What’s the Update?


Oktober hampir berakhir. Tabu bagi saya meninggalkannya tanpa goresan di blog (caila..). Update kabar aja kali ya🙂

Saya suka suasana di luar rumah bulan ini. Musim gugur sudah tiba. Walaupun belum bisa menikmati momiji, hawa sejuk cenderung dingin dan pepohonan yang kecoklatan kerap membawa memori saya kembali ke masa-masa awal tinggal di Jepang. Saya datang saat transisi musim dingin ke musim semi, jadi mirip-mirip sama sekarang. Memulai sesuatu yang baru memang selalu menyenangkan. Itulah sebabnya saat saya kembali ke Jepang dari libur mudik di tanah air, saya menikmati setiap detik di bandara Narita dan memaksa diri agar bisa merasa seperti baru datang untuk pertama kali. Namun, ya.. sudah pasti gagal. Sensasi naik keretanya sudah tidak sama seperti dulu. Sudah bosan. Hehe. Anyway, saya tetap suka musim ini dan cukup menyesal ternyata belum punya foto-foto khusus edisi musim gugur😛.

yang sempat terabadikan dari autumn (atas+kanan bawah: dekat rumah, kiri bawah: kampus)

Ngomong-ngomong soal foto, sebulan belakangan memang ada degradasi dalam produktivitas. Salah satu penyebabnya karena smartphone saya hilang. Kehilangan ini benar-benar membuat saya shock sampai berhari-hari *lebai*. Gimana enggak, di Jepang yang relatif aman kok ya masih aja hape hilang, di dalam toko pula. Udah kurang ceroboh apaaa coba saya naruhnya.. kali ini gara-gara jatuh dari kantong😥. Cerita dikit ya..

Malam saat kejadian, saya sengaja stay di tokonya (lebih kayak department store) sampai tiga jam sejak sadar hape hilang. Saya lapor ke bagian keamanan, mencari bersama staf mereka, lapor ke kantor polisi, dan menunggu kabar dari karyawan-karyawan toko yang sudah diperintahkan untuk membantu pencarian. Saat tiga jam sudah berlalu dan hasilnya nihil, saya putuskan untuk pulang dengan membawa segenggam harapan. Saya tahu dari cerita banyak orang yang pernah kehilangan di sini bahwa barang-barang mereka bisa kembali, makanya saya optimis juga. Keesokan harinya saya lapor ke provider untuk menonaktifkan servis saya sementara, lalu kembali ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Saya belum dikontak sama sekali oleh pihak keamanan toko, tapi saya berinisiatif tanya kabar ke mereka.

di sini hilangnya

di sini hilangnya


Alangkah terkejutnya saya ketika ibu penjaga kantor keamanan saat itu mengambil sebuah leather case yang sangat saya kenal. Saya pikir pencarian telah berakhir, ternyata.. hapenya nggak ada! Dengan ekspresi menenangkan, para staf menjelaskan bahwa: hanya itu yang mereka temukan, kalau hape sudah diblok kemungkinan tidak apa-apa, akan segera dihubungi jika hape sudah ketemu. Di sisi lain, mereka juga jujur mengatakan ada kemungkinan waruikoto (perbuatan buruk), artinya ada yang sengaja mengambil hape. Saya pasrah, cuma bisa berharap ada yang nelpon saya besok mengabarkan hape saya ada di suatu tempat. Begitu seterusnya harapan saya sampai dua minggu berlalu tanpa menyisakan harapan lagi. Untuk ke sekian kalinya saya harus merelakan sesuatu akibat kecerobohan saya.. dan lagi, saya kembali ber-azzam memperbaiki diri. Toh, ternyata meskipun di Jepang, tidak ada jaminan barang kita bisa ketemu. The good person does the good deed and the bad person does the bad deed, no matter what his or her nation.

Okay, forget about smartphone.. even I’ve been enjoying my life without lack of awareness of surroundings now. Enaknya lagi, tagihan servis hape saya bakal jauh lebih murah karena nggak langganan internet unlimited😉.

SJ and DR

SJ and DR

Wait.. sebelum melupakan smartphone, mari kita ingat bulan ini ada berita heboh apa. Yak, saya bukannya enggan membahas gempa di Turki, Indonesia, Selandia Baru, dsb. atau tentang apatisme orang China dalam kasus Yue Yue, tapi itu di luar scope saya sekarang😮. Terkait si smartphone, dua minggu setelah punya saya hilang dan dalam hari-hari ketika seseorang sedang mengebut pencapaian milestone untuk versi terbarunya (yang ternyata belum dirilis), sang penemu meninggal. Dunia berduka sembari ramai membahas jasa dan kebaikannya, tapi buat saya, artikel paling menarik tentangnya tetap yang ini. Kenapa menarik? karena selain membongkar asal-usul SJ yang ternyata sangat dramatis, tulisan itu juga sudah ada sebelum SJ meninggal. Terima kasih buat ALR yang berhasil menemukannya di antara tumpukan berita SJ pasca meninggal. Tepat seminggu setelah SJ meninggal, pendahulunya sebagai orang besar dalam computer science juga meninggal. Goodbye, pak DR! Makasih buat vitamin racun C-nya😛.

*Terus gara-gara menyinggung bahasa C, saya jadi galau sudah lama nggak ngoding :roll:*

Sekarang kita masuk ke kabar kuliah..
Kira-kira sudah sebulan saya masuk semester baru. Karena rencananya cuma empat semester menyelesaikan master (aamiin), maka bisa dibilang inilah saatnya memaksimalkan bermain dan mencoba apa saja😀. Soalnya tahun depan siapa tahu kan saya sudah double atau triple #eh (pihak ketiganya tesis maksudnya :lol:), kan makin susah cari waktu buat agenda yang sifatnya optional. Seperti semester lalu, dua minggu pertama kami shopping class dulu. Akhirnya dengan berat hati, ada dua kelas yang tidak saya pilih karena not taught in English. Sebenarnya semester lalu pun ada beberapa kuliah yang sebagian pakai nihongo, tapi temanya campuran jadi nggak blank sepanjang semester. Nah, dua kuliah ini bukan campuran jadi sekali nggak paham ya nggak paham aja terus sampai semester selesai. Hehe. Ya gini deh resiko kuliah di Jepang nggak pakai kelas bahasa dulu dan masuk general program😛.

kuliah bareng mahasiswa dari Nara Institute of Tech.


Kesimpulan sementaranya, semester ini lebih menantang daripada semester sebelumnya karena selain harus mempertahankan kondisi akademis yang–kalo pinjam istilah sensei pas ngajar networking–“robust yet fragile”, kuliahnya juga 75% kolaborasi dengan kampus lain. Kompetisi makin ketat, keaktifan makin dituntut, dan tentu saja berefek pada keharusan mengerti materi. Tugas juga makin dewa lah, tiap minggu harus baca paper dan menulis report. Sebuah kuliah dari program studi lain (ini dosennya), Global Governance, paling menantang buat saya karena saya tidak terbiasa mengikuti isu-isu tentang perdagangan, strategi kebijakan, politik, dan sebagainya yang bau-bau sosial. Bagi saya, kelas yang satu ini lebih seperti menyimak berita di TV atau baca koran ketimbang kuliah *garuk-garuk*. Habis gimana.. biasanya kan belajarnya ilmu pasti macam internet, networking, future computing, database, dan sebangsanya, terus tiba-tiba harus mantengin teori tentang regionalism, FTA, organisasi negara-negara di dunia, statistik impor-ekspor, dll. Hahaha. Mabok.

Selain kuliah dan main😀 hmmm, masih sama sih, kadang-kadang mengurus ini yang sekarang alhamdulillah masih memberi hasil lumayan. Kalau orang tanya saya nyambi kerja nggak di sini, ‘iya.. saya arubaito di Diolabs:mrgreen:. Baru dua minggu ini sih kepikiran buat nambah kerjaan lagi *adoooh, kaya kurang kerjaan aja* dan saya merasa Allah itu baik banget. Dia selalu mendengar keinginan saya dan memberi jawaban, baik “ya” atau “tidak”, yang saya yakin selalu terbaik dari-Nya. Untuk keinginan nambah kerjaan ini rupanya langsung dijawab dengan tawaran jadi TA–asisten–dari dosen yang pernah saya ikuti kelasnya. Alhamdulillah ya.. kerja kecil-kecilan sih sebenarnya, tapi lumayan lah bisa jadi pengalaman nih kerja bareng wong Jepang itu gimana. Sementara baru disuruh fotokopi soal-soal sama… bikin animasi buat bahan ajar (Nooo! mampus ini saya, nggak skill blass😐 ada yang mau bantu? #seriusgue).

Yosh! Segitu dulu kabar-kabari kali ini.. next time pengen cerita tentang gasshuku 合宿 yang baru saya jalani weekend kemarin. Semoga ada waktu buat nulisnya😛.

[Spoiler]

story of Gasshuku.. is coming soon😀

Previous Post
Leave a comment

2 Comments

  1. Mbaaaaaak sukses ya Mbaaak, kuliahnya!😀

    Semoga semakin berjaya di Jepang sana! Aamiin!🙂

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: