‘Utsman bin Affan at Glance


Selalu ada getar ketika kita menyelami kisah Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang tangguh luar biasa dalam berjihad di jalan Allah. Setiap orang, dengan kelebihan masing-masing, menjadi motor Islam yang jika digabungkan satu sama lain sulit ditandingi pada saat ini. Mereka memang tumbuh bersama Rasulullah, tetapi setelah Rasulullah wafat pun, hasil ‘kaderisasi’ itu mereka pertahankan dan lanjutkan. Alhasil, Islam gemilang hingga 13 abad lamanya sejak masa kekhalifahan. Dari sekian banyak sahabat Nabi, empat khulafa’ur rasyidin adalah yang paling dekat dengan Nabi. Kali ini mari kita membahas yang ketiga dari mereka: ‘Utsman bin Affan.

‘Utsman bin Affan. Namanya sering salah dituliskan “Usman” saja tanpa huruf t atau “Ustman” (huruf s dan t terbalik), padahal aslinya dari huruf keempat hijaiyah, yaitu “tsa” yang diucapkan dengan lidah terjepit gigi barisan depan. Namanya diawali huruf ‘ain sehingga (sekali lagi) ‘Utsman bin Affan adalah penulisan yang benar. Begitu mengingat ‘Utsman, memori otak saya dengan cepat menemukan beberapa hal berikut:

  • khalifah ketiga
  • kaya raya
  • sangat pemalu
  • pelopor pembukuan Al Qur’an dalam mushaf

Setelah saya baca-baca lagi kisahnya, wow ternyata banyak hal keren lain dari ‘Utsman. Agar dapat mengambil hikmah dari hidupnya, di sini saya akan lebih fokus berbagi tentang sifat dan perilakunya. BTW, maaf ya nggak ada fotonya (ya iyalah emang belum zaman)😛

Dermawan

‘Utsman adalah saudagar yang kaya raya dan sangat amat dermawan sekali. Sepertinya ‘Utsman tidak takut kehabisan harta demi membantu sesamanya di jalan Allah (membantu hal-hal yang baik saja maksudnya). Tercatat dalam sejarah bahwa ‘Utsman pernah mendermakan hartanya sebagai berikut:

  • Membiayai sepertiga biaya Perang Tabuk sebanyak 1000 ekor unta, 70 ekor kuda, dan 1000 dirham (sumber lain mengatakan “dinar”, bukan “dirham”). Harga unta sekarang kira-kira 8 juta, lalu kuda katanya juga 8 juta, dan dirham? sekarang antara 35 ribu (kalo dinar lebih banyak lagi, sekitar 1,5 juta). Berapa tuh totalnya? dengan nilai masing-masing pada masa lalu, tentu merupakan suatu pengorbanan yang besar.
  • Yang fenomenal lagi adalah saat ‘Utsman membeli sebuah mata air bernama Raumah dari seorang lelaki suku Ghifar seharga 35000 dirham, kemudian mata air itu ia wakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Rasulullah SAW sampai bersabda…

    Tidak akan membahayakan ‘Utsman, apa pun yang ia lakukan setelah hari ini

    mungkin maksudnya nggak bakal ada yang tega berbuat macam-macam ‘Utsman saking udah baiknya.

  • Memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering. Konon, setiap unta membawa muatan minimal 1/4 ton di kiri dan kanan punggungnya. Subhanallah, udah nggak paham lagi. Zaman sekarang masih ada nggak yang kaya gitu? kalo bagi-bagi zakat sampe heboh dan nimbulin korban sih iya ada -_-” Terkait hal ini, ada cerita begini…

    Tak lama setelah itu sampailah perniagaannya yang baru datang dari Syam sejumlah 1000 ekor unta beserta isinya. Tiba-tiba datanglah tengkulak-tengkulak hendak membeli perniagaan tersebut. Salah seorang dari mereka berkata:
    “Ya ‘Utsman,kami beli 2x lipat!”
    “Tidak…tidak…karena ada yang berani membeli lebih tinggi dari penawaran kalian,” jawab ‘Utsman.
    “Kami beli 3x lipat dari harga yang kamu dapatkan,” kata si tengkulak.
    “Tidak…belum cukup kalau cuma 3x lipat!” jawab ‘Utsman.
    Akhirnya tawar menawar, “Kami beli 10x lipat ya ‘Utsman!”
    ‘Utsman pun berkata, “Tuan-tuan sekalian, ada di antara tuan-tuan yang hendak membelinya 700x lipat?”
    Kata mereka, “Gila engkau, ‘Utsman! Siapa pula yang sampai menawar hingga 700x lipat ?”
    ‘Utsman pun menjawab, “Akan tetapi Allah telah menawarnya lebih dari 700x lipat!”
    ‘Utsman pun membacakan ayat:
    “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.” (Q.S. Al Baqarah: 261)

    Subhanallah, begitu tulusnya dan yakin dengan balasan Allah. Luar biasa…

  • Ada kisah saat ‘Utsman dan keluarganya tiba di Yasrib dari Ethiopia dan Rasulullah mengikatkan persaudaraan antara ia dengan Auss ibn Tsabit Al Anshari, seperti juga halnya dengan setiap Muhajirin terhadap tokoh Anshar lainnya.

    Auss ibn Tsabit Al Anshari lalu menghitung puluhan unta dan ratusan domba dan bidang-bidang kebon kepunyaannya, lalu berkata : “Separuh dari harta kekayaanku itu adalah milik Anda”. Utsman bin Affan pada waktu itu berkata: “Kerelaan hati Anda itu amat saya hargai akan tetapi saya keberatan menerimanya. Sebagai gantinya, tolong tunjukkan pasar di Yasrib ini.”

    Benar-benar seorang pedagang sejati kan…

  • Di masa kekhalifahannya, ‘Utsman berinisiatif memperluas dan memperbaiki masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) hingga menjadi cantik dan megah seperti sekarang

Pemalu

‘Utsman adalah orang yang sangat pemalu dalam segala hal, baik kepada manusia maupun Allah. Dari kedermawanannya saja kita sudah bisa melihat bahwa ia malu jika hartanya yang banyak itu tidak diinfakkan di jalan-Nya. Ia malu jika ia hidup berkecukupan, sedangkan masyarakat di sekitarnya kelaparan dan kekeringan. Tentu ia malu jika super kaya tapi pelit dan egois. Beberapa kisah di bawah ini menggambarkan sifat pemalunya yang tinggi:

  • Konon, ‘Utsman tidak pernah (atau mungkin jarang) melihat (maaf) kemaluannya sendiri. Mandinya tidak dilakukan kecuali dalam rumah dan bilik yang terkunci rapat, pake kemben, dan tidak bisa menegakkan kepala dan punggungnya karena malu.
  • Sifat pemalu ‘Utsman pun kerap berbalik pada orang lain yang dimaluinya (lho?). Maksudnya, karena sifatnya itu, orang lain pun jadi nggak enakan sama ‘Utsman. Ada kisah terkenal begini…

    ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, ” ‘Abu Bakar masuk tapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?’ Rasullullah menjawab, ‘Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?’ ” (H.R. Muslim dan Ahmad)

    Waktu itu ceritanya Rasulullah sedang berbaring dalam keadaan betis terbuka. Sungkan beliau sama ‘Utsman…hehe.

Kata Rasulullah, malu itu cabang dari iman dan tidak ada yang ditimbulkan dari malu kecuali kebaikan. Malu dalam hal ini beda lho ya dengan ‘tidak percaya diri’. ‘Utsman ini malah percaya diri sekali orangnya kalo kita lihat dari sepak terjangnya selama menjadi khalifah.

Lembut

Sifat lembut ‘Utsman sebenarnya sepaket dengan sifat pemalu dan dermawannya. Diceritakan bahwa ‘Utsman adalah orang yang penuh kasih sayang dan lemah lembut kepada siapa saja, tapi tetap tegas dalam memimpin. Selama masa jabatannya, ‘Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang yang lebih kredibel. Namun, hal ini banyak membuat sakit hati pejabat yang diturunkan sehingga mereka bersekongkol untuk membunuhnya.

Sabar

Pada masa pemerintahannya, selain ancaman dari pejabat yang telah disebutkan sebelumnya, ‘Utsman juga mengalami pemberontakan dari kaum Khawarij. Menghadapi hal tersebut, ‘Utsman merelakan dirinya dijadikan sasaran pembunuhan meskipun mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan pemberontak. Ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam dan demi menjaga persatuan umat. Padahal jika mau, pada saat itu beliau dapat meminta bantuan sahabat Anshar dan Muhajirin untuk mengawalnya, mengasingkan diri ke luar daerah, atau dengan melepaskan kekhalifahan. Setelah dikepung selama 40 hari sejak bulan Ramadhan (yang sudah pasti lagi pada puasa, kasihan ya) sampai Dzulhijjah, ‘Utsman akhirnya terbunuh ketika sedang membaca Al Qur’an. Allahu Akbar!

Kepemimpinan

‘Utsman meninggalkan warisan besar juga dalam sejarah umat Islam selama kekhalifahannya. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

  • Mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya
  • Membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid
  • Membangun pertanian
  • Menaklukkan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Rodhes, Hamazan, Rayy, Safur, Arjan, Asfahan, Astakhar, Jurjan, Kabul, Sijistan, Tabristan, Azarbaijan, Armenia, Afrika, Ethiopia, Siprus, Malta dll. sehingga wilayah Islam membentang jauh dari Timur hingga ke Barat
  • Membentuk angkatan laut Islam untuk pertama kalinya. Sebelumnya Umar menolak hal itu karena khawatir terhadap tentara muslim yang belum berpengalaman perang di laut. ‘Utsman mebentuk armada laut dan memperoleh kemenangan besar dalam perang di atas kapal laut seperti Byzantium dan pulau-pulau di Mediterania.
  • Mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al Qur’an dalam satu mushaf

Sholeh

Sholeh mah udah jelas lah ya, sahabat Nabi gitu lho..

“Hormatilah ia (’Utsman ra.) karena ia adalah orang yang akhlaknya paling menyerupaiku di antara para sahabatku.” (HR. Ahmad)

Menurut beberapa riwayat, beliau pernah shalat dengan membaca semua Al Qur’an pada satu rakaat di kamar al-Aswad pada musim haji.

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya.” (Q.S. Az Zumar: 9)

“Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada pula di atas jalan yang lurus.” (Q.S. An Nahl: 76).

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-Azhim, yang dimaksud dalam dua ayat di atas adalah ‘Utsman bin Affan.

Dalam kisah lain, ‘Utsman bertemu dengan seorang laki-laki yang baru saja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. ‘Utsman berkata kepada laki-laki itu, “Aku melihat ada bekas zina di matamu.” Laki-laki itu bertanya, “Apakah wahyu masih diturunkan setelah Rasulullah SAW wafat?” ‘Utsman menjawab, “Tidak, ini adalah firasat seorang mukmin.” ‘Utsman mengatakan hal tersebut untuk mendidik dan menegur laki-laki itu agar tidak mengulangi apa yang telah dilakukannya. Bila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia bisa mengetahui apakah yang dilihatnya itu kotor atau bersih.

Subhanallah…

Begitulah sekilas ulasan mengenai kepribadian ‘Utsman yang mengagumkan. Tulisan ini akan terus dikembangkan🙂

Sumber:
http://mypena05.multiply.com/journal/item/71/Biografi_Ustman_bin_Affan
http://hbis.wordpress.com/2010/02/13/biografi-utsman-bin-affan-ra/
http://kisahislam.com/siroh-sahabat/230-kedermawanan-si-faqir.html
http://haryobayu.web.id/?aksi=detail_blog&nomor=398
http://kawansejati.ee.itb.ac.id/utsman-bin-affan-r-a
http://tauziyah.com/2007/08/19/utsman-bin-affan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan

Previous Post
Leave a comment

3 Comments

  1. makasih banyak infonya…salam hangat…

    Reply
  2. oney

     /  November 1, 2010

    Subhanallah… mksh bgt tulisannya.

    Reply
  3. Subhanallah… Utsman bin Affan memang keren…

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: