Telur Mie Instan ala Warung


Saya dari dulu penasaran banget gimana cara merebus telur buat mie instan biar bagus kaya di warung-warung itu. Nggak semua warung sih, tapi di kampus saya para penjual mie instan itu jago-jago lho, mereka semua menguasai teknik merebus telur biar bentuknya bagus, nutup, dan mateng (maaf, terjadi kesulitan menerjemahkan imajinasi ke dalam bentuk kata-kata…hehe). Aduh, pokoknya yang ‘begitu’ itu lho. Telur dengan bentuk yang menyenangkan ini kalo di ITB bisa ditemui di agen mie Sunken Court a.k.a. mbak Nia dan mas Odin, kantin GKU Barat dan Borju, serta mie pak Ponimin di dapur lantai 4 Teknik Informatika. Sayang sekali saya nggak punya fotonya satu pun dan sangat menyedihkan rasanya ketika selama 10 menit mencari di Google Images, saya nggak nemu yang serupa. Cuma foto ini aja yang paling mending dari semuanya, walaupun yang saya maksud sebenarnya lebih bagus lagi bentuknya:

Sekali lagi saya ingatkan Anda bahwa bentuk yang seharusnya bukan seperti gambar di atas, tapi lebih ‘rapi’ lagi. Haduh, semoga Anda bisa membanyangkan bentuk yang saya maksud ini…

Saya sudah pernah bertanya pada banyak orang, mungkin sudah lebih dari sepuluh orang saya tanya. Teman-teman kampus, teman kos, ibu, bahkan bude saya yang terkenal seantero kota jago masak…nggak ada satu pun tips dari mereka yang berhasil ketika dipraktekkan. Tak ketinggalan pula, saudara sepupu saya ini, yang notabene kuliah di akademi perhotelan dan kerja di hotel selama dua tahun, turut berpartisipasi memecahkan sayembara membuat telur ala warung dengan mengeluarkan jurus “Patch Egg”-nya, ternyata gagal juga . Padahal jurus Patch Egg yang definisinya merebus telur di atas sendok sayur dan menempelkannya di atas permukaan air mendidih sambil direbus itu memang diajarkan di kuliahnya. Cuma sepertinya beda interpretasi. Telur yang saya maksud bukan seperti Patch Egg itu…hihihi.

Sebagian orang bilang “tinggal dimasukin ke air mendidih kan”…jiah, ngomong sih enak, tapi prakteknya nggak sesuai harapan. Seumur-umur saya sudah sering melakukannya dan hasilnya pasti kaya gini…

atau seperti ini…

Nah, lho…tetap saja nggak sama kaya yang di warung-warung itu.

Tips lain yang agak masuk akal sih katanya dengan cara melubangi sedikit kulit telur, kemudian direbus biasa…saya memang hampir berhasil mencoba cara satu ini, tapi saya tidak yakin mereka menggunakan teknik yang sama. Saya belum sempat bertanya pada penjual-penjual mie instan yang bersangkutan karena kalo sudah di TKP, suka nggak kepikiran untuk menanyakan hal itu. Rasa penasaran kembali muncul saat saya sendiri mau masak mie…kapan-kapan deh saya tanya ke mereka😀

Ngomong-ngomong, ada yang tau nggak caranya? Bagi dong…

Karena bentuk telur yang bikin putus asa kalo direbus, saya lebih suka bikin pizza mie. Kalo ini, mie yang sudah direbus dicampur bumbu sama telur, lalu dikocok jadi satu, terus digoreng deh…selain lebih nikmat, peluang untuk berhasil mencapai bentuk yang menggairahkan untuk dimakan juga jauh lebih besar. Ehehe. Apalagi kalo ditambah toping macam-macam kaya pizza beneran seperti yang dimasak ibu saya ini…hmm, yummy!

Leave a comment

5 Comments

  1. Glenn

     /  September 15, 2013

    emang susah ya mba bikin telur rebus ala warung warung, saya aja sengaja beli telur setengah lusin unutk percobaan dan enam-enamnya gagal -__-

    Reply
    • Hehe.. semangat bener sampe nyobain segitu banyaknya😛 Dulu saya di Indonesia juga nggak pernah berhasil, tapi aneh lho di Jepang saya nggak pake teknik khusus selalu berhasil nutup dengan cantiknya tuh si telur. Masa beda sih karakteristik telurnya? Kata orang sih harus mendidih dulu airnya baru cemplungin telur dan jangan terlalu tinggi pegang telurnya.

      Reply
  2. madun

     /  September 28, 2014

    Saya jga sdh cobain..sampai sekarang gagal.. ibu warung pada boong semua..

    Reply
  3. khusnul

     /  July 17, 2016

    gimana klo kita samperin pak ponimin yg di lt 4. dr pada bengong nonton TV or cctv mending ngajarin kita bikin telor indomie yg sempurna. salan kenal ya. saya if 2000

    Reply
  4. Caranya, sebelum telur dimasukkan ke panci, aduk dulu air di pancinya sampai membentuk pusaran air. Waktu airnya masih muter membentuk pusaran, pecahin telor, dan masukkan. Nanti telor akan menutup karena mengikuti pusaran airnya. Silahkan dicoba

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: