Programmer Loves Programmer


Ngeblog bisa jadi salah satu bentuk refreshing ampuh bagi Anda yang lagi stres dengan banyaknya tugas. Yeah, like I did before😀
programmers_poetry

Sebelum menulis judul di atas, saya iseng-iseng googling dulu, mencari tulisan dengan topik serupa, mungkin saja ada. Tujuannya sih selain pengen tahu pandangan orang lain, saya juga berharap menemukan hasil dari sebuah penelitian ilmiah yang mungkin (lagi) pernah dilakukan untuk membuktikan hal tersebut. Tapi ternyata nggak ketemu. Hehe. Yang saya temukan kebanyakan malah guyonan-guyonan garing seputar “suami programmer” seperti ini:

Husband(returning late from work): Good evening dear, I’m logged
Wife: Have u brought the groceries?
Husband: Bad Command or file name.
Wife: But I told u in the morning.
Husband: syntax error. Abort?
Wife: what about my new T.V?
Husband: Variable not found..
Wife: At least, give me your credit card; I want to do some shopping.
Husband: sharing violation, access denied.Wife: Do u love me or do u love computers or are u just being funny.
Husband: Too many parameters.
Wife: It was a great mistake that I married an idiot like u.
Husband: Type mismatch.
Wife: U r useless.
Husband: It’s by default.
Wife: Wt about your salary.
Husband: file in use…try later.
Wife: Wt is my value in this family.
Husband: Unknown virus…

Tulisan ini terinspirasi dari fenomena berseminya cinta sesama programmer yang saya lihat makin marak, setidaknya di lingkungan kuliah saya sendiri. Anak informatika jadiannya sama anak informatika juga. Beberapa kakak angkatan saya menikah sesama mereka. Lalu, cerita yang menarik juga adalah dari dosen-dosen kami sendiri, tidak sedikit dari mereka yang memiliki pasangan dengan background di bidang programming. Bahkan dosen Intelejensia Buatan kami yang masing-masing mengajar kelas satu dan kelas dua, keduanya bersuamikan teman seangkatan mereka sendiri semasa kuliah. Lucunya, sang dosen kelas dua konon sering bercerita (di kelas lain) tentang kehidupan rumah tangganya mulai dari kegiatan meng-coding bersama suami sampai ngajarin anaknya ngerjain program aritmatika sederhana. Haha.

Programmer
sering diidentikkan dengan sosok orang anti-sosial yang hampir seluruh waktu bangunnya dihabiskan di depan komputer. Komputer bagi mereka sudah seperti belahan jiwa saja. Tapi, saya kurang yakin dengan asumsi kebanyakan orang juga yang mengatakan bahwa mereka sampai-sampai tidak punya waktu untuk memikirkan wanita (atau pria). Tidak kok. Mungkin fakta yang sebenarnya adalah seorang programmer lebih pemilih dalam hal mencari pasangan. Kira-kira kenapa bisa begitu ya? jawabannya mudah saja: programmer butuh orang yang bisa memahami pekerjaannya. Mereka butuh diperhatikan, butuh dipahami bahwa memang “begini lho kerjaan kita, nangkring di depan layar sambil mencet-mencet keyboard memikirkan algoritma yang bisa buyar seketika alurnya kalo ada interupsi dari dunia luar” 😉

Begitulah.
Tidak heran kalau seorang programmer cenderung tertarik untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang mengerti akan dirinya, pekerjaannya, dunianya…Cailah. Wajar kalau programmer maunya sahabat atau pasangannya nyambung ketika diajak berbicara tentang software development, web design, web programming, effective algorithms, intenet, hardware, dan sebagainya. Saya kira itu sifat naluriah setiap orang, bahwa ontologi yang sama akan membuat orang lebih nyaman dalam bergaul karena komunikasinya pun akan lebih nyambung dibandingkan dengan mereka yang berbeda ontologi. Walaupun begitu, sebagian orang justru lebih merasa tertantang jika berkumpul dengan orang-orang dari latar belakang berbeda. Jangan sampai Anda salah persepsi saja, programmer juga manusia kok. Punya rasa dan punya hati yang bisa mencintai lebih dari ia mencintai laptop-nya. Hehehe…

*di tengah kesibukan mengerjakan tugas Pemrograman Internet, Intelejensia Buatan, dan proposal I-Cup 09*

Leave a comment

20 Comments

  1. hysvina

     /  February 27, 2009

    betul…jg ya..tpasik jg ketemu org yg punya kesamaan minat ya

    Reply
  2. Khawatir juga nih jadinya, apa perlu dikonsultasikan dulu sebelum bersilaturahmi ya,.😀

    Reply
  3. cieee ega curcoool.. hihiii
    jadi sama yang nim berapa ga? ahahahahahaa
    =mule gosip2😛

    Reply
  4. (kok komen gw gak nampak yah…..)

    jadi ega ceritanya sama siapa neh???😀

    Reply
  5. @petra: sama orang sebelah yang notabene senang koding jugaaaa😀

    Reply
  6. Programmer loves programmer ya…?? hmmmm…
    *uhuk-uhuk, ehem-ehem (Tenggorokan tiba2 terganggu,hahaha):mrgreen:

    Reply
  7. @inas:
    kalo itu sih udah tau….
    tapi khan butuh klarifikasi dari si eganya😀

    anyway,,, menurut survey, cowo programmer itu rata-rata setia loh….
    paling ntar saingannya sama komputer doang😀

    Reply
  8. Nama nya aja programmer, jadi pengennya ya nyari pasangan yang Programmable😀

    Reply
  9. haiyyah.. gw jadi deviasi yah? nikah sama orang dari background biologi..😛

    Reply
  10. @tepan ::
    emang cewemu programmable pan?😛

    Reply
  11. Hohoho… Cie cieee… Dulu SPN, sekarang programmer loves programmer… Manstap… NIM brapa NIM brapa? ;;)

    Tapi aku ga mau jadi programmer tuh, ga jago ngoding, cupu lah awak ni :p

    Reply
  12. @ hysvina-> Iya, lebih enak kalo sama2 suka sama sesuatu😀
    @dwinanto-> Sama orangnya sih mungkin nggak perlu segitunya, tapi kalo orang tuanya nggak tau ya, mungkin kalo tahu kerjaan programmer kaya apa khawatir juga mereka anaknya dinomorduain setelah laptop😛
    @nuRr-> Yang oke NIM berapa ya? Ada rekomendasi? Hahaha
    @petra-> Komen lo sebelumnya masuk ke spam. Yang jelas sih ga sama lo, Pet :))
    @nass-> Eeiiisssss apa ini…
    @Angga-> Kenapa, Ngga? ko jadi ikut2an batuk, ketularan mbak M ya :))@
    @petra-> Udah diklarifikasi dari dulu ko. Hahaha. Iya, katanya sih gitu, pernah googling juga…hm, berarti buat buktiin bener pa ganya cr psgn programmer jg, Pet😉
    @Teddy Pandu-> Programmable? kalo dokter emg iya, Pan?
    @pebbie-> Biologi kan jago programming juga. Programming human.
    @nuRr..-> Iya tauk tuh
    @reiSHA-> Wew ini ga ada hubungannya sm SPN kok. Cuma menyoroti fenomena aja😛 NIM-nya nanya si Nur aja, aku juga baru nanya soalnya yang oke yang mana. Wakwakwak.

    Reply
  13. cem romantis:mrgreen:

    Reply
  14. @ega:
    situ coba dulu lah cari pacar programmer… ntar gimana rasanya, kasi tau yah😀
    menambah data, ini…
    soalnya banyak juga kenalan programmer-programmer…. dan marginal error dari hipotesa gw menurut pengamatan, cukup kecil😀
    jadi bisa membuktikan bahwa pasangan programmer-programmer itu cukup awet ^_^

    Reply
  15. Aku kan bukan programmer Ga, jadi ga papa dong kalo ama (calon) dokter😀

    Reply
  16. @ Angga : eh, kita 132xxxxx.. ini urusan 135xxxxx..

    @ Petra : mungkin data yang dia punya programmer-programmer_sampingan😛

    Reply
  17. peri kitiu…

    Reply
  18. wew kk wew..

    @aisar
    nyaut2 aja macam bensin..

    emangnya lu siapa?:mrgreen:

    Reply
  19. kerlip

     /  March 11, 2009

    wow kk wow…
    udah menentukan NIM yg mana emangnya ga?😀

    gak setuju ah kalo dibilang “seorang programmer lebih pemilih dalam hal mencari pasangan”, yang bukan programmer juga pemilih kok kk..😀

    Reply
  20. haha…
    jadi ingat juga ma fenomena yang aku temui di kampus,,
    da sepasang pasangan (ya iya lah) pacarannya bawa laptop, diskusi program gt,, pacarannya paling2 klo g di kampus ya di lab (coz sama2 asisten lab,, tapi beda lab aja,,)
    ada juga asisten lab yang jago java pacaranya jago php gt.. waah…ckckckck…..
    wew.. Ega, km lg cari calon po????

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: