“Uniform”, Chanchad Said


“To have food doesn’t require money, Dude! Uniform is required.”

Salah satu ide konyol favorit saya dari film 3 Idiots adalah konsep “seragam” yang dianut oleh Ranchodas Chanchad. Ide ini sebenarnya bukan sesuatu yang brilian karena saya yakin banyak orang memilikinya. Hanya saja, kru film tersebut memang pandai mengemasnya dalam sebuah adegan film. Seragam untuk bersekolah tanpa membayar yang diyakinkan Chanchad pada M.M. mungkin masih asing, tapi seragam untuk bisa masuk ke pesta pernikahan pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian anak rantau yang selalu punya alasan “perbaikan gizi” buat makan gratis nan enak!

Nah, saya termasuk orang yang susah menolak tawaran untuk datang ke walimahan alias resepsi pernikahan karena alasan itu. Ehehe…Seperti halnya hari ini, saya kembali menghadiri pernikahan dua orang senior kampus (sebut saja Masayu dan Yandi) di daerah Cimahi. Acara akad nikahnya mulai jam 8, kemudian dilanjutkan dengan resepsi pukul 11.00 – 14.00. Ada dua rombongan teman saya yang berangkat dalam dua kloter, yaitu kloter pagi yang pengen lihat akad dan kloter siang yang direncanakan habis Dhuhur. Saya rencananya ikut kloter kedua.

Dari cerita teman, konon perjalanan ke lokasi butuh waktu sejam ngangkot, saya udah hopeless gitu. Wah, kalo berangkat habis Dhuhur bisa-bisa sampai sana udah tinggal ‘sisa-sisa’, kan selesainya jam 2😀 Bukan cuma makanan, tapi juga tamu-tamu (resepsi kadang cukup ampuh mempertemukan kita dengan teman-teman yang udah jarang ketemu), performa pengantin (misalnya dandanannya udah pada luntur atau udah pada keringetan), sesi foto-foto (karena teman-teman seafiliasi sebelumnya mungkin sudah duluan), dan sesi salaman (yang ini nggak beralasan, haha). Begitulah…maka saya pun mengusulkan “Berangkat sebelum Dhuhur aja, biar nggak panas dan bla bla bla”. Intinya mulai berdiplomasi untuk memperjuangkan makanan lezat dan bergizi dalam jumlah yang layak (halah). Akhirnya, negosiasi saya berhasil, teman-teman setuju pergi sebelum Dhuhur…ow ow…alhamdulillah di lokasi masih kebagian semua jenis makanan dan tidak ada meja yang saya lewatkan😛 Bahagia rasanya ada pempek Palembang kesukaan saya…

Sebenarnya saya kasih judul tulisan ini sedemikian karena tadi pas pergi jadi inget aja sama adegan Chanchad dkk. yang mereka dateng ke nikahan. Ternyata saya ini nggak jauh-jauh dari Chanchad aja mikirnya. Haha. Eh, jangan salah, saya belum seberapa dibandingkan beberapa teman yang saya tahu benar-benar hobi memanfaatkan momentum resepsi buat makan gratis. Seorang dari mereka selalu nongol di mana-mana, lebih tepatnya selalu muncul di resepsi yang saya datangi. Padahal kalo ditelusuri dia nggak selalu kenal juga sama mempelai, setidaknya pernah mengaku pada saya sekali waktu. Ada juga seorang lagi dari mereka yang menurut teman sekosnya punya budget makan minimalis dalam seminggu. Saya lupa angkanya, tapi yang jelas nggak lazim aja jumlahnya. Masih kata teman sekosnya, dia mengandalkan datang dari satu pesta ke pesta pernikahan lainnya untuk mengisi perutnya dengan bermodalkan baju batik. Saya nggak tahu harus kagum apa prihatin kalo yang begini ini…

Ujung-ujungnya, memang benar kata Chanchad, “Kamu cuma butuh seragam buat makan, bukan uang”, setidaknya dalam kasus yang saya contohkan di atas…mungkin bisa dicoba bagi Anda yang perlu asupan gizi lebih tapi tetap nggak mau bayar mahal😛

Leave a comment

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: