Jangan Nolak Jadi Wanita


Aku lebih baik nggak bisa punya anak daripada harus tersiksa tiap kali mens

“Dulu sampai pernah keluar kata-kata seperti itu, teh, ketika nggak tahan sakitnya. Ibu saya sampai nangis dengarnya,” kata seorang perempuan berumur kira-kira empat tahun di bawah saya. Dia bercerita bahwa sampai sekarang siklus menstruasinya masih tiga bulan sekali dan tiap kali “dapet” sakitnya luar biasa. “Kalo biasanya cewek lain sakit cuma di perut aja, saya nih dari ujung kepala sampai ujung kaki sakit semua, rasanya pengen ngumpet aja di gua,” tambahnya. Setelah menyemangatinya dan memberi beberapa tips seperti mulai mencatat siklus untuk persiapan periksa ke dokter nantinya, seorang temannya nyeletuk, “Iya gih, periksa ke dokter, kita kan akan jadi ibu. Jangan nolak jadi wanita”🙂.

Ya, saya sedikit bisa membayangkan gimana sakitnya dia. Saya, seperti kebanyakan wanita, juga merasakan sakit perut yang ‘khas’ di awal-awal menstruasi (mens) datang. Pokoknya tiga hari pertama itu masa kritis deh, entah hari pertamanya, keduanya, atau ketiganya. Dulu saat masih sekolah, saya sering bolos atau cabut pelajaran dan ke UKS kalo sakit perut lagi kumat. Habisnya nggak bisa dipakai apa-apa, pengennya mlungker di atas kasur😀. FYI, yang namanya sakit mens itu nggak cuma masalah perut, tapi kadang disertai juga dengan pusing, badan pegal-pegal, anemia, jerawat, emosi tinggi, sakit punggung, atau “tegang” di beberapa bagian tubuh.

click for source

Takut ada apa-apa, pas lulus SMA sempat periksa ke dokter kandungan, tapi alhamdulillah nggak ada apa-apa. Kata dokternya, mungkin sakit dysmenorrhea biasa sebanarnya. Hanya saja setiap orang memang merasakannya berbeda-beda tergantung kekuatan masing-masing. Sejak saat itu, saya disuruh mama untuk membiasakan diri berpikir positif tiap mens. Sugesti “Aku nggak akan sakit perut” atau “Nggak apa-apa, cuma sakit wajar” harus selalu ditanamkan. Alhamdulillah, setidaknya sudah pernah berhasil melewati ujian akhir, outbond, dan perjalanan jauh di saat sedang dysmenorrhea walaupun kalo nggak ada agenda penting tetap sebisa mungkin saya mending istirahat di rumah.

Ada satu pikiran yang kerap menyapa saat sakit, yaitu “Cewek itu sakitnya hampir tiap bulan dan saat melahirkan, tapi kalo cowok cuma pas sunat (khitan) aja.” Apakah Anda juga pernah mikir gitu? Aha. Kalo iya berarti saya punya teman😮. Kalo udah kaya gitu, saya biasanya ingat iklan K*rant*: cuma cewek yang bisa begini atau mengingat kalo “wanita kan emang lebih kuat daripada laki-laki”, wekk😛. Namun, Allah itu keadilan-Nya nggak bisa diragukan. Setiap perjuangan hamba-Nya, pasti dibalas dengan sesuatu yang indah. Begitu pun dalam hal-hal yang harus ditanggung seorang wanita. Allah membuka jalan menuju surga melaluinya jauh lebih banyak daripada jalan yang tersedia untuk lelaki. Tinggal kita yang memilih, mau pakai ‘tiket’ itu atau nggak. Logikanya, kalo udah dikasih tiket masuk, tapi nggak dimanfaatkan, maka hilanglah kesempatan itu. Itulah sebabnya Rasulullah SAW mengingatkan bahwa penghuni neraka kebanyakan kaum hawa. Astaghfirullah, naudzubilla hi mindzalik.

Dalam rangka sekalian mengingatkan diri sendiri, ini dia tiket-tiket itu:

  • Wanita boleh masuk surga melalui pintu mana pun dengan empat syarat, yaitu menegakkan shalat lima waktu, menunaikan puasa Ramadhan, mentaati suami, dan menjaga kehormatan.

    “Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan, menjaga kemaluan, dan taat kepada suami maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR Abu Hurairah)

  • Jihadnya wanita adalah di rumah, mentaati suami, dan Allah. Kalo pria diwajibkan pergi ke medan perang saat harus berperang, shalat berjama’ah dan shalat Jum’at, wanita nggak perlu itu. Gampang kan? Alhamdulillah ya..

    “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai)

    Auu:mrgreen:

    “Wahai wanita, apakah engkau telah bersuami?” “Iya,” jawabku. “Bagaimana engkau terhadap suamimu?” tanya beliau. “Aku tidak mengurang-ngurangi dalam mentaatinya dan berkhidmat padanya, kecuali apa yang aku tidak mampu menunaikannya,” jawabku.”Lihatlah di mana keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu,” sabda beliau. (HR Ibnu Abi Syaibah, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Al- Albani ra)

  • Wanita apabila meninggal karena melahirkan, termasuk dalam masa setelah melahirkan, maka ia adalah syuhada (mati syahid)

    “Syuhada’ (orang-orang mati syahid) yang selain terbunuh di jalan Allah itu ada tujuh: Korban wabah tha’un adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, penderita penyakit lambung (semacam liver) adalah syahid, mati karena penyakit perut adalah syahid, korban kebakaran adalah syahid, yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Malik, dll.).

  • Ketika menjadi seorang ibu, surga di bawah telapak kakinya dan berhak mendapat kebaikan dari anaknya tiga kali lebih besar daripada suaminya.

    “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR Bukhari dan Muslim)

  • Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan-keutamaan seorang wanita, terutama setelah ia mengemban amanah sebagai istri dan ibu, tapi berhubung saya belum menemukan dalil yang shahih, sementara ini dulu😉

Dengan segala “keribetan” yang menempel pada dirinya, wanita itu selamanya bakal tetap disertai keistimewaan, keringanan ibadah, dan perhiasan..

Previous Post
Next Post
Leave a comment

2 Comments

  1. Eka surya saputri

     /  November 14, 2012

    Keren mksih ukhti.

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: