Sebuah Kisah dari Buku “Kesaksian Seorang Dokter”


Coba Anda masukkan kata kunci “Kesaksian Seorang Dokter” di form pencarian Google. Maka Anda akan mendapati laman-laman yang membahas tentang sebuah buku inspiratif dengan judul tersebut. Beberapa kisah dalam buku tersebut juga diulang-ulang sebagai kutipan isi buku, termasuk yang akan saya ceritakan di sini. Buku yang teronggok setahun di rak buku saya itu ternyata memang menyimpan banyak suntikan iman dari kisah-kisah kebesaran Ilahi di dalamnya…


Dokter Jasim Al-Haditsy, seorang penasehat kesehatan jantung anak di “Amir Sulthan Center untuk Penyakit Jantung” Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh, mengisahkan kepada penulis bahwa salah seorang rekannya mengalami kejadian luar biasa. Suatu malam saat rekannya itu sedang bertugas di rumah sakit, ada seorang pasien yang meninggal dunia. Maka ia segera memastikan kematian pasien tersebut dengan meletakkan stetoskop di atas dadanya hingga ia mendengar suara ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu alla ilaha ilallah’. Ia mengira itu adzan Subuh. Lalu ia bertanya pada perawatnya jam berapa saat itu. Rupanya, masih jam satu malam. Menyadari bahwa perkiraannya salah, ia meletakkan lagi stetoskopnya ke dada pasien. Ia pun kembali mendengar suara yang sama: adzan. Bahkan versi lengkapnya.


Ia kemudian bertanya pada keluarga almarhum bagaimana riwayat semasa hidupnya. Lalu mereka menjelaskan bahwa almarhum bekerja sebagai seorang muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) di sebuah masjid. Biasanya ia tiba di masjid sebelum waktu sholat tiba, seperempat jam atau kadang lebih awal lagi. Almarhum juga selalu mengkhatamkan Al Quran setiap tiga hari dan sangat menjaga lisannya dari kesalahan.

Subhanallah. Kisah nyata seputar kematian seorang kekasih Allah yang mungkin pernah kita dengar di kehidupan nyata kita dalam versi lain. Selanjutnya buku ini menuliskan, ‘ada sebuah pertanyaan yang perlu dijawab, berapa banyakkah orang-orang yang sholatnya mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar?’. Sementara Allah telah berfirman dalam Al Quran surat Al-Ankabut ayat 45 bahwa ‘Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar’.

(masih dikutip dari buku)
Sayangnya kadang masih kita temui orang-orang (atau mungkin diri kita sendiri) yang menggunjing orang lain padahal ia belum keluar dari masjid. Kadang ia menggunjing atai berbohong padahal masih berada di pintu masjid setelah menunaikan sholat. Ada juga pedagang yang menipu pembelinya padahal baru saja menunaikan sholatnya di masjid. Di sisi lain, ada orang yang mendzalimi orang lain atau bermuamalah dengan riba padahal ia termasuk orang yang biasa membaca takbiratul ihram.
(akhir kutipan)

Bagi diri saya sendiri, apa yang dikatakan buku tersebut cukup menohok dan membuat saya malu sama diri sendiri…highly recommended to read!

*Buku ditulis oleh dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, spesialis bedah dan jantung yang bekerja di Rumah Sakit Riyadh, Saudi Arabia.

Leave a comment

4 Comments

  1. wah, ga, pinjem bukunya ga,…

    Reply
  2. sya punya buku yang sama dan mengalami nasib yg sama pula, padahal ternyata banyak hikmah yg bisa diperoleh dari situ,,,

    Ada juga tuh buku “Kesaksian seorang Pilot”, kisah nyata juga tapi nasibnya sama juga dengan buku “Kesaksian Seorang Dokter”

    jadi pengen membacanya Lgi, setelah sekian Lama ga di baca,,,😀

    Reply
  3. hidayatus

     /  January 16, 2010

    Subhanallah…hatiku bergetar membaca ini..

    Reply
  4. Eh… ngeri… *serius*

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: