[Seri Open Source] Alternatif Paket Web Server di Linux


Ketika menjalani kerja praktek di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. alias TELKOM, kantor Japati, Bandung, sebulan yang lalu, saya ditugaskan untuk mengerjakan proyek yang melibatkan bahasa pemrograman PHP dan DBMS Oracle. Walaupun sebelumnya saya sudah bisa ‘bermain’ Oracle dengan mulusnya di Ubuntu saya, namun menjalankan script PHP dengan fungsi oci di dalamnya adalah pengalaman baru bagi saya. Beruntunglah beberapa rekan kerja saya di sana ternyata juga Ubuntumania jadi saya banyak tertolong dalam mengadaptasikan aplikasi yang biasa digunakan kantor dengan Ubuntu saya. Salah satunya, saya dikenalkan dengan LAMPP yang akhirnya membantu saya menjalankan fungsi oci di script PHP saya tanpa perlu melakukan konfigurasi yang ribet.

LAMPP, singkatan dari XAMPP for Linux, merupakan alternatif paket web server di Linux yang bisa kita gunakan seperti layaknya XAMPP di Windows. Pengembang web dengan sistem operasi Windows mungkin sudah terbiasa menggunakan XAMPP. LAMPP ini bisa diinstal dengan atau tanpa paket web server bawaan Linux yang sudah ada sebelumnya. Bagi yang belum ngeh dengan apa yang saya maksud, oke deh cerita dulu ya gimana caranya instal web server dan kawan-kawannya di Linux…

Secara default, di Linux kita bisa memiliki paket web server lengkap dengan server basis data dan berbagai interpreter skrip (umumnya bekerja dengan tiga serangkai ini: Apache, PHP, MySQL) yang diinginkan dengan menginstal package dari menu Administration -> Synaptic Package Manager atau dapat juga langsung dijalankan dari terminal. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

Dari terminal

  1. Jangan lupa login sebagai root dulu, ketik sudo -s
  2. Instal web server, misal Apache, ketik

    apt-get install apache2

    Keterangan:

    Angka ‘2’ pada command di atas menunjukkan versi Apache. Anda bisa menggantinya dengan versi yang Anda inginkan, namun saya sarankan instal saja yang terbaru karena kompatibilitasnya mungkin berbeda.

  3. Instal server basis data, misal MySQL, ketik

    apt-get install mysql-server
    apt-get install mysql-client

    untuk kompabilitas dengan php misalnya:

    apt-get install mysql-server php5-mysql

    Keterangan:

    Anda dapat mengganti perintah mysql-server dengan server basis data lain, misalnya PostgreSQL maka apt-get install postgresql-nomorversi.

Dari Synaptic

  1. Login sebagai root
  2. Instal web server
    • Cari package apache2
    • Klik pada checkbox-nya, pilih Mark for Installation, pilih “Mark” pada kotak dialog konfirmasi, kemudian klik menu Apply
  3. Instal database server
    • Cari package mysql-client, mysql-server, php-mysl dan package-package mysql lain yang mungkin Anda butuhkan, kemudian lakukan cara yang sama seperti poin berikutnya pada nomor 2

Dengan ketiga langkah di atas, Anda sudah dapat menggunakan web server lokal di Linux Anda. Cara menjalankannya melalui terminal dengan perintah berikut:

sudo -s (masuk sebagai root)

/etc/init.d/apache2 start

/etc/init.d/mysql start

ganti start dengan stop jika Anda ingin menghentikannya.

Jangan lupa untuk membuat folder public_html di home folder Anda sebelumnya. Folder inilah tempat menyimpan semua file yang ingin kita akses dari web server lokal kita. Alamat default di browser Anda adalah http://localhost/~username, misalnya username saya di laptop pake nama “diopu”, maka untuk mengakses file di public_html saya cukup mengetik http://localhost/~diopu.

Sekarang kita kembali ke laptop LAMPP. Seperti yang saya katakan tadi, LAMPP merupakan alternatif lain paket web server lokal di Linux. Kalo Anda nggak mau ribet dengan Apache-MySQL-PHP bawaan Linux, Anda dapat memiliki LAMPP dan menjalankannya dengan langkah-langkah berikut:

  1. Unduh paketnya dari www.apachefriends.org/en/xampp-linux.html
  2. Di mana pun Anda menyimpan file yang telah diunduh, ekstraklah sang paket di folder /opt dengan perintah

    tar xvfz xampp-linux-1.7.1.tar.gz -C /opt

    (jangan lupa sudo -s dulu)

  3. Kini telah terbentuk sebuah folder lampp di /opt
  4. Berhubung Linux suka ‘resek’ sama permission, ubah permission folder tersebut dengan perintah

    chmod 777 /opt/lampp

    artinya Anda mengaktifkan mode read-write-execute untuk semua user

  5. Ubah juga permission konfigurasi phpmyadminnya😀 pake perintah

    chmod 644 -R /opt/lampp/phpmyadmin/config.inc.php

  6. Jalankan dengan perintah

    /opt/lampp/lampp start

    ganti start dengan stop jika Anda ingin menghentikannya.

  7. Sama seperti di XAMPP, letakkan file-file Anda di /opt/lampp/htdocs, folder htdocs ini seperti public_html-nya LAMPP

Voila! Selesai sudah. Kalo pake LAMPP ini, Anda cukup mengetikkan http://localhost pada browser, tidak perlu username di belakangnya. Tapi ingat, Anda tidak dapat menjalankan web server bawaan Linux dan LAMPP sekaligus dalam waktu yang bersamaan, salah satu harus dinonaktifkan. Selamat mencoba!

Leave a comment

4 Comments

  1. wow… salut sama ilmu linuxnya😀
    bisa belajar banyak nih dari sini…

    salam kenal ya😀

    .

    Reply
  2. LAMPP = XAMPP for Linux?
    harusnya AMPPL dong..

    Reply
  3. @ZonS: met kenal juga🙂
    @Ivan: kau tak pernah belajar english ya, nak? LAMPP=Linux’s XAMPP. XAMPP for Linux tuh tagline-nya aja…

    Reply
  4. tapi kalo pake LAMPP agak sedikit susah untuk modifikasinya
    kalau di debian based atao fedora based memang lebih enak langsung pakai paketnya😛

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: