jarang banget, apalagi liat sinetron, sinetron Cinderella pula. Beuh…nggak banget ;P

si Cinta

“Aura” Cinta Laura rupanya belum pergi ketika saya sampai di villa tempat kami menjalani TCP. Di hari kedua, saya yang kebetulan waktu itu bertugas membangunkan teman-teman, menyaksikan fenomena aneh. Sebelum azan Subuh berkumandang, saya sempat tertipu dua kali oleh suara azan yang rupanya berasal dari HP teman laki-laki saya. Ada lebih dari satu orang yang memasang suara azan sebagai nada alarmnya dan semuanya berbunyi pada waktu yang hampir bersamaan. Waktu itu, walaupun suara alarm teman-teman saya itu cukup keras, cuma beberapa orang yang terbangun. Selang beberapa menit kemudian, ada alarm berbunyi lagi. Volumenya sih nggak beda jauh sama suara azan tadi. Tapi entah karena lebih ‘heboh’ atau lebih ‘menjual’, kali ini jumlah orang yang terbangun meningkat secara signifikan. Nada alarm yang berjasa itu tak lain tak bukan adalah remix kebanggaan Cinta, *apa ya judulnya* , yang melejitkan namanya jauh lebih tinggi daripada sinetronnya itu ;D

Selepas dari TCP, saya coba-coba googling fenomena Cinta Laura. Ouh, ouh, benar ternyata…banyak yang membahas gadis blasteran Jerman ini. Kesimpulannya, sampai sekarang saya tidak menemukan hal esensial dari pembahasan orang-orang tentang Cinta. Logat aja kok dibahas. Hehehe.

Next Post
Leave a comment

9 Comments

  1. PERTAMAAXXX!!!!😀

    Reply
  2. Parah bgt baru tau yang Cinta Laura pas TCP…

    Tp beneran loh, lebih banyak yg bangun pas disetel Cinta Laura daripada pas Adzan.

    Reply
  3. mana hujan, nggak ada ojek, becek…

    Reply
  4. Walah, tampaknya baju biru kotak-kotak cukup mencolok di foto dalam kondisi demikian,. ^_^

    Reply
  5. nggak, yang pake pink lebih mencolok

    Reply
  6. mencolok yang pake kerudung ijo.. :p

    Reply
  7. @YoHang 07 -> Kowe ngopo to? ra jelas ;P
    @Ivan Nugraha -> Ya begitulah ternyata manusia-manusia HMIF, pak Kadiv…tugasnya PSDA tuch bikin kite-kite lebih beradab. Hehe.
    @Zero, restya, aisar -> Sudah, sudah, jangan bertengkar…yang paling bener jawabannya aisar ;D (piss ah)

    Reply
  8. WINDOW

     /  April 19, 2008

    SEMANGKAAAA……
    Semangat Kawaaaaaaaaaaaannnnnnnnn………

    Reply
  1. HMIF : The Untold Feeling… « rest-cycle bin

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: