Ide Kecil untuk Indonesia


Biar lebih terbawa suasana, coba deh hayati dulu lagu ini sebelum membaca tulisan saya🙂

langit luas terhampar
membentang cakrawala
itulah persadaku
permata khatulistiwa
bertabur suku bangsa
ragam macam budaya
seribu perbedaan
tak merubah bangsaku
kehormatan hanya untuk bumi Indonesia

jejak tapak pahlawan
jalan kemerdekaan
menuju kemenangan
akankah kita hanya
diam berpangku tangan
bangkit bangun bangsaku
maju bangun negeriku
tunjukkan pada dunia
kejayaan hanya bagi bumi Indonesia
tunjukkan pada dunia
kehormatan hanya untuk bumi Indonesia

maju bangun negeriku
maju bangun bangsaku
bangkit wajah negeriku
tunjukkan pada dunia
kehormatan hanya untuk bumi indonesia

[ Bumi Indonesia-Kahitna]

Tak terasa ya, tahun ini bangsa kita sudah 100 kali-nya merayakan hari Kebangkitan Nasional. Satu abad tentu bukan waktu yang pendek untuk berbenah. Begitu pula 63 tahun kemerdekaan yang akan kita rayakan tiga bulan lagi, bukan waktu yang sebentar untuk membangun. Tapi sedih banget deh kalo lihat nasib Indonesia saat ini. Seakan mengingatkan saya pada judul esai salah satu teman saya saat mendapat tugas PPKn di SMA dulu, “Negeri 1001 Masalah”. Kalau Iran terkenal dengan cerita “1001 malam”-nya, mungkin kita tidak akan kalah terkenalnya kalau menciptakan cerita “1001 masalah”. Hehe. Maaf, maaf, jadi terkesan menghina negeri sendiri…ini hanya sentilan saja untuk kita semua🙂 Sebenarnya apa sih yang sudah kita perbuat untuk negeri kita? Sudah layakkah kita menuntut dan terus menuntut tanpa melakukan usaha nyata untuk bangkit dari keterpurukan ini? Kalau belum dan tidak punya niat untuk melakukannya, mending sih pindah ke luar negeri yang udah maju, sejahtera, dan sentosa. Iye kagak…

Ada iklan menarik yang kebetulan saya lihat di koran Kompas edisi 100 tahun Kebangkitan Nasional kemarin….

iklan ide kecil untuk Indonesia di Kompas

iklan ide kecil untuk Indonesia di Kompas

Sebuah iklan layanan masyarakat dari Panitia Hari Kebangkitan Nasional yang menyadarkan kita akan pentingnya memberi investasi kecil bagi kemajuan bangsa. Iklan itu cukup simpel, hanya sebaris kalimat berbunyi “Ide kecil saya…” kemudian di bawahnya ditampilkan beberapa foto orang lengkap dengan nama, usia, pekerjaan, dan pendapat masing-masing orang tentang ide kecilnya untuk Indonesia yang lebih baik. Beberapa pendapat itu antara lain:

– menyumbangkan satu buku layak baca untuk anak jalanan setiap bulan
– mengirim kabar tentang Indonesia kepada teman-teman di luar negeri
– memberikan senyuman kepada orang baru setiap harinya
– mematikan lampu ketika sudah tidak digunakan
dan lain-lain.

Hmm, bagaimana dengan kita? Ide kecil apa yang kita miliki?

Sudahkah kita melakukan hal-hal kecil yang mungkin saja bisa membawa perubahan besar pada wajah Indonesia beberapa tahun ke depan seperti contoh-contoh di atas? Kalau belum, yuk kita buat dari sekarang. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil kita selama ini saja, asalkan positif, mungkin suatu hari nanti bisa menghasilkan sesuatu yang besar lho. Saya jadi ingat, dulu pernah dapat sms jarkom dari kepala Akpro Gamais yang isinya gini: “…kampanye anti plastik HMTL saja mungkin bisa mengubah wajah Indonesia 20 tahun lagi…”. Benar nggak, pak kasekt? Oke lah, nggak penting redaksinya seperti apa, yang penting kita bisa dapat esensinya. Itu contoh kecilnya…teman-teman kita di Teknik Lingkungan ITB sudah pernah menggemparkan kampus dengan kampanye mereka untuk penyelamatan lingkungan. Sedikit banyak, sekarang atau nanti, pasti ada yang terpengaruh dengan kampanye tersebut dan bukan tidak mungkin jika efeknya benar-benar akan mengubah wajah Indonesia di masa mendatang.

Teman-teman mahasiswa yang hobinya demo mungkin lebih memilih cara lain untuk ikut memperbaiki nasib bangsa. Mereka nggak selalu “cuma bisa nambah masalah” doank lho…ada kalanya demo mereka membawa hasil positif dan bisa mengubah paradigma pihak didemo atau masyarakat luas. Contohnya kemarin nih, teman-teman saya dari FIM bekerja sama dengan organisasi lain seperti ASA, MUI, berhasil menggagalkan penayangan film ML dan memaksa LSF untuk meninjau kembali isi film tersebut. Hasilnya? Lima belas meter film ML yang berisi adegan-adegan p*rno di-cut dan harus diganti judulnya! Parahnya, pihak-pihak perusak moral bangsa yang tidak bertanggung jawab itu sudah menyiapkan dua film serupa yang bakal tayang tidak lama lagi (informasi ini saya dapat dari sumber yang sangat amat akurat lho…silakan Anda buktikan sendiri nanti, itu juga kalo film mereka lolos dari ‘maut’). Ck, ck, ck…tega sekali ya, bangsa yang sudah sering direndahkan ini semakin rendah oleh anak bangsanya sendiri.

Masih banyak lagi contoh lain yang bisa kita temukan di sekitar kita…kegiatan nge-blog saja mungkin bisa membawa perubahan pada wajah Indonesia lho beberapa tahun ke depan. Yaah, walaupun sekarang isinya masih seputar pengalaman sehari-hari (kaya blog ini :D), pede aja. Yang penting kan belajar menulisnya. Hehe. Bayangkan bila para blogger di Indonesia menghasilkan satu tulisan setiap hari, dengan berbagai ragam gaya penulisan, mulai yang ilmiah sampai sepele, pasti literatur dalam negeri kita akan semakin kaya. Suatu hari nanti, saat kita butuh referensi untuk membuat karya tulis, sumbernya sudah kita dapatkan dari blog-blog atau situs-situs berbahasa Indonesia buatan bangsa kita sendiri, nggak perlu lah capek-capek nerjemahin. Asik kan?

Kembali ke pertanyaan tadi, ide kecil apa yang akan kita lakukan untuk Indonesia yang lebih baik? Yang jelas, pilihan ada di tangan kita, mau jadi konstruktor atau destruktor bangsa sih kita? (^_~’)

Previous Post
Leave a comment

10 Comments

  1. KEDUAX
    (halah kayak nitip absen aja)

    Saya jadi ingat, dulu pernah dapat sms jarkom dari kepala Akpro Gamais yang isinya gini: “…kampanye anti plastik HMTL saja mungkin bisa mengubah wajah Indonesia 20 tahun lagi…”.

    wii.. yg ngejarkom aja lupa.. tapi emg aq terinspirasi banget tuh sama kampanye itu. mpe sekarang, aq cuman pake plastik klo udah kepepet bener. Klo beli gorengan, beli makanan / minum yg masi bisa dibawa tangan / masuk tas, ya udah ga usah minta plastik🙂

    eh, aq juga udah buat resolusi untuk 100 tahun kebangkitan nasional koq, ga cuman anak fim aja yg bisa buat gitu :p

    Reply
  2. KETIGAX

    mari kita membantu mencegah global warming dengan mbonceng setiap ada kesempatan😀

    Reply
  3. Salut…
    Semua hal yang besar harus kita mulai dari hal yang kecil…

    Salam kenal…

    mari kita buat perubahan…

    Reply
  4. hmm,

    Numpang curhat dulu yah…🙂

    benarkah telah seratus tahun kebangkitan indonesia?
    kapankah indonesia itu mulai bangkit?
    apa sesungguhnya kebangkitan itu?

    Sedih melihat bangsa ini,
    Para penguasanya Dzalim…
    Mereka mencampuradukkan yang hak dan yang batil,..
    Mereka mengaku muslim, namun berhakim kepada taghut,
    mereka mengaku muslim, namun aturan Tuhan yang mana yang mereka tegakkan..
    mereka mengaku muslim, adakah mereka memikirkan bagaimana nasib umat..

    dan sungguh malang rakyat bangsa ini,..
    mereka tahu pemimpinnya Dzalim,..
    keDzaliman itu karena kesalahan dari sistem yang menegakkan bangsa ini sendiri.. namun mereka biarkan sistem iu merajalela meliputi mereka..
    mereka tahu bahwa sesungguhnya telah ada sistem yang terbaik,..
    tapi enggan mereka tegakkan..

    mereka tahu bahwa ada resep untuk segala penyakit yang berasal dari Sang Maha Dokter,
    namun mereka perlakukan resep itu dengan Dzalim,
    mereka jadikan resep itu sebagai jimat,..
    mereka jadikan resep itu sebagai pengusir “hantu-hantu”,
    mereka jadikan resep itu hanya sebagai pajangan dalam lemari,
    mereka jadikan resep itu sebagai nyanyi-nyayian..
    mereka jadikan resep itu hanya sebagai bacaan-bacaan setiap harinya,
    namun tak pernah resep yang diberikan itu mereka amalkan untuk mengobati penyakit yang mereka alami,…
    Bukankah ini tidak lebih dari perbuatan “orang-orang gila”???

    Mereka tahu bahwa mereka telah punya pedoman terbaik,
    dari Yang Maha Baik…
    Pedoman terbaik yang tak dimiliki oleh umat manapun…
    namun, sungguh ironis, ntah seperti apa mereka perlakukan pedoman itu…

    Mereka lebih memilih aturan “sampah” yang dibuat oleh manusia, ketimbang aturan Sang Maha Pengatur… mereka lebih memilih apa-apa yang diwariskan oleh nenek moyang mereka ketimbang apa yang telah diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Benar..

    Setiap hari mereka lakukan ritual Shalat..
    Shalat yang sesungguhnya telah mengajarkan mereka konsep kepemimpinan terbaik, konsep ketaatan terbaik, tata aturan terbaik , konsep kewilayahan terbaik, yang seharusnya ditegakkan dalam kehidupan, ..
    tapi apa yang mereka perbuat….????
    Tuhan Berfirman,”Shalat mereka di Baitullah itu, tidak lebih dari siulan dan tepuk tangan belaka…”
    Sungguh menyedihkan…

    Bagaimana tidak??? Bencana bertubi-tubi menimpa bangsa ini???
    Bagaimana tidak??? kondisi umat, yang seharusnya menjadi umat terbaik, malah menjadi umat yang terhina di antara bangsa-bangsa lain….
    Bagaimana tidak??? kemelaratan, kebodohan, kerusakan menimpa bangsa ini…

    Dan…
    kini…
    Mereka sebut-sebut kabangkitan…
    Ntah kebangkitan apa yang mereka banggakan…?

    Bagaimana mungkin bisa bangkit??
    Jika Tuhan, Sang Maha Pencipta, mereka posisikan pada tempat yang terendah,
    Bagaimana mungkin bisa bangkit???
    Jika Hukum-hukum Tuhan, hanya mereka jadikan wacana…???
    Mereka jadikan bahan olok-olokan…
    Bagaimana Mungkin bisa bangkit????
    Jika mereka mengaku muslim, namun hanya di bibir saja…
    Bagaimana Mungkin bisa bangkit????
    Jika mereka mengaku muslim,namun perbuatan mereka tidak ada bedanya dengan seorang yang bukan muslim, bahkan lebih hina…
    Bagaimana mungkin bisa bangkit???
    Jika Isi Al-Kitab hanya mereka baca-baca, namun tak pernah di akses isinya, maknanya, apalagi ditegakkan….
    Bagaimana mungkin bisabangkit???
    Jika mereka berpecah belah, tidak mengambil keputusan berdasarkan satu kepemimpinan, saling menghujat… dan….
    ….

    Sungguh… menyedihkan…

    Sesungguhnya,
    Bangsa ini tengah dikuasai oleh sistem yang Dzalim…
    Dan Tidak jalan untuk merubahanya kecuali dengan berlepas diri dari sistem yang Dzalim…
    dan berjalan dalam Manhaj yang suci… Yang di dalamnya hanya ada satu Tuhan, dan hanya ada penegakan hukum dari sumber yang mutlak.. dari Yang Maha Benar…
    Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Ibrahim as..
    Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW…

    Dan tidak ada jalan lain untuk bangkit. untuk mencapai futuh..
    kecuali dengan ,mencontoh Rasulullah secara menyeluruh, hingga ke pola penegakan sistemNya…

    Thx… udah ngasi tempat curhat….!!🙂

    Reply
  5. @YoHang -> Benar, harapan itu masih ada!!! BTW, ada kemiripan di tulisan kita : …mengingatkan saya pada judul esai salah satu teman saya saat mendapat tugas PPKn di SMA dulu, “Negeri 1001 Masalah”. dan Indonesia? Negeri seribu satu bencana.
    @Aisar -> Iya deh, yg udah tobat jadi pembalap😛
    @Sony HP -> Weis..ngeri ngono kowe saiki, le! Hehe…
    @Prazze -> Mari!!!
    @Night Walker -> Waduh…ini mah bukan curhat lagi, tapi udah menjajah blog orang. Hehe, piss ah..Nggak apa-apa kok. Iya sih, kalo dipikir-pikir sebenarnya Indonesia belum bisa dibilang “bangkit”. Terbukti keadaaan kita masih carut-marut dan secara non-fisik kita masih dijajah bangsa lain. Yah, selama hukum Tuhan belum ditegakkan, keadaan akan sulit untuk dipulihkan🙂

    Reply
  6. panahlah bintang…
    walaupun panahmu tidak akan sampai
    paling tidak panahmu telah melesat lebih tinggi
    daripada bila kamu memanah sejajar dengan tanganmu

    dream big,start small,act now for Indonesia-lah

    Reply
  7. mn

     /  June 2, 2008

    recycle kan orang Indonesia belum bisa tuh…!!!
    jadi reuse n reduce aja deh…!!
    trus buang sampah pada tempatnya….

    Reply
  8. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Convivial

    Reply
  9. gnul

     /  June 27, 2008

    cita-citaku bagai bintang kecil dilangit.
    Ketika dilihat oleh orang lain seperti kurang berharga.
    Bintang yang letaknya paling jauh, kelihatan sangat kecil.
    Padahal bintang itu bisa sangat besar.
    Ingin kugapai cita-citaku walaupun sejauh dan sesulit apapun.
    Walaupun dilihat orang hal itu kurang begitu berharga.

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: