Indunisiya ‘Ajiib…


Seorang bapak hadir pada acara taujih itu bersama keluarganya: seorang istri dan empat orang putra. Saat pulang, si ibu menggendong si bungsu dan menggandeng si sulung. Dua putra yang lain ceria membanting putar jemari ayahnya dalam gandengan mesra. Di sudut tempat parkir, sebuah sepeda motor Astrea 800 setia menanti. Keenam makhluk itu melintas di hadapan sang ustadz Timur Tengah di atas motor Astrea 800 yang menderu mengejan sambil mengucap salam. Dua orang anak bergelantungan bersebelahan di depan sang Abi yang mengemudi. Si sulung erat mendekap pinggang Abi-nya dari belakang tanpa banyak ekspresi kecuali matanya yang mengedip genit dan senyum yang ia tebar pada teman-temannya sepanjang jalan. Ia tak berani banyak bergerak karena Ummi-nya duduk berbagi tempat di belakangnya sembari mendekap si bungsu yang nyenyak dalam gendongan. Tentu ia khawatir si adik bangun dan menangis.

“`Ajiib…`ajiib… Indunisiya `ajiib.. Allahu Akbar!”, seru sang ustadz memekik melihat pemandangan ini. Menakjubkan… menakjubkan… Indonesia menakjubkan! Allahu Akbar!

Anda pernah melihat juga? He he… Bagaimana perasaan Anda? Takjub saja seperti ustadz kita tadi? Atau kita masih mengukur dengan skala-skala kita hingga yang lahir adalah kasihan, iba, memelas, dan prihatin? Atau kita belum pernah lihat? Jika belum pernah melihat, datanglah sekali-kali pada acara yang dilaksanakan oleh sebuah partai…[CUT] (dikutip dari buku Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim, halaman 253-254)

Bukan tanpa sebab saya menulis potongan cerita di atas. Saya hanya ingat kisahnya, tapi sama sekali tidak ingat bahwa dibawahnya penulis buku tersebut mengawali komentar dengan bertanya pada pembaca. Yang jelas, saya yakin saat baca buku itu dulu, saya pasti menjawab “iya” untuk pertanyaan kedua karena saat buku itu dibaca saya belum pernah menyaksikan kejadian serupa. Tak disangka, kemarin sore saat saya keluyuran sebentar di sekitar asrama dan dalam perjalanan pulang, saya menyaksikan pemandangan persis seperti cerita di atas! Subhanallah… ternyata benar-benar ada! ‘Ajiib…

Foto ini hanya sebagai ilustrasi saja

Latar lokasi kejadian dan waktu memang berbeda. Saya tidak sedang menghadiri acara ‘partai’ yang disebutkan di atas tentunya😛 tapi mereka benar-benar di depan mata saya, tepatnya di depan motor saya. Eh, motornya nggak merhatiin merknya apa, tapi dari bentuknya kalo nggak Astrea ya Supra. Jangan-jangan keluarga yang sama ya? Haha, entahlah. Sayang sekali saya nggak sempat ambil gambar karena saya sedang nyetir motor saat itu. Ohya, saya baru ingat…saat baca cerita di atas saya sempat berpikir, “gimana caranya boncengin dua anak di depan? emang cukup ya? emang bapaknya nyampe megang setirnya?”. Pertanyaan itu terjawab sudah! Saya nggak kepikiran sebelum melihatnya sendiri. Motor yang saya lihat kemarin sore, yang berpenumpang enam orang itu diberi dudukan di depannya, entah apa namanya tapi seperti menyatu dengan body motornya. Di situlah dua anak lelaki yang umurnya sekitar 5-6 tahunan (saya curiga lebih gede dari ini dilihat dari postur tubuh mereka) duduk. Sang bapak yang lagi nyetir pakai baju koko dan peci bulat. Ibunya yang menggendong bayi diboncengin di belakang bareng sama seorang anak lelaki dengan perkiraan usia hampir sama seperti kedua bocah di depan. Wow…

Saya hanya bisa geleng-geleng terpukau. Ternyata rekor saya boncengan berempat sama geng cewek saya pas kelas dua SMP dulu, yang sampai mengundang kami berempat disidang di depan kelas gara-gara dianggap urakan oleh guru (dipergokin!), masih kalah sama keberanian keluarga ini. Bagaimana pun juga, kembali menjawab pertanyaan penulis, kita tidak pantas serta-merta mengasihani mereka karena mungkin saja mereka lebih bahagia dari kita dengan kesederhanaan yang mereka miliki🙂

Leave a comment

4 Comments

  1. Saya sih prihatin lihat yang seperti itu…😦
    Gimana kalo kecelakaan? Sekeluarga bisa habis tewas semua.
    Saya paling banter bonceng tiga doang.:mrgreen:

    Reply
  2. itu bisa mengurangi kemacetan lho kalo semua keluarga begitu😀

    -yang lagi blog walking ke “my second family”-

    Reply
  3. I like it…🙂

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: