Wanita Lebih Pintar dalam Multitasking?


Dialog 1

“Ga, udah beres desainnya?”
“Hah, belum lah, masih sibuk ngurusin proyek ini…lu kan juga harusnya”
“Lho, bukannya cewek tuh bisa multitasking ya?”
“Huuh…”

Dialog 2

“Gimana nih jadinya persiapan buat besok?”
“Ya udah, kamu yang urus presentasi, ntar saya urus logistik dan perizinan tempatnya”
“Ohya, jangan lupa tanyain juga soal jualan suvenir ITB-nya, pembagian SDM kita gimana, bla…bla…bla…”
“Subhanallah, kamu kepikirannya sampe sejauh itu, aku aja nggak kebayang, akhwat biasa multitasking ya!”

Krik! Krik!

Sejak itulah saya masih menyimpan pertanyaan, “emang iya ya ada hubungan khusus antara perempuan dan multitasking?”. Pasalnya, saya belum pernah ngeh sama gender based issue yang satu ini. Walaupun saya belum tahu pasti sebabnya apa sampai muncul stereotip seperti itu, saya mengakui hal itu ada benarnya juga. At least, it works for me! Hehe. Salah seorang sumber yang mengatakan pada saya, mereka (kaum hawa) disebut demikian karena seorang ibu rumah tangga dapat melakukan pekerjaan memasak, mengurus anak, membersihkan rumah, dan sebagainya sekaligus dalam satu waktu. Oke, masuk akal sih. Tapi saya nggak pernah memperhatikan apakah bapak-bapak tidak bisa seperti itu. Misalnya, ngecat pigora sambil dengerin musik atau diskusi sama anaknya tentang koneksi internet di rumah (haha, contohnya ‘saya banget’), masa nggak bisa sih mereka? Hmm, hmm, isu ini bikin saya jadi penasaran untuk mencari tahu apakah ada faktor X yang membedakan pria dan wanita dalam multitasking

masak sambil pose

multitasking: masak sambil pose

Kemampuan mulitasking wanita pernah diteliti oleh Brandy M.Criss dari Department of Psychology MWSU dengan judul “Gender Differences in Multitasking”.  Sebanyak 58 mahasiswa pada sebuah universitas di Midwest yang terdiri dari 25 pria dan 33 wanita dijadikan manusia percobaannya (bukan kelinci percobaan,hee..). Mahasiswa-mahasiswa uji coba tersebut diambil dari kelas bisnis, komunikasi dan psikologi.Peserta diberi selembar kertas bergaris dan ulasan buku yang sudah di-print.

Prosedur pengujiannya, peserta diminta untuk menuliskan ulasan buku tersebut dan selama mengerjakannya mereka disetelkan lagu. Selain menuliskan ulasan buku, peserta juga diminta mencatat berapa banyak kata “you” dalam lagu tersebut. Jumlah kata “you” yang mereka hitung harus dituliskan di pojok kanan atas kertas tempat mereka menulis ulasan buku. Lalu, ketika peserta mendengar bel berbunyi, mereka harus berpindah ke kursi yang lain. Bel ini dibunyikan rata-rata setiap menit. Peserta harus menghentikan pekerjaannya tepat saat lagu yang diputar selesai.
Selanjutnya, peserta dievaluasi dalam dua kriteria untuk mengetahui tingkat efisiensi kerjanya ketika multitasking, yaitu akurasi dan produktivitas. Produktivitas ditentukan dari banyaknya kata yang berhasil tercatat dari ulasan buku selama delapan menit. Sedangkan akurasi ditentukan dari jumlah kata “you” yang dicatat oleh peserta. Skor dianalisis menggunakan suatu cara ANOVA* untuk melihat apakah ada perbedaan statistik hasil yang dicapai antargender. Hasilnya, dalam hal produksi, wanita mencapai skor yang lebih tinggi daripada pria, namun perbedaanya tidak terlalu signifikan, hanya terpaut 2,0 poin. Sedangkan dalam hal akurasi, lagi-lagi wanita lebih akurat daripada pria dengan nilai F(1,56)=8,57, p<0,1. Itu alau dalam bahasa statistika berarti fungsi distribusi kumulatif dari 1,56 adalah 8,57 untuk distribusi peluang lebih kecil dari 0,1. Fiuh, jangan tanya saya artinya apa, saya saja harus googling dulu buat tahu artinya, padahal pernah belajar di kuliah probabilitas dan statistika…Hehe.

Dari penelitian yang dia lakukan, Brandy menyimpulkan bahwa hipotesisnya mengenai wanita mendapat skor yang lebih tinggi dalam hal mutitasking hanya terbukti benar pada area akurasi. Pada area produktivitas, tidak ada perbedaan yang signifikan. Kedua hal ini, menurutnya, sama-sama penting dalam multitasking. Pandangan baru Brandy ini mematahkan penilaian riset sebelumnya yang hanya menjadikan produktivitas sebagai komponen tunggal multitasking. Multitasking seharusnya adalah keseimbangan antara keduanya. Pekerjaan yang bisa kita handle boleh saja banyak tapi hasilnya harus tetap akurat.

Nah, jadi kenapa wanita unggul dalam multitasking? Pernyataan Brandy kali ini ternyata sejalan dengan analisis dari

fitness sambil pose

multitasking: fitness sambil pose

sumber lain yang saya dapatkan bahwa wanita memiliki perhatian lebih pada hal-hal kecil. Di samping itu, wanita juga masih memperhatikan produksi sembari memelihara perspektifnya yang detil-oriented tadi. Menurut artikel di situs ini, wanita mengerjakan tugas dengan kalem dan mengikuti instruksi dari awal sampai akhir. Faktor lain lagi, wanita tidak segan dalam hal meminta bantuan sedangkan pria cenderung tidak ingin bertanya karena itu dipandang sebagai aib dalam maskulinitasnya. Wah, bener nih. Saya amati selama ini memang kebanyakan pria begitu😀 Peace, men!

Kelebihan wanita dalam hal multitasking sebenarnya masih menjadi perdebatan dan pertanyaan. Brandy menjelaskan ‘ketrampilan’ satu ini dapat dihubungkan dengan debat psikologi sosial populer mengenai “nature vs nurture”. Sifat alamiah versus kebiasaan. Kemampuan multitasking ada karena bawaan sejak lahir atau karena pembiasaan? Faktor nature didukung oleh teori bahwa corpus collosum (kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan) wanita lebih luas daripada milik pria. Hal ini yang memungkinkan wanita melakukan multitasking lebih efisien. Di sisi lain, faktor nurture juga bisa jadi berpengaruh. Karena ‘tuntutan profesi’, wanita yang sudah kodratnya dekat dengan pekerjaan rumah tangga, harus bisa multitasking. Bayangkan seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus rumah sembari menjaga anak, bekerja sambil memantau kerjaan pembantu di rumah, memasak sambil menyetrika selama menunggu masakan matang, dan masih banyak lagi hal multitasking lainnya yang dengan mudah dapat kita perhatikan dari sosok ibu kita. Brandy berpesan, penelitian lebih lanjut seharusnya dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini, apakah perbedaan gender dalam multitasking merupakan isu biologi atau sosial.
____________________________________________________________________________________________
*ANOVA is a general technique that can be used to test the hypothesis that the means among two or more groups are equal, under the assumption that the sampled populations are normally distributed (baca di sini untuk penjelasan lebih lengkap)

Leave a comment

18 Comments

  1. Wew, tampak menarik nih, si Mel juga sampe hectic ikut yang beginia,.😀

    Reply
  2. aarrrrggghh curang nh ega >.< ,, izin nya pas udah ke posting..
    bukannya foto nya ghe2 lebih oke ga????

    @ ka nanto : kan niat nya untuk konsumsi pribadi ka.. huhuhuu

    Reply
  3. Ga… baru baca buku yang nyatain kalau sebenerny kita hanya dapat memikirkan 1 hal saja dalam 1 waktu

    Brarti cem CPU, nggak bener-bener paralel dalam ngerjain banyak hal tapi pseudoparalel

    Reply
  4. ada foto si mel gitu….

    pajang foto sendiri lah😀

    Reply
  5. @ dwinanto->hectic gimana toh? orang kalem gitu dibilang hectic…
    @ melizaBLABLA (susah ah ngingetnya)->huahaha, sori, Mel…gpp kan, biar eksis lah kau dipajang di blog orang eksis😀
    @ restya->ah, masa sih, aku bisa aja tuh mikirin banyak hal dalam satu waktu😛
    @ petra->alah, situ seneng kan sebenernya…udah deh, tembak langsung, Pet. Haha

    Reply
  6. aduduh

    “wanita mengerjakan tugas dengan kalem dan mengikuti instruksi dari awal sampai akhir”

    bagus2 bisa dibuli-buli hehe

    OOT:
    quote dari egadioniptr
    “@ petra->alah, situ seneng kan sebenernya…udah deh, tembak langsung, Pet. Haha”

    mamarazzi dari divgos06 selalu memantau!😀

    Reply
  7. @inas for petra ?

    cium cium cium

    Reply
  8. gw jg pasang fotonya mel ah..

    Reply
  9. ih ega ih, ga ijiiin..
    parah bet.

    tapi gapapaa.. gue seneng kok nampang dimana2..
    hehehehehehh😛

    Reply
  10. Kayaknya kalo yang pose tu bukan lagi dianggap sebagai task deh, udah refleks tu kyknya:D

    Reply
  11. ga cocok lah si petra sama si mel…

    *cabut ah, ntar ditabok*

    Reply
  12. hueee.. pernah denger katanya cowo tu susah memikirkan banyak hal dalam satu waktu,, lebih ke one at a time.. beda sama cewe.. makanya cewe lebih gampang multitasking,, hohooo

    Reply
  13. detail oriented? wew… aku banget, hoho…

    Reply
  14. Huwoooo ada guwee….
    Soal multi tasking (definisi multi tasking gw: ngerjain satu-kerjaan-apapun + FOTO , seperti yg lo tampakkan diatas…) gw setuju,, wanita pasti lebih ahli…
    Udah insting alamiahnya wanita (at least wanita2 diatas.. hehe..) untuk memutar badan sambil tersenyum indah kapanpun terdengar bunyi “satu.. dua.. tiga.. cekreekk..”

    Reply
  15. ziezahworld

     /  January 15, 2009

    klo multitasking tapi berantakan smua,mending satu-satu aja dulu(aduh,degredasi neh!)..

    Reply
  16. Dominikus D Putranto

     /  March 8, 2010

    kalau punya banyak pacar termasuk multitasking ga ? keknya ga sedikit cowok yang jago tu, haha

    Reply
  1. SMS Pria vs SMS Wanita « .:: si /-|ebat ::.

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: