Bagaimana (Pendaftaran) e-KTP?




Tak terasa, sudah dua tahun lebih berlalu setelah tulisan saya tentang e-KTP yang masih jadi most wanted post di blog ini diluncurkan. Ternyata butuh waktu dua tahun lamanya sejak masa uji petik untuk mengantarkan proyek akbar ini sampai ke hadapan para warga negara yang mulia.

Pendaftaran e-KTP jadi headline “Radar Cepu”

Tanggal 10 April 2012 lalu, saya dan keluarga mendapat kesempatan untuk mengantri pendaftaran e-KTP. Alhamdulillah, kami termasuk assbiqunal awwalun alias dapat giliran di kloter-kloter awal pendaftaran. Di daerah saya (buka petanya aja nih), pendaftaran dibuka mulai tanggal 3 April sampai dengan 31 Oktober 2012.

Di kantor kecamatan, kami langsung menuju meja pemeriksaan untuk konfirmasi identitas dan berkas-berkas yang dibutuhkan. Setelah itu, tinggal menunggu dipanggil sambil duduk di kursi-kursi kayu panjang. Tidak sampai dua puluh menit, kami sudah dipersilakan masuk. Proses pengambilan datanya cepat sekali. Setiap orang mungkin hanya sekitar lima menit. Berikut foto-foto yang menunjukkan urutan pendaftaran e-KTP.

Meja tempat mengumpulkan surat panggilan dan fotokopi kartu keluarga (KK). Soal kartu identitas ini bisa pakai KK atau KTP. Karena KK kami lebih update isinya, akhirnya hanya menyerahkan itu saja.



Menunggu panggilan untuk pengambilan data. Pose dulu lah.. itu yang melet sebenarnya masih keluarga saya, yaitu papa *facepalm*

Nah, ini sudah masuk di ruang pengambilan data. Di sini, awalnya data diri kita dikonfirmasi ulang berdasarkan kartu identitas yang telah diserahkan di tahap 2.

Pastikan tidak ada kesalahan pada data diri Anda yang dimasukkan petugas! Kalau sudah OK, tahap selanjutnya adalah pengambilan foto.

Mulailah tahapan inti yang membedakan e-KTP dengan KTP biasa, yaitu pengambilan data biometrik. Kali ini sidik jari.

Penampakan data keluaran sistem perekam sidik jari. Curi-curi nih jepretnya🙂

Tentang biometrik kebetulan juga sudah dijelaskan di tulisan Apa dan Mengapa e-KTP?. Hanya saja, rupanya ada sedikit perbedaan dari rencana yang cukup saya apresiasi, yaitu penambahan jenis data biometrik yang diambil. Di tulisan tersebut, yang ditulis saat e-KTP masih dalam tahap penggodogan, dijelaskan alasan pemilihan sidik jari sebagai identitas dalam e-KTP. Ternyata realisasinya bukan hanya sidik jari saja, melainkan juga retina mata. Oh, berarti tampaknya anggaran agak berlebih tuh sampai bisa beli alatnya😛. Dengan begitu, seharusnya sih keamanan e-KTP lebih tinggi lagi.

Kembali ke laptop kantor kecamatan😀

(Ganti pemeran) Setelah pengambilan data kedelapan sidik jari selain jempol, kini saatnya sidik jari kedua jempol direkam juga. Malah saya juga harus rekam ulang telunjuk kanan dan kiri, padahal seingat saya, papa mama tidak begitu.

Ini yang saya singgung di foto sebelumnya: Perekaman ulang sidik jari telunjuk kanan dan kiri🙄. Mungkin karena yang sebelumnya kurang bagus hasilnya.

Pengambilan data retina mata. Ada juga yang bilang “iris” lah, “pupil” lah.. hmm, ya orang ilmiah tahu lah mana yang benar😮

Tahap terakhir adalah tanda tangan digital. Saya harus mengulangi langkah ini tiga kali karena hasilnya jelek😥. Susah sekali mendapatkan bentuk yang natural seperti tanda tangan di atas kertas. Hehe.

Banner e-KTP

Yosh! Pendaftaran e-KTP akhirnya selesai. Ingat, ini baru mendaftar lho, belum pembuatannya. Pembuatannya sendiri sampai e-KTP bisa kita pegang itu.. eng-ing-eng.. setahun, saudara-saudara. Wajar sih, soalnya kan database-nya terpusat, data yang sudah diambil tentu harus diproses dulu, dikirim ke pusat, diseleksi, dirapikan, diurutkan, dan lain sebagainya. Selain itu, karena kemampuan per hari pendaftaran e-KTP itu hanya 300 orang, perlu waktu berbulan-bulan bagi suatu wilayah (bisa kecamatan atau kelurahan) untuk mendata seluruh penduduknya.

Ohya, saya sempat baca di beberapa tulisan dan ternyata berbeda dari pengalaman saya, justru banyak yang mengeluh karena antrinya lama sekali. Hmm, saya tidak tahu sih sebabnya apa, padahal sih prosedurnya sama. Kami diberi surat panggilan dan diberi tahu jadwalnya. Kami sendiri alhamdulillah dapat yang giliran malam setelah Isya’, jadi tidak banyak orang yang mengantri. Betapa capek petugasnya karena mereka kerja sampai pukul 20.00 – 21.00. Kejar tayang, masss.. mbaaakkk.. Hehe.

Bagi Anda yang belum dapat giliran daftar e-KTP, selamat menunggu di daerah masing-masing🙂.

Leave a comment

3 Comments

  1. Mbak Ega,, ini proses e-KTP Di Cepu yah?? Kok keluarga saya diCepu msh belum yah.. Hhee :p

    kalau Saya sendiri udah bikin e-KTP tetapi itu di Jakarta, pendaftarannya sebentar doank aku kok, engga ada 5 menit. Dan Infonya sih e-KTP jadi itu kira-kira 2 bulan lagi.. Sekitar Mei-Juni 2012.

    Prosedurnya sama saja sih,, pendaftaran, pengambilan data biometrik, retina mata, sidik jari, tanda tangan digital. Dan juga sama,, sering mengulang saat sidik jari.. *Gerogi.. hhaha

    Reply
    • Thanks jempolnya.
      Iya, di Cepu. Sabar aja, pasti dapat giliran🙂
      Hmm, dua bulan? kok kami dikasih tahu setahun lagi ya.. hiks.

      Reply
  2. ria

     /  June 20, 2012

    sma,punyaku jg jadi’y thn 2013,lama bngts hiks hiks

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: