Bersih-bersih ++


Bersih-bersih adalah kegiatan yang menyenangkan bagi saya.

Stop! Tapi jangan minta saya membersihkan rumah atau kamar Anda…tidak akan saya terima walaupun digaji semilyar.

Dengan membersihkan ruangan dan perabotan didalamnya, kita tidak hanya akan merasa lebih nyaman nantinya, tetapi juga membuka pintu rezeki. Seringkali saya menemukan barang-barang yang telah lama raib (terutama dokumen dalam lembaran kertas), tahi-tahi hewan (ini juga rezeki lho :P), telur-telur hewan (kalo dimasak bisa nambah lauk makan), dan mengingatkan saya akan episode-episode hidup yang pernah dilewati dengan barang-barang tersebut. Somehow, it’ll give me many inspiration and spirit to through my life ahead!

Nah, hari ini, di hari Ahad yang cerah, saya kembali dipertemukan dengan kegiatan bersih-bersih. Bukan karena keinginan sendiri, tapi lagi kebagian jadwal piket asrama -_-. Saya amati teman-teman seperjuangan saya yang lain, tampaknya tiap orang punya standar berbeda terhadap ukuran “bersih”. Berawal dari pengamatan tersebut, dalam tulisan ini saya akan berbagi tips bersih-bersih menurut parameter “bersih” saya😀 Tampak tidak penting untuk ditulis? Ya, saya tahu, semua orang bisa bersih-bersih, tapi saya ingin membuat semacam job checklist yang semoga dapat membantu Anda dan saya sendiri untuk mengontrol kegiatan ini…Hehehe. Check it out!

Lingkup aplikasi: Semua jenis ruangan ‘kering’, tidak termasuk kamar mandi, dapur, dan halaman rumah.

1 |

Preparation

Siapkan peralatan perang komplit: kemoceng a.k.a. sulak*, sapu, lap, air, kain pel, obat pel, pengki a.k.a. cikrak*, sapu lidi indoor a.k.a. tebah kasur*, dan masker untuk menutup hidung Anda.

*istilah versi orang Jawa

2 |

One by one

Fokuskan per area, misalnya meja belajar dulu baru kasur. Ini biasanya lebih efisien. Mulailah dari tempat yang paling jauh dari pintu sehingga Anda tidak bolak-balik menyapu. Kan nanti kotorannya keluar lewat pintu…

3 |

Moving items

Pindahkan barang-barang dari lokasinya, jauhkan dari tempat jatuhnya debu atau tutupi dengan koran/kain. Prinsipnya, jangan malas mengangkat. Apalah artinya bersih-bersih kalo cuma ‘menjatuhkan debu-debu’. Bekerjalah dengan level mahasiswa, bukan pembersih mobil jalanan (lho emang ini tips buat mahasiswa doang? hehe).

4 |

Grouping

Jika masih tercampur, kategorikan barang-barang tersebut sesuai jenisnya sambil dibersihkan dari debu yang menempel. Pastikan tiap barang sudah ‘suci’ sebelum dikembalikan lagi ke tempatnya. Ohya, sebaiknya selain disusun per jenis, pilahkan juga barang-barang tersebut sesuai keterpakaiannya. Jangan ragu untuk membuang barang yang sudah tidak dipakai atau dibutuhkan lagi. Ini prinsip bersih-bersih yang kadang sulit untuk dilakukan orang. Biasanya karena sayang. Yakinkan diri Anda bahwa Anda harus tega membuangnya, tak peduli kenangan di dalamnya😀

5 |

Wet towel is better

Bersihkan meja dan kaca menggunakan lap basah sambil digosok biar kotoran yang sudah mengering benar-benar hilang. Jika kondisi rak, lemari, atau dipan tempat tidur Anda kotornya luar biasa, pakai juga lap basah. Kemoceng tidak akan banyak membantu dan malah membuat batuk-batuk karena debu yang beterbangan. Untuk noda membandel, gunakan rinso antinoda sedikit minyak.

6 |

Cleaning

Ini dia aksi paling inti dalam kegiatan bersih-bersih. Tentu Anda sudah hafal dengan caranya. Jika langkah 5 telah dilakukan, kemoceng tidak perlu Anda gunakan lagi. Gunakan alat ini untuk membersihkan zona lain yang kotornya ringan. Mulailah membersihkan zona paling atas lalu bertahap ke bawah sampai lantai. Biasanya Anda akan panen sarang laba-laba di mana-mana. Ingin panen yang lain? Bersihkan juga belakang lemari dan kolong tempat tidur. Pasti deh dapat macam-macam😀 Sekali lagi, ‘pindahkan’ barang-barang tersebut demi totalitas kebersihan. Cukup digeser saja untuk yang berat-berat. Pokoknya jangan hanya membersihkan celah-celah saja. Bersihkan kasur, bantal, dan guling dengan sapu lidi. Bersihkan debu-debu yang menempel di barang dengan lap kering. Bersihkan rambut-rambut yang jatuh dengan sapu berbalut kain biar nggak nempel di ijuk. FYI, di rumah saya hampir semua sapu dibungkus kain jadi sekalian buat ngepel kecil-kecilan. Hasilnya bisa diadu deh, pasti lebih bersih dibandingkan sapu yang ‘telanjang bulat’. Setelah semua kotoran dikumpulkan dan dibuang, giliran kain pel beraksi. Kegiatan ini biasanya paling bikin orang alergi. Megang kain pel dan meresnya itu lho kadang bikin jijik. Hehe. Maka, demi kenyamanan Anda, belilah sapu pel yang terbuat dari bahan semacam sumbu kompor itu jadi Anda tidak perlu megang langsung kain pelnya dan ngesot di lantai. Memang butuh modal lebih, tapi tak apa-apalah kan bisa jadi investasi juga selama berapa tahun ke depan.

7 |

Covering

Alasi bagian atas lemari atau rak-rak yang tinggi dengan koran. Daerah ini biasanya yang paling kotor karena jarang tersentuh dan paling dekat dengan langit-langit. Jika bahan lemari Anda kayu yang permukaannya kasar atau berpotensi cepat kotor, alasi juga dengan koran sebelum diisi barang-barang. Koran ini berfungsi memudahkan kita mengangkat debu saat membersihkannya lagi.

8 |

Returning items

Kembalikan barang-barang yang telah dibersihkan ke tempatnya semula. Kalo perlu, ubah tata letaknya agar tidak bosan. Saya sering melakukan cara tersebut dan voila…segeeer rasanya dipandang mata. Kalo punya modal lebih, belilah keranjang-keranjang kecil warna-warni untuk meletakkan barang-barang Anda agar lebih rapi. Kosmetik, kabel-kabel elektronik, peralatan makan/mandi, kaset-kaset/cd, arsip-arsip kecil seukuran notes, bros-bros, dan sebagainya simpan saja di sana. Bisa juga dengan kotak-kotak tupperware yang sekarang sudah beragam modelnya. Andalan keluarga saya di rumah adalah laci susun plastik warna-warni🙂

9 |

Pasting notes

Manusia tempatnya lupa dan salah. Anda perlu membuat catatan-catatan kecil yang ditempel di tempat-tempat strategis. Isinya bisa berupa inventarisasi barang-barang, reminder untuk selalu rapi, kata-kata pemberi inspirasi, to do list, dan tanggal-tanggal penting. Selain mengingatkan diri sendiri, memo-memo tersebut juga akan menambah semarak ruangan Anda. Gunakan kertas atau spidol warna-warni. Whiteboard kecil juga dapat dipilih sebagai papan pengingat dan lebih mudah di-update.

10 |

Protecting

Jangan lupakan peran kapur barus atau kamper. Benda yang terkenal saat kita SD karena selalu dipakai contoh “benda menyublim” ini fungsinya banyak lho. Yang tidak wangi bisa untuk mengusir serangga dan mencegah timbulnya jamur pada barang Anda. Yang wangi tentu saja membuat lemari atau pakaian Anda harum. Jadi pilih yang mana? tergantung kebutuhan Anda. Saya sendiri menggunakan dua-duanya🙂

Happy cleaning!

Leave a comment

6 Comments

  1. tips yang bagus ga,, penting g penting… tapi penting juga kok…😀
    nice post.. !
    kamu tinggal di asrama toh? lagi ngerti iki aku,,,:p

    Reply
  2. nulis blognya ama bersih2nya lamaan mana? :p

    Reply
  3. panji prabowo

     /  February 22, 2010

    beneran dibayar 1 M ga mau??

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: