Sepenggal Kisah PLO


Hari ini penutupan PLO, Profession and Leadership Orientation, nama kerennya kaderisasi STEI ITB 2007. Tunggu cerita saya nanti ya..Hee. Ada inspiring quote yang dilontarkan Benny, mentor kelompok saya, kemarin:

“Jangan pernah berpikir kita harus bisa mempengaruhi orang karena itu bikin kita merasa paling bener.Berpikirlah untuk menyadarkan orang lain terhadap realita”

Paradigm better than doctrine.

Suatu hari, 18 hari sebelum SPARTA HMIF (nah, yang ini nama kerennya kaderisasi di prodi saya) :
Hoahem…jadi malas nih ngelanjutin cerita seputar PLO🙂

Leave a comment

6 Comments

  1. halo halo.. lama gak mampir kesini. piye kabare kiii?

    Reply
  2. ghe2

     /  June 18, 2008

    agak mirip..
    “menyadarkan orang terhadap realita”
    bukannya biasanya pandangan kita tu yg kita anggep paling bener?
    Jadi, biasanya yg kita anggep realita itu pandangan kita kan?

    Ato mungkin maksudnya :
    realita = objektif
    doktrin = subjektif ?

    Reply
  3. wahyukresna

     /  June 20, 2008

    paradigm better than doctrine??? belum tentu, tregantung siapa orangnya., kalo yang punya paradigma orang yang idealis dan terlalu berobsesi tu sama aja dia penebar doctrin. tapi kalo doktrin itu bagus, bisa jadi lebih bagus dari paradigma seseorang lho…

    Reply
  4. “Jangan pernah berpikir kita harus bisa mempengaruhi orang karena itu bikin kita merasa paling bener. Berpikirlah untuk menyadarkan orang lain terhadap realita.”

    Atau

    Jangan pernah berpikir kita harus menyadarkan orang lain terhadap realita karena kadang apa yang kita kira merupakan realita bukanlah realita yang sesungguhnya.

    PS: menurut saya, “menyadarkan” merupakan suatu bentuk “mempengaruhi” juga.
    Karena mentor telah “inspiring” Saudari, jadi mentor telah “menyadarkan” Saudari, dan otomatis dapat saya katakan, mentor telah “mempengaruhi” Saudari.

    Just in my humble opinion ^_^

    Reply
  5. @fisha17->Baik,baik🙂

    @ghe2->Yah, kurang lebih seperti itulah🙂

    @wahyukresna->Weis, men-judge nih..saya juga orang idealis, tapi maaf ye saya bukan penebar doktrin😛 Berarti kalo kaya gitu kasusnya bukan tergantung orangnya dunk, tapi bagaimana kita menilai suatu hal itu paradigma atau doktrin…mungkin saja orang idealis yang kamu maksud sedang berusaha mempengaruhi paradigma orang lain, tapi kamu mengganggap dia sedang mendoktrin…yoi, setuju. Memang ada doktrin yang lebih baik dari paradigma seseorang. Misalnya, doktrin ajaran agama yang harus kita yakini, karena keterbatasan kita sebagai makhluk Tuhan. Ada hal2 di luar jangkauan kita kan. Tapi dari hasil sharing kelompok saya waktu itu sih, hal2 seperti itu lebih tepat disebut sebagai kebenaran mutlak.

    @Ade Bayu-> Mirip2 sama ghe2. Eh, saya tidak merasa tersadar atau terpengaruh lho..saya hanya menyampaikan inspiring quote kan😛

    Reply
  6. ijin nge-fetch blognya di http://blogs.gamais.itb.ac.id🙂

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: