Futsal Putri HMIF @Olimpiade KM ITB 2009 (part 4) – Harus Sampai di Sini


kue-tart-abis-futsalManusia boleh berencana dan berharap, namun Tuhan kadang punya rencana dan harapan yang jauh lebih indah. Langkah tim futsal putri HMIF akhirnya terhenti di babak delapan besar. Pertandingan melawan HMP (Himpunan Mahasiswa Planologi yang harusnya sekarang jadi HMPWK alias Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota :-P) pada hari Rabu, 28 Januari 2009, kemarin akhirnya harus menjadi ajang performance terakhir kami (baca: Ririz, Adiska, Tami, Wulan, Nadhira, saya, Rindang, Inay, Syiva, Shieny, Lariz, Putri, Ella, Winda, Ume) di Olimpiade KM ITB tahun ini. Satu gol balasan untuk gol pertama HMP belum cukup untuk memuluskan langkah kami ke babak selanjutnya karena gol kedua HMP setelahnya tidak berhasil kami balas. Skor berakhir 2-1 dan membuahkan kemenangan untuk HMP. Well, kami harus mengakui tim mereka lebih unggul kendati tim kami sudah bermain bagus dan “berdarah-darah”. Semua penonton mungkin tahu, pemain inti kami yang terdiri dari Shieny (penyerang), Syiva (sayap kanan), Putri (sayap kiri), Inay (bek), dan Ririz (kiper) udah kerja keras banget sepanjang pertandingan. Tapi rupanya pemain-pemain HMP memang terlihat lebih ‘akrab’ dengan bola.

Yang bikin saya salut sama teman-teman, usai pertandingan semua pemain terlihat bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. Nggak ada yang memaki-maki diri sendiri, nggak ada yang menyesali seandainya tadi begini atau begitu, nggak ada yang mengutuki pemain lawan…hehehe. Semua legowo. Sesi evaluasi jadi saat-saat yang mengharukan karena di situ kerasa kalo beberapa pemain mungkin nggak bakal main bareng lagi. Sembilan anggota tim memang angkatan 2005 yang–jika Allah menghendaki–tinggal satu semester lagi jadi mahasiswa ITB dan olimpiade tahun ini mungkin jadi turnamen terakhir mereka. Huuhuu, sedih. Selain itu, ada hal mengharukan lainnya yang tergambar dari foto di atas. Pelatih setia kami, Bayu, ternyata lagi ulang tahun hari itu dan tadinya kami pengen ngasih hadiah kemenangan buat dia. Hiks, maafin kami ya, Yu, ‘hadiah’ yang bisa kami kasih malah pahit gini. Padahal Bayu udah nyiapin kue tart dan pizza buat kami dan supporter. Hehe.

Dua hari berlalu setelah kekalahan itu, manajer kami, Ewa, tiba-tiba ngirim sms pelipur lara seperti ini:

“Bruuuuk…”
Sang ksatria akhirnya tumbang.
Bekas luka di sekujur badannya menunjukkan kalau dia terus berjuang sampai titik darah penghabisan.
Dia tidak mati dengan percuma.
Kematiannya menorehkan kesan yang kuat di dada musuh-musuhnya.
Kesan bahwa ksatria dari bangsa HMIF adalah bangsa perkasa yang patut diperhitungkan.

Tapi sesungguhnya ksatria-ksatria itu belum mati dan menunggu saat-saat peperangan berikutnya🙂

NB: Makasih banyak buat para supporter selama ini. Keren yel-yelnya!

Leave a comment

4 Comments

  1. yang penting kalian mainnya bagus ^___^
    seneng banget nontonnya

    Reply
  2. tyozzz

     /  January 30, 2009

    udah bagus koq,,cuma kurang beruntung aja..
    sepakbola cowo juga ga lolos ni,,sedih..

    Reply
  3. Mantap koq tandingnya,.
    Maaf juga ga bisa sampe akhir kemaren nontonnya, harus beranjak,.🙂

    Reply
  4. kzcl

     /  February 1, 2009

    masi ada taun depan ga…
    ada female futsalista…
    hehe… tetep smangat!!!

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: