SMS Pria vs SMS Wanita


Minggu lalu, waktu ngumpul sama saudara-saudara saya, selain menemukan fakta yang saya ceritakan di sini, saya juga menemukan sebuah fenomena baru seputar kebiasaan sms pria dan wanita. Fenomena ini sebenarnya sudah saya alami sejak lama, tapi baru ngeh kalo bukan hanya saya yang mengalaminya. Waktu itu, kami sedang dalam perjalanan keliling Bandung, ada tiga wanita dewasa vs tiga pria dewasa di dalam mobil.

Pembicaraan bermula dari adanya protes terhadap salah satu sepupu laki-laki saya yang di-judge suka pelit balas sms, kemudian berlanjut pada curhat ‘ibu-ibu’ lainnya.

Wanita pertama bercerita:

“Mas X iku mesthi nak sms suingkat-suingkat” (1)

Wanita kedua menimpali:

“Iyo, masio mas Y iki yo ngono, dhek. Pertanyaanne uakeh jawabanne mek siji. Kadang sampe ta’balesi ‘BALESEN PERTANYAANKU KABEH!’ Ngono iku lagek dibales lengkap” (2)

Wanita pertama menanggapi wanita kedua:

“Hahaha, iyo, biasane sing dijawab nak gak pertanyaan pertama yo pertanyaan terakhir” (3)

Wanita ketiga menimpali:

“Lho kadang X iku sms gak jelas ‘MA, PAPA PULANG SORE’. Aku nak yo bingung se, lha wong ben dino ancen mulihe bapak’e sore kok ndadak takon. Engko dibalesi, njawabe cumak ‘GELEM PIJET?’ Tambah bingung maneh, pijet opo. Ditakoni pijet opo, njawabe ‘ENGKO NAK GELEM MARI SEKOK KANTOR BEN PIJET’. Oalah, tambah gak jelas. Aku ngomong wae ‘WIS ENGKO AE CERITONE NAK MULIH TIMBANG GA JELAS NGONO'” (4)

Wanita pertama dan kedua mengamini bahwa pria suka sms pendek-pendek dan kurang informatif, termasuk sering mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sejuta pertanyaan, bisa-bisa yang dijawab cuma satu, padahal pertanyaan lain juga penting untuk dijawab.

Ohya, Anda tidak punya kamus SUROBOYOAN-INDONESIA? bersabarlah untuk membaca terjemahan.

Mendengar percakapan kami, para wanita, yang mulai menyudutkan mereka, perwakilan dari kaum pria bukannya angkat bicara untuk membela diri, tapi malah menceritakan pria lain yang lebih parah dari mereka.

Pria pertama berkata:

“Lha masio om Z iku, pas ta’ceritani aku metu kerjo ndhek M*l*ys*a iku yo njawab’e cumak ‘YO’. Gak khawatir ta piye karo adik’e mergo bojone gak kerjo. Mari ngono pas cedhak-cedhak budhal ning bandara sms meneh ‘PIYE?’. Yo genten ta’bales ‘APANE?’ Kan jarene awak’e dhewe kudu menyesuaikan gaya lawan bicara” (5)

Pria kedua: sibuk nyopir.
Pria ketiga: menemani pria kedua yang sedang nyopir sambil mencerna diskusi tanpa menanggapi.

Begitulah sepenggal pembicaraan tersebut yang kemudian bergulir menjadi ajang saling ejek di antara kami. Saling menohok sih, tapi menyenangkan. Adakah yang lebih manis selain bercanda dengan keluarga sambil mengkritisi isu sosial semacam ini? Haha.

Mengingat kejadian itu, saya mencari sedikit riset tentang penyebab kebiasaan bahwa pria suka sms pendek-pendek sedangkan wanita sebaliknya. Dari hasil wawancara, saya mendapat pengakuan dari seorang pria begini:

Oya, itu pria secara umum ya? Bukan cuma aku? Kan katanya cowok nggak bisa multitasking…

Wah, perbedaan kemampuan multitasking dikambinghitamkan. Saya jadi ingat tulisan saya yang ini. Saya belum menemukan riset ilmiah sih, termasuk dengan keywords bahasa asing, tapi saya menemukan pranala ini. Silakan dibaca kalo tertarik.

Terjemahan percakapan
(1) Mas X itu pasti kalo sms singkat-singkat banget
(2) Iya, begitu juga mas Y ini, dik. Pertanyaannya banyak, menjawabnya hanya satu. Kadang sampai aku balas: BALAS PERTANYAANKU SEMUA! Seperti itu baru dibalas lengkap.
(3) Hahaha, iya, biasanya yang dijawab kalo bukan pertanyaan pertama ya pertanyaan terakhir
(4) Lho kadang X itu sms nggak jelas ‘MA, PAPA PULANG SORE’. Aku kan ya bingung, memang setiap hari ayahnya pulang sore kok pakai nanya. Nanti kalo dibalasi, menjawabnya hanya ‘MAU PIJAT’. Tambah bingung kan, pijat apa. Ditanyain pijat apa, dijawabnya ‘NANTI KALO MAU PIJAT HABIS DARI KANTOR BIAR PIJAT’. Oalah, makin nggak jelas. Aku bilang saja ‘UDAH, NTAR AJA CERITANYA KALO PULANG DARIPADA NGGAK JELAS GITU'”
(5) Lha begitu juga om Z itu, waktu aku ceritain aku keluar dari pekerjaanku di M*l*ys*a itu juga jawabnya cuma ‘YA’. Nggak khawatir atau gimana tuh sama adiknya karena suami adiknya nggak kerja. Habis itu pas dekat-dekat berangkat ke bandara sms lagi ‘GIMANA?’. Ya aku jawab saja ‘APANYA?’. Kan katanya kita harus menyesuaikan gaya lawan bicara.

Leave a comment

12 Comments

  1. Inas Luthfi

     /  March 8, 2010

    oh gitu

    Reply
  2. postingan menusuk hati nih….
    yah khan namanya efektif dan efisien. emang cowo rata2 susah buat multitasking apa mau dikata….

    Reply
  3. Dominikus D Putranto

     /  March 8, 2010

    apanya ?

    Reply
  4. namanya juga SMS, harusnya ‘short’ bukan ‘long’.😛

    pengalaman pribadi: kalo smsnya isinya pertanyaan banyak2 biasanya yg dijawab yg keinget aja. naturally, yg paling mudah diinget itu yang awal2 dan akhir2.

    Reply
    • nah lho, ada pengakuan kan😛
      iya, emang SHORT message service, tapi kalo pendeknya sms membuat kurang informatifnya pesan kadang malah bikin sms dua kali karena harus nanyain lagi pertanyaan yang belum dijawab, ini jelas tidak efisien dan efektif -_-

      Reply
  5. ghe2

     /  March 8, 2010

    haha, setuju..
    klo cewe kayanya sampe karakter terakhir pun dimanfaatin (ampe sisa karakter mendekati 0):mrgreen:

    Reply
    • betul, Ghe…gue banget itu😀
      habis gue masih pake nomor yg tarif sms-nya dihitung berdasarkan jumlah sms, bukan karakter, kan sayang kalo ga dipake semua…daripada nanya berkali2 kan…

      Reply
  6. Alsa

     /  March 9, 2010

    Haha, entah kenapa saya masih belum bisa yakin itu gara-gara gender.. btw sms-nya beneran pake huruf besar smua ya? serem -_-..

    Reply
    • yakin ga yakin harus yakin…wek😛
      huruf gedenya cuma buat penekanan di tulisan ini aja kok, kan aslinya berupa percakapan langsung di mobil…

      Reply
  7. Prolog:
    Seorang cewek (ce) sedang dalam perjalanan pulang naik Bus, kemudian cowok (co) sedang menyetir sepulang kerja di seberang lautan.

    Dialog (sms):
    ce: nek wis sampai rumah ngko telpon ya
    co: ki sing teko omah aku po sampeyan?
    ce: lha enake piye?

    Epilog:
    cewek sering mengajukan pertanyaan atau permintaan yang kurang jelas.

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: