Serunya Ikut CPD IOM


Gatel saya lihat tanggal terakhir postingan di blog ini “April 26, 2009”. Wuih, sudah 1,5 bulan rupanya saya nggak nulis. Awalnya sih karena kesibukan, tapi saya mungkin kena penyakit yang sama seperti teman saya di sini.

Gw yang tadinya terpaksa ga bisa nulis blog, malah jadi keterusan males nulis..

Hehe. Terpaksa pangkal malas. Kemarin, sambil menghidupkan lagi blog ini, saya ingin mengapresiasi bapak-bapak dan ibu-ibu kita di IOM (Ikatan Orangtua Mahasiswa) ITB yang sudah berbaik hati ngadain acara buat kita-kita para mahasiswa angkatan 2004 sampai 2008…

career-planning-developmentIni pertama kalinya saya ikut acara yang diorganisir IOM. Ternyata memuaskan juga. Salah satu hal penting yang harus Anda catat kalo ikut kegiatan yang diadakan oleh orangtua atau alumni adalah kemakmuran peserta sangat diperhatikan😀 Pasti acaranya gratis, pasti makanannya enak-enak, pasti dapet macem-macem, pasti yang ngisi oke, dan hal-hal pasti lainnya lah. Hehe. Memang nggak selalu sih, tapi dengan dukungan dana yang lebih dari cukup, bisa dibayangkan kan. Terutama soal konsumsi. Kemarin aja saya dapet tiga kali makan. Dua kali snack dan satu kali snock…hee, makan gedhe maksudnya. Plus seminar kit, modul, sertifikat, dan trainer yang oke, rasanya pantas lah panitia dapat skor 9.

Acaranya terbagi tiga, SSS (Student Support Services) buat angkatan 2007-2008, CPD (Career Planning Development) buat 2004-2006, dan CPBK (saya lupa singkatannya yang jelas ditujukan buat calon pembina Bimbingan Konselling di IOM fakultas). Nah, tentu saja saya yang sudah mau tingkat empat ini :(( ‘harus’ ikut yang CPD. Itung-itung nyari pencerahan dalam merencanakan karir saya ke depan. Tsah…

Entah apa modus si trainer, CPD dibuka dengan pembahasan yang cukup menohok, tentang prokrastinasi. Kalo Anda adalah orang yang akrab dengan hal-hal berikut ini:
– Sistem Kebut Semalam (all nighters)
– bekerja paling baik pada ‘last minute’
– malas mengerjakan tugas jika belum dekat deadline
– menghabiskan waktu untuk nge-game atau hal lain dengan dalih refreshing dulu di saat tugas sedang menumpuk
Hehe. Hal-hal yang tidak asing lagi dengan para deadliners, bukan?

Dijelaskan oleh trainer yang baik hati dan gaul abis, pak Nandang Rusmana, prokrastinasi adalah istilah untuk pencuri waktu. Orang-orang deadliner termasuk mereka yang mengidap ‘penyakit’ ini atau dikenal juga dengan prokrastinator. Prokrastinator sendiri digolongkan menjadi dua, yaitu the sometimes-procrastinator dan the chronic-procrastinator. Deadliners standar yang hanya penyakitan saat mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu saja termasuk sometimes-procrastinator, sedangkan mereka yang jiwa deadliner-nya sudah parah dan kebiasaan mendekati batas waktu itu hampir terjadi di semua aspek kehidupannya, bisa jadi mereka sudah masuk golongan prokrastinator kronis. Kalo sudah begini, efek ‘berbahaya’ yang mungkin muncul adalah perasaan self-criticism, rasa penyesalan yang berujung pada sebal terhadap diri sendiri. Dalam kondisi lebih parah perasaan tersebut bisa menyebabkan self-anger. Nah lho, kan nggak lucu marah-marah sama diri sendiri😀

Masih berkaitan dengan prokrastinator, kedua kondisi di atas jika tidak tertangani akan mengakibatkan satu kondisi yang saat ini makin sering saya temui di sekitar saya (baca: terutama kampus), yaitu kondisi saat seseorang jadi malas ke kampus, menghilang dari pergaulan, alergi kuliah, tidak mengerjakan tugas-tugas, pokoknya merasa masa depan udah suram aja jadi nggak ada gairah buat ngelakuin semua ‘kewajiban’…kondisi ini adalah ketika penderita memiliki self-esteem rendah. Bagi saya sendiri, dalam kurun waktu setahun terakhir ini setidaknya ada beberapa kasus dari teman-teman saya yang membuktikan hal tersebut. Ada yang jadi jarang masuk kuliah karena malemnya nggak bisa tidur dan akhirnya paginya ngatuk gara-gara game online semalaman, ada yang tiba-tiba berhenti kuliah tanpapamit ke teman-temannya nggak tahunya dia pulang kampung karena mau ikut SNMPTN lagi, ada yang nggak pernah keliatan nongol di kelas sampai orang-orang pada nggak tahu dia sub prodi apa, ada juga yang emang udah pasrah aja sama nilainya jadi nggak pernah ngerjain tugas-tugas dengan dalih “ah buat apa juga, udah ga mungkin kekejer nilai gue” dan berbagai macam contoh nyata lainnya. Dalam kondisi yang lebih parah lagi, self-esteem rendah tadi akan mengarah pada sikap ketidakberanian. Bisa jadi, terjadi kondisi “hidup segan mati pun tak mau”. Wih, kasian kan…orang-orang seperti ini, konon kata sang trainer, butuh bantuan untuk lepas dari kebiasaan buruknya. Walaupun sebenarnya, jika kondisi ini pun dapat ditangani, penyakit prokrastinasi tadi bisa saja kambuh lagi dan siklus self-critiscism ->self-anger -> self-esteem rendah -> ketidakberanian dapt berulang lagi. Begitu seterusnya sehingga tidak ada alasan lain lagi selain kita harus mulai mereduksi kebiasaan buruk menjadi deadliner ini😀

Ngomong-ngomong tentang prokrastinasi, buat kita yang Muslim sudah selayaknya bersyukur karena Allah menyediakan kita fasilitas pelatihan kedisiplinan paling ampuh, yaitu sholat lima waktu. Pernah nggak merenung, kenapa sih kita harus melakukannya lima kali sehari dalam waktu yang sudah ditentukan dan masing-masing ada batas waktunya? Semua itu semata-mata karena Allah tahu kita punya bakat-bakat deadliner, jadi butuh ‘dipaksa’ biar sedikit lebih disiplin. Hehehe…yang ini sih karangan saya aja sebenernya😛

Selesai bahasan mengenai prokrastinasi yang ditanggapi malu-malu oleh peserta, pelatihan hari itu dilanjutkan dengan inti materi mengenai bagaimana merencanakan karir, strategi pencapaiannya, dan membangun daya juang dalma berkarir. Tentang daya juang ini, saya baru tahu kalo selain IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), dalam faktor penentu karir ada juga yang disebut AQ (Adversity Quotient). AQ ini rupanya khusus dipelajari sendiri sebagai satu kemampuan yang harus dimiliki oleh sesorang dalam berkarir, meliputi keyakinan untuk tetap berjuang, ketahanmalangan terhadap suatu hambatan, dan kemauan untuk bangkit dari keterpurukan.

Tanpa AQ, bakal susah tuh punya karir cemerlang. Makanya, kemarin para peserta juga diingatkan oleh salah seorang panitia yang notabene orang IOM juga agar kami nggak kaya alumni ITB kebanyakan yang suka jadi ‘kutu loncat’, suka pindah-pindah kerja demi mencari gaji yang lebih tinggi. Padahal, biasanya justru yang tekun dengan pekerjaannya, bakal berpeluang besar mencapai posisi yang lebih tinggi tuh. Selain itu, catatan lama pengalaman kerja di CV kita juga akan menjadi pertimbangan kalo suatu saat kita harus pindah kerja. Yang cuma ngicip-ngicip bentar di tempat yang berbeda-beda, justru akan menimbulkan kesan nggak baik ke calon bos yang baru…kalo di tempat kerja sebelumnya aja udah kaya gitu, bukan nggak mungkin di tempat kerja yang baru nggak gitu juga kan.

Yeah, banyak sekali manfaat yang saya dapat dari CPD kemarin. Tapi, mau cerita semua di sini kayanya nggak mungkin deh…hehe. Intinya sih, karir sama kerja itu jelas beda. Kalo kerja, kita cuma semata-mata cari duit dan status aja, tapi kalo karir, selain kerja, kita juga bisa mengembangkan diri di dalamnya dan ada kepuasan batin luar biasa yang tercapai. Karir jugalah yang akan menjadi labuhan akhir kita dalam menjalani peran kehidupan sebagai worker*, artinya, kalo udah punya karir berarti kita udah nggak repot atau bingung lagi menjawab pertanyaan “apa profesi saya” dan nggak ada ceritanya ‘coba-coba’ lagi. Pesan sponsor nih, pikirkan karir yang Anda inginkan sekarang juga, nggak usah nunggu-nunggu lulus sekolah, tingkat akhir, atau lulus kuliah. Lebih cepat lebih baik. Ups…saya bukan antek JK…

*ada enam peranan kehidupan manusia: child, student, leisurate, citizen, worker, dan homemarker

Previous Post
Next Post
Leave a comment

2 Comments

  1. wew,,,
    keknya gw termasuk prokrastinator sejati neh…..

    Reply
  2. Syafiq

     /  June 16, 2009

    semua ciri2 deadliner di atas, ada pada diri saya.. :p

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: