Angkatan Bawah


Sebenarnya saya kurang paham apa yang terjadi dengan mereka. Di sini saya coba beberkan beberapa fenomena yang saya temui tentang…angkatan bawah. Ya, anggap saja kita punya dua periode: periode angkatan 2007 ke atas dan periode di bawah angkatan 2007😀

Seminggu lalu, saya dicurhatin seorang pembina asrama tentang betapa apatisnya penghuni-penghuni baru. Saya langsung masang telinga baik-baik, ia masih bercerita. Tidak pernah dilihatnya sekumpulan anak yang sama-sama cuek gini, katanya. Saya cuma ketawa aja awalnya dan mikir “ampun, di sini sama aja ternyata”. Pasalnya, selama ini sudah bosan dengar keluhan serupa dari teman-teman di organisasi atau kuliah. Saya kira itu hanya penyakit senior saja yang cenderung menjelek-jelekkan angkatan dibawahnya, ternyata bukan.

Saat masuk kuliah, ada stigma kaya gini…

angkatan genap adalah pengader yang baik tapi bukan kader yang baik, sedangkan angkatan ganjil sebaliknya: kader yang baik tapi bukan pengader yang baik

Stigma ini saya percayai sampai tingkat akhir walaupun tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Nyatanya adalah angkatan di bawah kami (baca: tiga generasi terakhir) yang notabene dapat hak mengikuti “ospek kampus”, malah banyak disebut lebih lembek daripada angkatan sebelumnya yang tidak mengalaminya.

Saya masih ingat, saat itu secara bersamaan 2008 menjadi sorotan di himpunan, unit, dan juga asrama saya karena kehadiran dan keaktifan mereka yang minim di tempat-tempat di mana seharusnya mereka menjadi yang paling banyak atau minimal kedua terbanyak. Bukan hanya di forum nyata, di dunia maya pun sangat sedikit kontribusi dari mereka, mlempem semua. Lagi-lagi saat itu saya menganggap ini masalah sementara saja, efek pergantian generasi, termasuk euforia kecemasan akan pergantian kepengurusan.

Setahun berjalan, masalah ketidaktersediaan angkatan 2008 masih kerap dibahas di mana-mana sampai akhirnya datanglah para 2009. Kami, angkatan “periode 1”, menaruh harapan banyak pada mereka. Failed. Sama saja seperti angkatan sebelumnya. Tak terasa 2010 pun datang, olala…konon lebih parah lagi dari angkatan sebelumnya. Mungkin menggelikan, tapi paling gampang memang berpikir “gila anak zaman sekarang makin SOO* aja” dengan asumsi tekanan akademis mereka lebih banyak. Really? I don’t think so. Yang gawat, beberapa kali saya menemukan fenomena bahwa mereka sepertinya lebih malas berpikir hal-hal yang sifatnya milik orang banyak. Selfcentris-nya cukup besar. Mereka cenderung memilih zona nyaman, aman, tenteram untuk diri mereka dibandingkan harus memikirkan bagaimana berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan masalah bersama, dan mengorbankan waktu demi kepentingan banyak orang.

Saya bingung juga sebenarnya fokus tulisan ini apa. Hehe. Rasanya masih banyak yang belum bisa diutarakan padahal terpikir di otak. Intinya sih, berdasarkan pengalaman saya dan banyak orang di sekeliling saya selama dua tahun belakangan ini, saya menangkap ada perbedaan mencolok sepertinya antara angkatan “periode pertama” dan “periode kedua”. Bahkan angkatan di atas saya sejak era 2000-an dimulai pun bisa menilai ketimpangan antara angkatan kami, angkatan setahun di atas kami, atau angkatan setahun di bawah kami dengan angkatan “periode kedua” tadi. Entah apa yang terjadi, mungkin zaman sudah mulai berubah membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kecenderungan di lain hal. Mungkin juga tekanan kampus terhadap mahasiswa sudah memaksa mereka untuk menjadi seperti itu.

*Study Oriented Only

Next Post
Leave a comment

7 Comments

  1. hmm sepakat sih Ga
    ya karena menurut gw makin kesini makin di manja sama kenyamanan dunia.. gadget misalnya..
    coba di survey brp yang jaman kecilnya main di luar rumah vs main gadget
    gw yakin makin ke angkatan bawah bedanya makin signifikan😀

    Reply
  2. apa cuman di (mantan) organisasi kamu aja, ga? udah coba liat di organisasi lain?

    Reply
    • Kan udah disinggung di tulisan, ini hasil sharing sama banyak orang selama dua tahunan ini, jadi nggak cuma dari organisasi yang saya berafiliasi didalamnya, tapi bermacam-macam komunitas, bahkan cerita teman-teman yang tinggal di kos-kosan. Hmm kalo nggak seheboh itu sih mungkin saya nggak sampai nulis di blog😛

      Reply
  3. Halo,

    Salam kenal. Kami menemukan blog kamu ini, setelah menelusuri tautan, dari salah seorang sahabat blogger. Kebetulan, kami memang ingin menyapa mahasiswa dan alumni ITB, yang biasa berbagi rasa dan ilmu di media daring ( blog) maya.

    Kami dari masukitb.com, ingin mengajak blogger yang sedang atau pernah menjadi warga Kampus Ganesha, untuk membagi pengalamannya, bisa berupa artikel teks, foto, bahkan video, seputar kehidupannya, selama belajar di Kampus Ganesha.

    Masukitb.com adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB. Kami memahami, bahwa banyak sekali yang berminat menjadi warga kampus Ganesha, dan semoga media maya ini, bisa mengurangi kasus salah jurusan, serta membuat siswa SMU lebih mempersiapkan diri, dengan segala dinamika pembelajaran, di Kampus Ganesha.

    Terima kasih banyak, atas kesediaan Kamu untuk berbagi dengan para pelajar SMU se-Indonesia, semoga kebaikannya bisa bermanfaat untuk semua.

    tim masukitb.com

    Reply
  4. ga,, alamat blogku ganti lho… yang ini…😀
    http://lifanurlifa13.wordpress.com/
    update yo… :p

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: