Perang Tak ‘Kan Usai Sampai Palestina Mulia


Tiada ku sesal berdiri di tepian jalan
Walau hanya batu senjataku melawan engkau
Ini negeriku dan kami pantas berontak
Perang tak kan usai sampai Palestina mulia
Kusadari sebiadab apa dirimu
Dan kau perlu tahu ada Allah di atas sana

Aku kencang berlari, biar kuhadang dengan apa yang kupunya
Bunuh saja tubuh ini
Biar ku syahid, itu mati yang mulia
Barisan kami pemuda Palestina 

Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang tak kan usai sampai Palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi

snapshot-of-gaza1

Lagu “Pemuda Palestina” itu kini terngiang-ngiang lagi. Dulu, waktu pertama kali dengar lagu ini, saya adalah seseorang yang tidak bisa merasakan getaran apa pun kendati liriknya sarat makna dan menyentuh. Tapi sekarang saya bahkan bisa sampai menitikkan air mata saat mendengarnya. Bukan hanya sekedar sedih melihat perang berkepanjangan di sana, saya juga malu dengan saudara-saudara muslim saya di sana yang begitu gigih berjuang, sementara saya di sini yang hidup dengan damai tenteram sejahtera masih suka ngeluh ketika berada dalam kondisi-tidak-nyaman-yang-tentu-saja-jauh-dari-ketidaknyamanan-yang-ada di-sana.

Ya, inilah tulisan pertama saya tentang Palestina. Saya merasa perlu menulisnya karena hari ini terhitung sudah hari ketigabelas berlangsungnya serangan di sana. Israel sudah mengepung Gaza dari berbagai arah, darat dan udara. Sementara Palestina a.k.a. Hamas juga mengatakan tidak akan ada gencatan senjata dan berjanji memberikan kemenangan bagi rakyat Palestina. Itu berarti tanda-tanda berhentinya huru-hara di sana belum ada dan bahkan keadaan yang jauh lebih gawat yang mungkin akan terjadi. Berbekal pengetahuan saya yang minim tentang permasalahan ini (karena hanya sepintas-sepintas saja dalam mengakses beritanya), saya akan mencoba merangkum hal-hal seputar konflik Palestina-Israel yang pernah saya lihat, dengar, dan rasakan.

Sejarah peperangan antara Palestina dan Israel sebenarnya sangat panjang, kronologisnya dapat dibaca di sini. Kita mungkin sudah bosan dengar beritanya sampai-sampai kita bisa mati rasa terhadapnya. Namun, sebagai bagian dari masyarakat dunia yang tidak hidup sendiri, tanyakan pada hati kita, masihkah kita bisa menutup mata melihat perang kali ini adalah yang terbesar sejak sepuluh tahun terakhir dan sudah banyak membuat korban dari pihak sipil jatuh? Hal yang perlu kita garis bawahi di sini adalah perang besar yang meletus lagi saat ini justru terjadi tidak lama setelah masa gencatan senjata Palestina-Israel habis. Kadang jadi mikir nggak sih kalo gencatan senjata dalam perang seolah-olah seperti pengunduran waktu untuk perang yang lebih hebat saja? atau kesempatan bagi pihak yang berperang untuk mempersiapkan strategi yang lebih dahsyat lagi…

Gencatan senjata terakhir Palestina dan Israel berlangsung sejak Juli 2009. Namun selama itu pula, Israel ternyata masih memblokade jalur Gaza. Akibat blokade itu, rakyat Gaza menderita karena kesulitan mendapatkan kebutuhan utama sehari-hari seperti makanan dan bahan bakar, terutama solar yang penting bagi pembangkit listrik diesel di Gaza. Inilah yang menyebabkan kelompok pejuang Palestina yang dicap Israel sebagai teroris, Hamas, geram. Setelah gencatan sejata berakhir pada 19 Desember 2008, serangan Israel dilancarkan ke Palestina dengan dalih melindungi warga Israel dari tindakan terorisme Hamas. Serangan pertama Israel inilah yang tidak banyak terekspos media massa, sampai akhirnya Hamas membalas serangan tersebut dengan roket dan martir bertubi-tubi ke Israel. Dunia pun tersentak kembali. Media massa meliput dengan berbagai versi cerita. Namun, jika kita perhatikan, ada beberapa hal yang tidak terbantahkan di media massa mana pun, bahwa:

  • Israel mengklaim hanya berperang dengan Hamas, bukan rakyat Palestina dan mengatakan tidak ingin menyerang warga sipil
  • kenyataannya Israel melakukan serangan yang luar biasa besar dan dianggap tidak berimbang dengan serangan yang dilancarkan Hamas sehingga bukan hanya pihak Hamas yang menjadi korban tetapi juga warga sipil, bahkan Israel mencegah bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza*
  • dunia internasional (kecuali AS, Israel sendiri, dan beberapa negara Barat lainnya) mengecam serangan Israel**
  • PBB sudah berkali-kali diminta untuk menangani kasus Gaza tapi belum membuahkan hasil
  • pihak Israel memandang Hamas teroris dan akan melakukan cara apa pun demi memerangi Hamas
  • sedangkan pihak Hamas memandang Israel telah menjajah negerinya dan melakukan pembunuhan massal di tanah Palestina sejak lama tapi warga dunia tidak ada yang membantu sehingga mereka menganggap berhak untuk menggunakan cara mereka sendiri, termasuk bom bunuh diri (cara ini yang diklaim Israel sebagai tindakan terorisme yang membahayakan mereka)

 

Sampai kemarin, sudah 689 warga Palestina yang meninggal, baik warga, sipil maupun pejuang Hamas, termasuk 220 di antaranya anak-anak. Sementara di pihak militer Israel, jumlah pasukan mereka yang mati juga terus bertambah. Yang perlu kita ingat, walaupun persenjataan Hamas mungkin tampak tidak selevel dengan bom dan tank Israel, mereka punya pola perjuangan dan ideologi kuat yang tidak akan bisa dipatahkan sekalipun anggotanya terserai berai. Ditambah lagi, Hamas sudah ‘pengalaman’ ikut melawan Israel bersama Hizbullah beberapa waktu lalu. Hasilnya, Hizbullah berhasil memukul mundur pasukan Israel dari Lebanon dengan kemenangan yang sangat manis. Allahu akbar!

“Kehendak Gerakan Hamas dan Perlawanan untuk membebaskan rakyat Palestina tidak akan hancur menghadapi kebiadaban Israel dan serangannya. Meskipun mereka memblokade kami di Gaza, yang menjadi penjara terbesar di dunia.” Demikian ditegaskan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Misy’al kepada barat dalam wawancara dengan harian Inggris The Guardian, edisi Selasa (6/1). Dia juga menyatakan gerakannya siap untuk melakukan gencatan baru dengan Israel dengan persyaratan yang sama sebagaimana tuntutan sebelumnya. Namun setelah semua pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

Kepada seluruh dunia, khususnya kepada Barat, Misy’al menjelaskan penderitaan yang dialami rakyat Palestina. Dia menegaskan, “Sudah lebih 18 bulan terjadi blokade darat, laut dan udara terhadap satu setengah juta Palestina di dalam penjara terbesar di dunia. Tak seorangpun boleh keluar, bahkan pasien sekalipun.”

Setelah blokade ini, lanjutnya, “Terjadi serangan membabi-buta ke Gaza yang sudah menderita dari segala hal. Tanpa ampun, pesawat-pesawat tempur Israel membombardir segala sesuatu. Bangunan-bangunan pemerintah dihacurkan, masjid-masjid diluluh-lantakkan di atas para jama’ahnya, rumah sakit-rumah sakit dibombardir, sekolah-sekolah dan pasar-pasar diratakan di atas siswa dan orang-orang yang ada di dalamnya.”

Dia mengatakan, “Selama sepuluh hari agresi, sudah lebih dari 540 orang gugur dan sekitar 3000 orang terluka, sepertiganya adalah kaum wanita dan anak-anak. Ditambah lagi keluarga-keluarga yang seluruh anggotanya dilumatkan saat mereka sedang tidur.”

Misy’al menegaskan bahwa gerakan Hamas bukanlah pihak yang bertanggung jawab atas berakhirnya gencatan senjata, di mana Hamas selalu komitmen selama 6 bulan masa gencatan. Meskipun Israel melanggarnya dengan serangan dari waktu ke waktu dan tetap gigih melanjutkan blokade yang mencekik Jalur Gaza sejak sekitar satu tengah tahun.

Misy’al menilai kebohongan klaim yang dilontarkan Israel bahwa roket-roket perlawanan yang ditembakkan ke pemukiman-pemukiman Israel adalah alasannya melancarkan agresi ke Gaza. “Tepi Barat sama sekali tidak menembakan satu roket pun selama gencatan. Meski demikian, Israel telah membunuh 50 orang hanya selama tahun 2008 kemarin. Belum lagi jumlah korban terluka yang terus bertambah. Israel juga memperluas koloni-koloni pemukiman Yahudi di Tepi Barat.”

Dia mengatakan, “Israel menikmati selama gencatan senjata. Sementara rakyat kami sama sekali tidak menikmati apa-apa selama gencatan.” Dan setelah gencatan berakhir, lanjut Misy’al, “Gerakan Hamas menyatakan kesiapannya melanjutkan gencatan baru yang menyeluruh. Mencakup pembebasan blokade dan pembukaan pelintasan-pelintasan Jalur Gaza khususnya Rafah. Namun ajakan kami itu tidak mendapatkan jawaban kecuali telinga-telinga yang tuli.”

Misy’al kembali menegaskan kesiapan gerakannya untuk melakukan gencata baru dengan syarat yang sama dengan sebelumnya. Bukan syarat-syarat yang didiktekan Israel. Dan ini tidak akan terjadi kecuali setelah semua pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

Syarat-syarat yang dituntut Hamas untuk melaksanakan gencatan baru adalan pembebasan ribuan tahanan Palestina dari penjara Zionis Israel, penghentian permusuhan Israel yang berkelanjutan ke Jalur Gaza, pembebasan blokade, pembukaan pelintasan-pelintasan khususnya gerbang Rafah tanpa control Israel secara langsung maupun tidak langsung.

Misy’al mengatakan, “Sejatinya Israel menginginkan penghentian serangan dari satu pihak saja dan dia sendiri yang mengontrol rakyat Palestina. Sementara di sana tetap ada blokade, pelaparan, gempuran, pembunuhan, serangan dan perluasan pemukiman. Yang diinginkan Israel adalah agar korban menghentikan serangan.”

Kepada mereka yang menyerukan agar perlawanan menghentikan aksi-aksinya, Misy’al mengatakan, “Ini adalah logika tolol dan pandir. Mereka membebaskan agresor dan penjajah Israel yang bersenjata modern dan sangat mematikan dari tanggung jawab, sementara mereka mengecam korban, orang-orang yang dipenjara, yang mengalami serangan dan dirampas tanahnya.”

Misy’al mengaitkan antara awal tahun 2008 dan 2009. Bahwa di awal kedua tahun tersebut Israel melancarkan perang biadab terhadap orang-orang Palestina. Di tahun 2008, agresi Israel ke Jalur Gaza antara Januari dan Februari mengakibatkan lebih dari 140 warga Palestina di Jalur Gaza gugur. (infopalestina.com)

Perang, oleh siapa pun pelakunya, di negara mana pun, dengan latar belakang apa pun, selalu membawa derita dan trauma berkepanjangan pada masyarakat di wilayah konflik. Anak-anak di Gaza bahkan dilaporkan banyak yang tidak mau makan dan hanya diam ketakutan di rumahnya sendiri. Kondisi di Gaza makin hari semakin memprihatinkan. Melihat paradigma masing-masing pihak dalam melakukan perlawanan, tampaknya upaya untuk perdamaian akan tetap alot jika tidak ada salah satu pihak yang mengahalah. Benar apa yang dikatakan teman saya ini, mari kita doakan perdamaian. Bukan hanya berdoa agar salah satu hancur, tapi benar-benar berdoa agar perdamaian antara keduanya terwujud. Karena Allah lebih tahu dari kita kapan mereka yang benar akan menang dan mereka yang berbuat dzalim akan ditumbangkan oleh-Nya )

________________________________________________________________________________________

*baru kemarin Israel menyatakan akan melakukan “gencatan senjata” sementara selama tiga jam antara pukul 13.00 sampai 16.00 waktu setempat untuk memberi kesempatan bantuan kemanusiaan ke Gaza masuk
**Kompas hari ini menyebutkan bahwa di mana-mana terjadi aksi protes terhadap Israel di antaranya diusirnya dubes Israel untuk Venezuela, petenis asal Israel diminta mundur dari turnamen, atlet basket Nasional Israel dilempari penonton saat bertanding

 

Leave a comment

13 Comments

  1. menyambung komen di blog Budi, http://pranotobudi.wordpress.com/2008/12/28/saudaraku-di-palestina/

    “What can we do?”

    dan sekali lagi, di Palestina bukan hanya ada umat muslim, ada juga nasrani (lha kemarin aja ada misa di gereja pelastina disiarin di tv). Bagi Yahudi? sama aja la. semua di-kill.

    Kalau berharap Indonesia mengerahkan tentara untuk mengamankan jalur gaza. Bersiaplah krisis ekonomi lagi.. Pemerintah kita sudah terlalu lemah untuk menangkal pengaruh asing. Bagi pemerintah, mending diem saja. Silakan demo terus, nanti capai sendiri.

    Dulu di PBB, Cina dan Rusia mengusulkan menyerang Israel, tapi diveto oleh amerika. Hak veto terlalu kuat (sebuah pertanyaan dari SD kenapa ada hak veto >,<)

    “What can we do? crying? praying?, do nothing?”, saya tidak tahu jawabannya

    “mereka yang berbuat dzalim akan ditumbangkan oleh-Nya” pasti! tapi apa kita diam saja

    (note:kayaknya yang komen post ini bakal dikit deh)

    Reply
  2. tepan

     /  January 8, 2009

    Bukannya bangsa yahudi itu emang dilindungi Allah ya Ga? Coba deh pikir..

    Reply
  3. Benar, Nas. Yahudi memang tidak pandang bulu dalam menyerang.

    Iya tuh, harusnya detasemen 88 dikirim aja ke sana daripada paranoid nyariin bom di sana-sini tiap hari sementara hasilnya nihil. Kalo di sana kan mereka nggak akan nganggur, di mana-mana ada bom. Kalo ngirim mujahid dari mereka yang nggak terlatih ya jelas konyol lah. Pejuang Palestina nggak butuh orang-orang yang lemah. Mustinya emang tentara yang udah terlatih yang ke sana.

    Kita bisa berbuat sesuai kapasitas kita sekarang, misalnya:
    -mendoakan saudara-saudara kita di sana di setiap akhir sholat kita
    -menyebarkan isu tentang konflik Palestina dan Israel agar semakin banyak orang yang peduli
    -meningkatkan ilmu pengetahuan dan skill kita biar bisa menaklukkan para zionis itu lewat fikrah kita
    -membantu dalam bentuk uang, menyalurkan bantuan kemanusiaan
    dan lain-lain.

    (note:kayaknya yang komen post ini bakal dikit deh)

    Tepat sekali. Aku juga berpikir hal yang sama. Tiap kali nulis yang beginian emang selalu sedikit yang komen. Kalo topiknya tentang NIKAH ato pengalaman sehari-hari aja banyak banget tuh komennya.

    Reply
  4. @tepan:
    Hmm, iya gitu, contohnya gimana? yang aku tahu sih emang ada janji Allah yang intinya kaum Bani Israil diberi kelebihan oleh Allah. Kaum Yahudi turunan bani Israil, tapi masalahnya Bani Israil-nya udah beda dari bani Israil pas zaman rasul-rasul dulu. Sampai zaman Rasulullah aja, cuma tersisa dua orang keturunan asli bani Israil, salah satunya Waraqah bin Naufal, pendeta pamannya Khadijjah yang mengimani Rasulullah.

    Coba deh cari referensinya. Aku juga cuma dikasih tau ustadz soalnya. Kitab-kitab yang mereka anut udah banyak yang diedit, bukan kitab-kitab asli. Makanya wataknya juga udah beda ama Bani Israil asli.

    Reply
  5. Gini Ga, pernah denger ga cerita tentang kiamat nanti, dimana Si Dajjal itu kan akhirnya perang ama Imam Mahdi. Nah disitu dibilang kalo pengikutnya Dajjal yang awalnya bannyak, jadi tinggal dikit(70 orang kalo ga salah) dan itu semuanya dari Israel(Yahudi). Jadi gmana mungkin Israel bisa musnah klo mereka sudah dipastikan jadi salah satu “aktor” waktu kiamat nanti?

    Tapi walopun begitu emang bukan berarti Kita harus diem aja ama tindakan mereka.

    Reply
  6. @tepan-> iya, setuju, Pan…hmm, kalo yang pernah saya dengar sih, katanya kalo Palestina menang tuh berarti kiamat sudah dekat. Rasulullah pernah bersabda tentang itu. Untuk lebih jelasnya, aku nemu situs ini, silakan dibaca:
    http://www.mail-archive.com/media-dakwah@yahoogroups.com/msg07551.html

    Reply
  7. Iya Ga, jadi kalo aku rasa emang “belum saatnya” Kita menang. Dan memang belum saatnya Yahudi bisa dihancurkan. Tapi ya sekali lagi, itu bukan berarti Kita harus diem aja ama perbuatan mereka..

    Reply
  8. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

    Reply
  9. @dir88gun -> yah, klo anda mau flashback lagi ke belakang :

    kita harus mengakui bahwa seluruh wilayah yang sekarang dihuni oleh umat Islam, terutama di kawasan Arab, sekitar Laut Tengah, daerah Balkan, dan anak benua India-Pakistan adalah wilayah taklukan Islam. Dengan kata lain, wilayah yang dulu diperoleh karena proses pencaplokan melalui aksi militer.
    Memang ada dakwah damai melalui para ulama, kaum sufi, pedagang dan sebagainya. Tetapi misi dakwah berlangsung tidak secara independen. Ada aksi militer yang mendahului atau mengikutinya. (Ulil)

    Jadi siapa pemiliknya yang paling sah? wallahua’lam..

    Tapi saya setuju bahwa solusi yang paling ideal adalah yahudi dan arab dapat berdamai untuk masalah palestina ini.

    @ tepan + pemilik blog ->

    Udah lah, ga usah menimbulkan sentimen anti-yahudi yg berlebihan. Apa yg menjadi musuh kita sekarang adalah pemerintah Israel. 15 juta orang yahudi di seluruh dunia apa iya mendukung pembantaian massal di Gaza? Ngga koq, mereka sama dengan kita, mereka juga punya rasa iba, rasa kemanusiaan, mereka juga ada yang berprilaku lurus (QS.3:113), taat menjalankan agama mereka.

    Islam yang rahmatan lil alamiin, yang rahman, yang rohiim
    hanya dapat dicapai dengan cinta dan kasih sayang,
    bukan dengan tebasan pedang dan pertumpahan darah…

    Reply
  10. Zzzz

     /  January 28, 2009

    @aisar (+dir88gun jg)
    Betul banget, klo mo ungkit-ungkit pemilik sahnya siapa, sulit banget. Semua cara kepemilikan daerah itu emang dari dulu dari cara-cara perang. Pasti pada ga rela kan semua daerah itu dikasih ke Israel karena tanah leluhurnya kan disitu (kan Islam muncul setelah Yahudi).
    Yang penting, sekarang kita semua berusaha menyadarkan (entah caranya gimana) kedua belah pihak (ga cuma Israel aja), supaya Israel dan Hamas mau duduk membicarakan perdamaian bersama-sama.
    Klo bole usul nih, sdsepakati aja kalo daerah punya Palestina, ya punya Palestina. Punya Israel, ya punya Israel. Setidaknya sesuai konvensi taun 1967 atau 1948 (ga tau,rada sotoy,hehe..) yang dulu dibuat bersama PBB mengenai batas daerah Israel. Trus Israel jangan blokade perbatasan seenaknya (yang daerahnya bukan berbatasan dengan Israel). Terserah aja Hamas mo punya senjata ato ga (setiap negara kan boleh punya….), asal bukan buat nyerang negara lain. Hamas jangan seenaknya ngirim roket sehingga memancing kemarahan Israel (yang serangannya jauh lebih besar daripada yg dilakukan Hamas) sehingga rakyat Palestina yg ga tau apa2 jd korban. Hamas mendingan diputuskan aja, merupakan organisasi yg dilarang PBB ngga? Klo dilarang, ya ditumpas (tp jgn ampe perang lg dong…) ato dibubarkan. Klo ga dilarang, ya udahlah, jgn ada pihak yg kuatir.

    Lupakan dendam, lakukanlah perdamaian!! Mari duduk dan berbicara!! Jangan asal jihad!!

    Reply
  11. maya

     /  February 9, 2009

    pokoknya yang namanya israel tak ada hati, aku heran kenapa harus yang dibunuh kebanyakan anak-anak dan para wanita yang tak berdosa samp[ai-sampai masjid pun di hancurkan sungguh nggak ada perasaan

    benar tidak…………

    he….he…..he….

    Reply
  12. wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!! wallahi billahi kejam \nya israel…..sumpah kalau kita diam atas semua ini, maka tak ada bedanya kita ama hewan yg paling hina diantara hewan yang lainnya, dan bahkan lebih hina…g masuk akal tindakan israel terhadap palestina.
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

    Reply
  13. perdamaian memang harus dilakukan, yak gak?? akupun gak tau mana yg benar dan mana yang salah. menurutku indonesia wajib turun tangan dalam konflik antar Israel-Palestina kan??
    bukan hanya Indonesia saja, bahkan negara negara diberbagai benuapun harus..!!!!!

    terimakasih….

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: