Nikah di Jepang


Ehem.. sebelumnya maaf nih, bukannya mau ngasih pengumuman kok, apalagi undangan😆.
Mau cerita aja satu hal lain tentang Jepang, kali ini terkait budaya masyarakatnya dalam hal yang uhuk-uhuk: menikah. Kebetulan tadi sore saya mendapat ‘kuliah’ soal itu dari sensei *loh sebenarnya kamu jurusan apa toh, Ga*😮.

Saya memang pernah dengar dari senior bahwa pernikahan di sini itu biayanya mahal, tapi perayaannya sekaligus jadi ajang buat “balik modal”. Nah, tadi tuh dapat penjelasan lebih lengkap, langsung dari orang Jepang. Cerita bermula saat saya menanyakan sebuah kalimat di buku teks bahwa orang Jepang umumnya memberi uang atau barang elektronik saat menghadiri pernikahan.

menikah di otera (jinja juga mirip begini tempatnya)

Saya: “Bukannya mahal kalo barang elektronik, sensei?”
Sensei: “Iya gitu mahal? biasanya kalo uang, kita ngasihnya 3 mang (30 ribu yen = 3 jutaan, red.).”
Saya: “Bagi saya sih mahal. Apakah momen pernikahan sebegitu spesialnya? berapa orang yang diundang?”
Sensei: “Begitulah. Undangan kira-kira 100-150 orang.”
Saya: “Oh dikit sih ya.. kalo di Indonesia 500-1000 orang sudah lumrah.”
Sensei: “3 mang itu angka paling umum, kalo teman dekat biasanya 5 mang. Barang elektronik biasanya keluarga yang memberi.”
Saya: “Wah, begitu ya.. emang biaya gedungnya berapa? di mana mereka menikah?”
Sensei: “Macam-macam, ada yang di gereja, jinja (kuil Shinto), atau otera (kuil Buddha), jadi harganya juga beda-beda.”
Saya: “Bagaimana dengan tempat lain seperti gedung pertemuan?”
Sensei: “Ada juga, tapi gedung khusus untuk menikah, bukan gedung seperti itu.”
Saya: “Oo.. ngerti, ngerti.”

— pikiran melayang-layang membayangkan pernikahan orang Jepang, terus mikir juga kira-kira prospek apa nggak😀 —

Sensei(tiba-tiba): “Saat kakak saya menikah, saya kasih 10 mang (yang artinya ¥100.000 = IDR 10 jutaan), tapi angka segini jarang banget kecuali memang dekat.”

Pembicaraan berlanjut pada nominal uang untuk pengantin itu. Kata sensei, 30.000 atau 50.000 yen itu sudah angka standar.

Ada aturan tidak tertulis yang dianut mereka, yaitu tidak memberi uang dengan jumlah genap seperti 20.000 atau 40.000 yen. Kenapa? lucu deh arti filosofisnya. Jadi katanya kalo dikasih genap dan uang (yang terkumpul) bisa dibagi dua sama besar, mereka akan mempunyai uang masing-masing sendiri. Kalo sudah begitu, ikatan di antara mereka tidak sebesar ketika uang di-share bersama. Akhirnya, kalo mau pisah, ya bye bye aja, tidak ada tanggungan. Lain halnya ketika mereka memiliki uang dalam jumlah ganjil yang tidak bisa dibagi dua sama besar, ada bagian dari uang tersebut yang menjadi milik berdua. Dengan demikian diharapkan mereka akan lebih berat untuk berpisah. Artinya, nominal uang pemberian tamu melambangkan doa untuk keabadian pernikahan mempelai.”

So sweet..

Selain itu, ada ‘aturan tak tertulis’ lain dalam budaya menikah mereka. Memberi hadiah kepada pengantin bisa berbeda makna tergantung waktu pemberiannya. Perayaan pernikahan hanya dapat dihadiri oleh tamu-tamu yang mendapat undangan, sedangkan setelah itu, jika masih ada acara, siapa pun boleh datang. Soal undang-mengundang ini, ada prinsip memberi-menerima kembali. Misalnya, Anda tinggal di Tokyo dan punya teman yang menikah di Kyoto. Untuk menghargai undangan tersebut, Anda rela datang jauh-jauh ke Kyoto dengan biaya transportasi sekian yen. Nanti, teman Anda yang menikah itu akan mengganti uang Anda, meskipun hal ini tidak selalu terjadi.. tergantung modal mempelai juga kali ya🙂. Di sisi lain, jika datang mengunjungi dan mengucapkan selamat setelah pernikahan, mereka lebih lazim membawa hadiah berupa barang daripada uang. Yang ini nggak tahu artinya apa.

Ada yang tertarik nikah di Jepang?😛

Like this on Facebook

Leave a comment

2 Comments

  1. Aduh, ada yang ngomongin nikah nih.😳

    Reply
  2. menarik.. tapi kamu jangan nikah di jepang ya ga, kejauhan..😀

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: