Tentang Sekolah Pra Nikah


Pernah dengar sekolah pra nikah? Kalo belum pernah,saya akan membuat agar setidaknya Anda pernah membacanya di blog ini🙂 Karena saya pikir sekolah ini menarik untuk diikuti Anda-Anda yang masih berstatus “belum menikah”. Hihihi, ya iyalah namanya saja “pra”, masa menariknya buat bapak-bapak ibu-ibu yang sudah menikah, walaupun sebenarnya nggak ada larangan juga sih buat mereka kalo pengen ikutan😛 Saya ingin sedikit berbagi di sini, karena kebetulan bulan Agustus lalu saya dinyatakan lulus dari pendidikan Sekolah Pra Nikah yang diadakan oleh Lembaga Muslimah Salman. Eh, bukan kebetulan juga ding sebenarnya. Memang sengaja ikut biar bisa mempersiapkan diri menjadi ibu dan istri sejak dini😀 Ahaha, ya sudah lah daripada semakin ngalor-ngidul langsung saja deh ceritanya…

Sekolah Pra Nikah atau biasa disingkat SPN adalah sebuah pendidikan mengenai tata cara persiapan menikah, pelaksanaanya, dan kehidupan berumah tangga setelahnya menurut syariat Islam. Ini definisi yang saya buat sendiri. Tapi, kurang lebih seperti itulah SPN. Kita sesungguhnya belajar segala sesuatu yang berhubungan dengan menikah, baik itu sebelum, ketika, maupun setelah ‘prosesi’nya menurut tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW, hasil ijtihad para ulama, dan yang tentu saja diberitahukan Allah secara implisit atau eksplisit di Al Quran. Saya kurang tahu pasti apakah sekolah ini sudah banyak diadakan oleh instansi-instansi Islam di daerah lain, tapi jika Anda berdomisili di Bandung dan ingin mengikutinya coba saja datang ke Salman ITB, tepatnya di LMS-nya (Lembaga Muslimah Salman). Setiap tahun, dibuka tiga kali pendaftaran. Lama pendidikan sekitar dua-tiga bulan. Ada infaq yang harus dibayarkan, tapi saya tidak akan menyebutkan harganya di sini. Nggak etis😛 Yang pasti terjangkau, kalo tidak mana mungkin saya bisa ikutan. Hehe. Sistem sekolahnya sama aja kaya sekolah-sekolah pada umumnya, kita masuk kelas seminggu sekali untuk belajar, mendengarkan materi dari ustadz dan ustadzah keren yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Seluruh peserta punya jam belajar yang sama, masuk perdananya juga barengan, that’s why ada nomor angkatan untuk setiap periode. Saya sendiri termasuk angkatan muda di SPN Salman, angkatan ke-3. Padahal umur masih 19 tahun. Hehe.

Oke, saya tahu Anda udah gatal pengen tahu materi SPN apa aja. Saya harus nyontek sedikit ke kurikulum untuk mendaftar judul-judul di bawah ini:
1. Konsep pernikahan
Konsep pernikahan dibutuhkan untuk membangun pemahaman awal peserta terhadap pernikahan. Di materi ini dijelaskan falsafah pernikahan, landasan pernikahan (termasuk visi dan misi menikah->referensi visi dan misi yang baik…hehe), manfaat, motivasi, dan konsep umum pernikahan)
2. Persiapan diri pra nikah
Materi ini sebenarnya adalah overview dari materi-materi lain yang dikupas di pertemuan-pertemuan berikutnya. Persiapan diri ini mencakup tiga potensi manusia yaitu ruhiyah(moral dan spiritual), fikriyah (konsepsional dan intelektual), dan jasadiyah (fisik). Selain itu, ada pula aspek yang juga menjadi pembeda antara mereka yang sudah menikah dan belum menikah, yakni maaliyah (materi dan finansial).
3. Prosesi pernikahan
Materi yang satu ini seru banget, karena kebanyakan peserta masih berada di tahap ini atau sebelum tahap ini. Saya ingat waktu itu cukup banyak yang mengajukan pertanyaan. Sesuai judulnya, di materi ini dibahas mulai dari ikhtiar mencari jodoh dan tata caranya, tata cara ta’aruf(mengenal pasangan), tata cara khitbah, tata cara pernikahan yang Islami (akad nikah dan walimatul ‘urusy), komunikasi efektif dengan keluarga besar untuk menuju pernikahan, sampai adat-istiadat dalam pernikahan jika dikaitkan dengan hukum Islam. Selain itu, ada pula materi mengenai hikmah pernikahan dari segi individu suami istri dan masyarakat.
4. Psikologi Adam-Hawa
Yang ini juga nggak kalah seru. Kalo Anda udah pernah baca buku “Man from Mars, Woman from Venus” Anda pasti menemukan kejutan-kejutan di dalamnya, bahwa betapa uniknya Tuhan menciptakan kaum Adam dan Hawa. Mirip dengan baca buku itu, di SPN kita juga akan dibukakan pikiran bagaimana psikologi kaum Adam dan Hawa. Bedanya, sang narasumber di sini berbicara dengan sudut pandang suami dan istri, bukan sekedar antara wanita dan pria. Contoh-contoh kasus yang diberikan pun sangat realistis karena sang narasumber yang notabene sudah menikah juga pernah mengalaminya. Haha. Waktu dengerin contoh-contoh kasus mengapa pria suka begini dan wanita suka begitu, saya jadi ingat sama ayah ibu saya tuh. Ealah, ternyata di mana-mana permasalahan antara suami istri itu rata-rata sama aja toh…hihi.
5. Hak dan kewajiban dalam berumah tangga (hak dan kewajiban suami istri)
Siapa bilang sebelum menikah kita nggak perlu mempelajari apa hak dan kewajiban seorang suami atau istri? Justru penting banget nih, karena kalo kita udah paham peran dan posisi kita sebagai suami atau istri orang lain kelak, kita bakal lebih hati-hati dan siap-siap dari sekarang. Dengan mengetahui segala konsekuensi menjadi suami atau istri, kita juga akan mampu memutuskan dengan pasti apakah kita sudah siap menikah atau belum.
6. Persiapan kesehatan pra nikah
Materi ini disampaikan secara terpisah antara pria dan wanita (ya iyalah kan organ reproduksinya beda :P). Cakupan bahasannya antara lain mengenai gaya hidup sehat, sanitasi makanan dan tempat tinggal, kesehatan reproduksi, persiapan medis sebelum menikah, dan perawatan tubuh. Seru? iya dong…apalagi karena peserta dan narasumber ‘satu jenis’ semua, peserta bisa bebas blak-blakan kalo mau nanyain hal yang sangat pribadi sekalipun.
7. Perencanaan finansial pra dan pasca nikah
Berkeluarga butuh modal. Nggak ada orang yang mau hidup menderita bersama-sama kan di dunia ini. Memang sih, yang paling penting dalam suatu pernikahan itu adalah niat dan cinta. Tapi, kalo nggak punya duit, gimana mau makan sehari-hari? gimana mau membesarkan anak? nggak mungkin kan kalo cuma pake cinta…hehe. Yup, di SPN kita bakal dapat materi bagaimana membangun kemapanan finansial kita, baik sebelum maupun setelah menikah, demi menuju keluarga yang berkualitas. Tanpa dikaitkan dengan urusan pernikahan pun, materi perencanaan finansial ini juga penting banget buat mahasiswa yang mayoritas hidup merantau dengan uang kiriman dari orang tua.

Waduh, udah banyak banget ya saya ceritanya…nggak kerasa😀
Salah satu pertemuan yang berkesan bagi saya selama SPN adalah ketika materi hak dan kewajiban suami istri. Ceritanya waktu itu narasumber yang seharusnya memberi kami ‘kuliah’ berhalangan hadir, sehingga digantikan oleh seorang ustadz kece (meminjam istilah Nur) yang baru dua tahun menikah. Namanya Ustadz Nur Tsalis. Ustadz ini, walaupun pada akhirnya hanya berbicara sekitar satu setengah jam dan tidak membicarakan materi hak dan kewajiban S/I, beliau membuka banyak wawasan saya mengenai pernikahan. Beliau sempat bertanya, kenapa sih harus ada SPN? kemudian dijelaskannya bahwa ada fakta yang sangat ironis di Indonesia, yaitu dari dua juta pernikahan keluarga yang terjadi setiap tahunnya, 10%-nya berakhir dengan perceraian. Wih…serem kan. Hal ini di antaranya disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

-pergeseran paradigma dari pernikahan yang seharusnya merupakan hal agung dan sakral, kini menjadi hal yang biasa saja
-orang tua kurang respek dalam membimbing anaknya yang sudah berusia siap untuk menikah, kebanyakan orang tua saat ini malah lebih sibuk mengurusi kriteria jodoh anaknya, bagaimana pesta pernikahan anaknya, dsb dibandingkan dengan memberikan ilmu tentang pernikahan yang dibutuhkan si anak sebagai bekalnya
-dampak globalisasi, misalnya: bebasnya berita tentang pernikahan dan perceraian artis atau tokoh masyarakat yang menjadi teladan buruk bagi masyarakat

Nah, di sinilah peran dan fungsi SPN. Untuk menghindari hal-hal di atas terjadi, tentu saja dibutuhkan pendidikan yang dapat mengarahkan masyarakat ke jalan yang lurus dan benar. Halah. Dengan ilmu, kita akan dapat melangkah dalam segala hal dengan penuh kehati-hatian, termasuk dalam pernikahan. Bayangkan kalo semua pasutri di dunia ini bisa sungguh-sungguh memaknai arti pernikahan mereka, nggak akan ada tuh yang namanya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Huehue.

Oh, baru pada pertemuan keempat itulah mata saya terbuka kenapa diadakan sebuah sekolah pra nikah. Saya jadi ngerasa beruntung bisa ikutan belajar di SPN. Tertarik ikutan juga? Bulan November besok akan dibuka pendaftaran lagi untuk angkatan keempat. Datang saja ke LMS Salman, ITB. Saya bukan promosi lho…hanya membantu memberikan informasi yang semoga bermanfaat🙂

Leave a comment

25 Comments

  1. Dah siap nikah donk sekarang? Hihi…

    Reply
    • Hayatuna123

       /  April 4, 2016

      Asslamu’alaikum ukhti slam ta’aruf afwan klo sy berani masuk krena ada tujuan baik insya allah lngin segera nkh klo ukhti ga kberatan sy taaruf.jazaklloh…

      Reply
      • hayatuna

         /  April 4, 2016

        sy dg ikhwan dr garut lg mencari pendamping/clon istri.

        Reply
  2. no comment, Ga…

    cuma mau ketawa :))

    Reply
  3. Cie.. tinggal cari calon…😀

    Reply
  4. total berapa pertemuan c? dari dulu pengen ikut, tapi jadwalnya ga match..😥

    Reply
  5. Ketoke saya kemarin dah komentar di sini je? Kok ilang.. XP
    Mari segeraaakaaan😀

    Reply
  6. menikah sama dengan menikung. bedanya kalau menikung akhirannya ung kalau menikah akhirannya ah.

    tapi kalau ramadhan akhirannya adalah lailatul qadr

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/09/18/bom-di-malam-lailatul-qadr/

    Reply
  7. @reiSHA-> Nggak gitu juga sih😛 Belum siap, Kk…orang lain sibuk sm tubes masa saya mo MT (Makan Temen) nikah duluan. Haha.
    @restya-> Apa sih..Ga jelas nih..nggak usah segan2,Res,kalo mo komentar. Kek ama siapa aja. Hehe.
    @Ivan-> Calon apa ya, Van? Calon gedung maksudnya? Huehehe..piss ah.
    @Ikhfa-> Sekitar 8-10 kali pertemuan lah, dua bulanan. Ikutan sekarang aja, ntar keburu lulus loh..abis lulus kan jatahnya nikah, masa ntar baru ikut sekolah pra nikahnya😀
    @tren di bandung-> Ini maksudnya cuma mo promosi blog ya?(-,-‘)

    Reply
  8. @Ega : ho… gitu ya, Ga. Ywd deh komen. Saudara2 semuanya…Ega udah punya calon, lho. Ha3.
    (Restya juga…dari lahir malah udah punya calon😛 )

    Klo kata Andreas Harefa… SPN itu baru belajar tentang…
    Kapan mw belajar menjadi?? (Kapan nikah???)

    Reply
  9. Ciehh, undang2 ya ntar kalo udah nikah😛

    Reply
  10. Restya juga…dari lahir malah udah punya calon😛

    Jadi inget teoriku tentang jodoh..
    Sebenernya, jodoh yang diberikan pas qt lahir bukanlah korespondensi satu-satu. Jodoh itu bukan “si A nikahnya harus sama si B”, karena klo demikian halnya :
    1. Manusia bukan sebagai decision maker, bukan sebagai individu yg bebas memilih
    2. Ga ada poligami dung😛

    Kenyataannya kan 4w1 banyk ngasi qt pilihan hidup, alternatif yg bebas qt tentukan, dari yg plg umum : “fa alhama fujuuroha wa taqwaha” mpe yg spesifik kek memilih pasangan hidup

    So, sbenernya qt punya bnyk “jodoh” di dalam kehidupan ini🙂 Bisa jadi some of them ada di antara temen2 dket qt sekarang, rekan-rekan di himpunan/unit yg qt ikuti, atau memang orang-orang di luar sana yg blum kita kenal.

    Makanya res, saranku : klo kamu udah ngerasa klop sama seseorang yg “diduga kuat” jodohmu, buru-buru ditetapkan. Sblom dia di-claim sama “jodoh”-nya yang lain hahaha…

    kapan2 aku buka http://www.konsultasicinta.com deh😀

    Reply
  11. adi inget teoriku tentang jodoh..

    ho3…aq ga bisa didoktrinasi😛

    emang bukan satu-satu…but jadi muncul pertanyaan…

    “bukankan Allah telah menetapkan rezeki kita juga?”…
    means walaupun kita diberi kebebasan untuk memilih, Dia telah tahu siapa yang bakal dipilih… (dan itu terbatas…ditentukan sejak sebelum lahir…hoho)
    CMIIW😛

    Reply
  12. “bukankan Allah telah menetapkan rezeki kita juga?”…

    Iya, rezeki juga..
    Tapi kan banyak pintu-nya.. dan yang milih pintu itu kita atau Dia?🙂

    Reply
  13. @knightDNA -> iya, gampang lah…mo daftar ga jadi panitianya? kan lucu kalo fotografernya dari divmed😀
    @aisar -> ini teroi yang nomor berapa yah?😀
    @restya -> lho, kok ngerasa didoktrin? coba dihayati lagi penjelasan aisar..keknya kalian sebenernya searah deh maksudnya..ya udah lah😀

    Reply
  14. Eeeaaa…

    Aisar napa nimbrung2 disini?PErgi jauh sono..

    Reply
  15. eh apa ini ngusir-ngusir, wong yang punya blog aja seneng kok😛

    Reply
  16. kerlip

     /  October 10, 2008

    cieh2..kalo udah ada calon disegerakan atuh mbak
    daripada daripada kan ya?

    eh, digawe piala bergilir aja kelas kita..
    ega yg menang d..^^

    Reply
  17. ^_^ bismillah…

    Makasih infonya.

    Dari tahun kemaren pengen ikutan. Cuman gak sempet-sempet. Susah kalo musti pulang pergi Jakarta-Bandung.

    Oia.. boleh OOT yach…
    Ust. Nur Tsalis yang pengurus DKM Daarut Tauhiid itu bukan? Saya barusan coba buka link yang dicatutkan pada tulisan diatas. Tapi kok masih blog kosong yach? Kalo boleh, saya minta alamat blog, FS beliau. Makasih.

    Reply
  18. hmmm

    keren ya …
    Ga, ditunggu undangannya lho …

    jadi ada ide, ksai mengadakan sekolah pra nikah😛
    nanti saya jadi orang pertama yang daftar [halah]

    Reply
  19. nakke

     /  April 15, 2009

    keren juga

    boleh g aku diundang untuk lebih mentaati syarih islam

    Reply
  20. bowok

     /  December 28, 2012

    jadi pengen ikut mbak…..heheheheh

    Reply
  21. melayani jasa & konsultasi masalah: karir,pnglarisn,jual rmh/tnh agr laku,azimah bnda bertuah,dll.silahkn knjungi website:
    http://mahkota-hati.mywapblog.com/

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: