Mensyukuri Makanan


Suatu hari Rasulullah SAW mengajak Khalid bin Walid ke rumah istrinya yang juga merupakan bibi sahabatnya itu, Maimunah ra. Maimunah menjamu mereka makan dengan lauk daging dhab (sejenis biawak). Melihat makanan terhidang didepannya, Rasulullah segera mengulurkan tangannya ke meja, siap untuk menjamah makanan yang ada. Pada waktu bersamaan, seorang wanita dari balik bilik mengatakan kepada Maimunah agar memberitahukan kepada Rasulullah tentang daging tersebut. Setelah Maimunah menjelaskan bahwa itu daging dhab, Rasulullah serta-merta menarik tangannya kembali. Melihat hal tersebut, Khalid bertanya, “Apakah daging ini haram?”, kemudian beliau menjawab, “Tidak. Hanya saja, daging ini tidak terdapat di antara kaumku, jadi aku tidak berselera memakannya”.

Kisah di atas saya dengar dari radiopengajian.com siang ini. Rasulullah SAW berkata demikian agar tidak menyakiti hati istrinya yang sudah memasak makanan tersebut. Konon, beliau dikenal tidak pernah menghina makanan. Jika ada makanan yang disukainya, beliau memakannya. Sebaliknya jika ada makanan yang tidak disukainya, beliau meninggalkannya. Kalau pun berkomentar, beliau selalu menyampaikannya dengan santun seperti contoh kisah tadi.

Spontan pikiran saya melayang ke adegan-adegan dalam dua film terakhir yang saya tonton, Omohide Poro-poro dan Marumo no Okite. Dua-duanya memuat adegan di mana si tokoh-tokoh utama yang berusia SD menyisakan makanan, lalu dinasehati oleh orang tua. Saya yakin cerita tersebut sengaja dimasukkan untuk memberi pesan kepada pemirsa, terutama anak-anak, agar tidak membuang makanan. Di masing-masing film, isu “menyingkirkan makanan yang tidak disukai” ini tidak hanya sekali diekspos, tapi diulang di beberapa adegan. Berikut saya sertakan screenshots sebuah adegan dari setiap film.

Taeko, anak cewek kelas 5 SD, punya kebiasaan menyisakan makanan yang tidak disukainya. Di sini ibunya bilang "how wasteful" dan menyuruhnya agar berikutnya memakan semuanya.

Tomoki, anak cowok kelas 1 SD, yang nggak doyan wortel menuai protes dari temannya saat makan siang bersama di sekolah. Gurunya datang untuk menasehati

Wakatta no?
Barangkali di film-film Jepang lainnya adegan serupa juga banyak dimasukkan. Saya kurang tahu apakah perkara ini merupakan bagian dari nilai-nilai luhur budaya mereka atau bagian dari perhatian mereka terhadap isu food waste. Soal food waste ini, di slide kuliah saya memang pernah ada contoh kasus yang tertulis begini:

…世界の飢餓人口が9億6000万人を超すなかで、日本では国内外から9000万トンの食料品を調達し、約2割に相当する1900万トンが廃棄さている実態も明らかになっている.

Artinya kurang lebih bahwa di tengah adanya 960 juta orang kelaparan di dunia, Jepang mampu mengadakan 90 juta ton makanan dari dalam dan luar negeri, tapi 20% dari itu (19 juta ton) terbuang. Zannen..😦

Bagaimana dengan Indonesia? Tidakkah hal serupa juga pasti terjadi?
Sebagian orang dengan enteng menyisakan makanan yang dia ambil di Hanamasa setelah membayar sebesar >=50% pendapatan per bulan sebagian orang yang sehari-harinya hanya makan apa saja yang bisa ditemukan di hutan. Tragis kan? Ah, semoga kita bisa lebih mensyukuri setiap ml minuman dan setiap cc makanan yang “dikirim” Allah untuk kita dengan mengesampingkan egoisme tidak suka ini itu serta mengingat orang lain yang tidak seberuntung kita.

Order what you can consume. Money is yours, but resources belong to society. There are many others in the world who are facing shortage of resources. You have no reason to waste resources. (diambil dari cerita tentang peraturan penggunaan sumber daya di Jerman)

Food is resource too!

Leave a comment

2 Comments

  1. aku suka banget deh ma kata gurunya :

    If you have likes and dislikes, you won’t be strong and healthy

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: