Papa dan Teknologi


“Ga, gimana caranya nge-print email?”

“Postal code itu diisi apa ya?”

“Ga, tolong bikinin email buat Fio, tadi dicoba kok gagal terus, balik ke halaman sign up lagi. Fio lagi gemar ngenet. Katanya mau bikin friendster.”

papaItu sms-sms dari Papa saya kemarin. Wah, saya senang Papa sudah berubah sekarang. Dari Papa yang gaptek pisan, sekarang jadi Papa yang sering ngoprek komputer dan internet. Baru sebulan ini Papa saya benar-benar mau mempraktekkan teori dalam buku-buku komputer di rumah yang udah seabrek banyaknya tapi selama ini nggak pernah dibacanya. Hehe. Sejak libur lebaran kemarin, Papa mulai bersungguh-sungguh membuka lembaran barunya menjadi orang yang melek teknologi. Tentu saja ini kebahagiaan buat saya mengingat dulu Papa seorang yang selalu punya seribu alasan untuk menghindar dari “belajar menggunakan komputer”…

Kalo Anda adalah seorang mahasiswa Informatika tingkat tiga yang berasal dari keluarga pedagang dan memiliki dua orang tua yang gaptek habis, bahkan pakai komputer pun belum pernah, apa yang akan lakukan? at least, ada nggak yang Anda inginkan dari mereka sehubungan dengan status Anda sebagai bagian dari masyarakat yang sangat amat dekat sekali dengan teknologi? Pasti ada lah ya…

Saya sendiri contohnya, dari dulu pengeen banget lihat Papa atau Mom asik mencet-mencet keyboard komputer. Saya pikir bakal mudah membuat mereka tertarik dengan barang multifungsi satu itu, apalagi udah dipamerin internet. Tiap kali pulang kampung, saya selalu nawarin ke mereka buat ngasih tutorial komputer. Yah, minimal bisa ngetik dokumen di M*c**s**t Word atau Excel lah. Lumayan buat mendokumentasikan hasil usaha di toko. Tapi ternyata nggak gampang ngajakin mereka belajar komputer. Alasan mereka pasti “ah susah, lagipula aku kan nggak terlalu butuh itu, kecuali kalo kerja kantoran” , baik Papa atau Mom, sama aja jawabannya kaya gitu. Sampai tahun kedua saya kuliah, Papa sama Mom baru mulai tertarik dengan internet. Ketertarikan ini juga dipicu oleh cerita blog saya dan sodara-sodara saya yang pernah ngakses blog  atau situs saya. Sayang, rasa tertarik itu nggak ditindaklanjuti oleh mereka dengan memohon-mohon ke saya buat diajarin internet kek, atau sekedar nanya gimana buka internet kek, atau ngajakin pergi ke warnet kek. Nggak pernah sama sekali. Sampai waktu pun berlalu…

Mulai menginjak tahun ketiga saya di informatika, tekad saya untuk ‘mengomputerisasi’ keluarga saya makin menjadi. Target minimal saya sebenarnya sih Papa, Mom, dan adik-adik jadi terbiasa menulis dokumen di komputer. Target maksimalnya, mereka bisa chatting dengan saya. Serangan pun mulai dilakukan. Beruntung, tanpa dipaksa, Papa saya tiba-tiba minta dibikinin email. Waktu itu Papa butuh dibikinin teks pidato untuk orasinya di pesta perpisahan SD adik saya. Gaya…Papa jadi ketua panitianya. Haha. Eh, pas email udah dibuatin, Papa ternyata malas bukanya. Ya sudah, akhirnya alamat itu nganggur begitu saja. Nggak lama setelah itu, seperti yang saya ceritakan di atas, setelah lebaran Papa minta diajarin caranya bikin email. Kali ini rupanya Papa sungguh-sungguh. Gara-garanya, pas beliau reuni sama teman-teman SMA-nya, mereka bikin kesepakatan bahwa silaturahim mereka termasuk pengumuman-pengumuman seputar kegiatan sesama alumni akan diberitahukan via email dan milis. Alhasil, Papa saya yang belum punya alamat email pun kalang kabut dan langsung minta diajarin bikin email. Lucunya, saat mengisikan data pengguna email itulah saat-saat pertama kalinya Papa mengetik dengan komputer! Huruf demi huruf pun harus dicarinya satu per satu. Hebat kan! Papa mana lagi coba yang pelajaran pertama menggunakan komputernya dengan cara mendaftar email😀

Leave a comment

8 Comments

  1. iyaa… ayah saya juga rada gaptek….

    tapi saya seh bukan males ngajarin… cuman emang gak terlalu butuh, karena ibu saya melek komputer. jadi ada yang bisa bantu-bantu kalau ngetik. hehe.

    Reply
  2. kok fs ?
    facebook la:mrgreen:

    Reply
  3. Larsa

     /  November 19, 2008

    kalau aku malah diajarin ayah tentang semua hal yang berhubungan dengan komputer. Ayah saya juga yang membuat saya berminat masuk IF. Pokoknya segala minat n kemampuan yang saya peroleh sekarang ini semuanya dimulai dari ayah saya. I really owe him a lot, both in my past, in present, and in the future.

    Long live in memorial..

    Reply
  4. Hmm,.
    Tampaknya memang tak semua yang kita ketahui diketahui juga oleh orang lain ya,.😀

    Reply
  5. sama ky Larsa.. diajarin komputer sama ayah.. Sekarang jg kalo malem masih di kampus pasti di YM disuruh pulang..

    @Larsa : mengharukan…

    Reply
  6. Ardianto

     /  November 20, 2008

    Ayah saya sih nggak gaptek..
    Dia dulu yang ngajarin saya pakai DOS, Lotus 123, Wordstar…
    Hingga zaman beralih ke kedigdayaan Microsoft…

    *tahun berapa itu yah*

    Reply
  7. YOU’VE BEEN TAGGED!!!!!!
    Lihat postingan terakhir IcaL, Andru atau si Nanto untuk Lebih jeLasnya,.😀

    Reply
  8. you’ve got tagged jg dari gw, hehehe!!!! congratz…. untuk rules nya baca blog gw yakk,,, yg judulnya dapet dan nerusin -TAG, gyahahhahaha😀

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: