An Inspiring Wedding Speech from “My Neighbors The Yamadas” Movie


Congratulations to all of my friends who just opened the gate of a new life with his/her spouse or those who’re about to get there soon.

Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fii khair

May Allah’s blessings are always be around you and your family.
Here I’d like to share a very beautiful message about marriage, which has inspired me, and hope you’ll find something meaningful too. Taken from “My Neighbors The Yamadas” scene, a movie by Studio Ghibli, this message is told as speech of an old woman in the main-figures’ (Takashi-kun and Matsuko-san) wedding. I removed the figures’ name or replaced it with the term “you”.

CatatanWedding speech (pidato pernikahan) yang dimaksud dalam tulisan ini juga tersedia dalam Bahasa Indonesia. Kata dalam tanda kurung merupakan bagian tambahan dari saya sendiri agar terjemahannya tidak kaku walaupun secara keseluruhan masih tetap aneh juga sih.. hahaha, mohon maaf selain level masih cupu, kosakata english saya juga terbatas jadi kadang susah cari padanan katanya:mrgreen:

Takashi-kun and Matsuko-san in “My Neighbours The Yamadas” movie

You are off to a great start in your new life. Congratulations, I also offer warm wishes to your parents and relatives. Now, your prospects are boundless, and you’re embarking for the wide open world under billowing sails.

Kalian baru saja menuju permulaan agung dalam hidup yang baru. Selamat! Saya haturkan juga salam hangat ini kepada orang tua dan sanak kerabat kalian. Kini, harapan-harapan kalian tidak terbatas. (Jika diumpamakan dengan perjalanan mengarungi lautan), kalian sedang menaiki kapal untuk menyongsong dunia yang terbentang luas di bawah layar-layar yang menggelembung (terkembang penuh oleh angin).

Life, as they say, has its ups and downs. At times, the waves may taunt you, tossing you in their swells, but.. take heart. It’s hard to stick with it and make it on your own, but even a couple of losers can survive most things if they’re together.

Hidup ini, kata mereka, ada naik dan turunnya. Suatu saat terjangan ombak mungkin mencelakakanmu, menggulungmu dalam gelombangnya yang besar, tapi… bersabarlah. Tentu berat untuk tetap bertahan didalamnya dan menaklukkannya sendiri, tapi bahkan sepasang pecundang pun mampu selamat dari banyak hal (buruk) jika mereka bersama.

Have children as soon as you can. Children are the best reason for riding our life’s storms. Nowadays, people say child rearing is challenging and difficult, but we’ve done it from time immemorial. Children grow even without parents, so hold them close to your heart as they crawl, they walk. They’ll be fine.

Children make you appreciate your own parents. Parents may seem to do nothing but order you around, but they’ll baby-sit your kids and sometimes give them toys. Nowadays, young people turn that saying about appreciating parents to their own advantage, but I guess that’s part of it too. If things work out, you even get the real estate. So, start looking after your folks!

Milikilah buah hati secepatnya. Anak-anak adalah alasan terbaik untuk menaklukkan seluruh badai kehidupan kita. Dewasa ini, orang bilang mengasuh anak itu menantang dan sulit, tapi toh para nenek moyang kita sudah melakukannya sejak dahulu kala. Anak-anak itu sebenarnya mampu tumbuh sendiri, bahkan tanpa orang tua, maka jagalah mereka dekat ke hatimu ketika mereka merangkak, berjalan, dan seterusnya. Mereka akan baik-baik saja.

Anak-anak membuat kalian menghargai orang tua kalian sendiri. (Kalian mungkin pernah berpikir bahwa) orang tua mungkin tampak tidak melakukan apa-apa kecuali memerintah, tapi (lihatlah sampai kalian punya anak pun), mereka masih akan ikut menimang anak-anak kalian dan kadang memberi mereka mainan. Belakangan ini, (ada) anak muda yang berpikiran bahwa (orang-orang) memperhatikan orang tuanya demi keuntungan mereka sendiri (ada maunya, misalnya memanfaatkan mereka untuk mengasuh anaknya), tapi bisa jadi memang “keuntungan” itu termasuk didalamnya. Jika hubungan kalian dengan orang tua dapat berjalan baik, kalian justru bisa mencapai kehidupan ‘real estate’ (bukan dari segi harta, tapi kebahagiaan, kepuasan, dan kebaikan-kebaikan lainnya).  Jadi, mulailah merawat orang tua kalian!

What should you fear most on this life voyage?
Wild storms and rip tides?
No.
Beware the calm waters, when there’s hardly a ripple in sight. As long as a family holds each other tight, they can somehow weather the wildest sea. Calm water is another story. The wind dies down, you sigh and relax, loosening your clasp. Take care, if in the calm you selfishly please only yourselves, you may lose each other.

You’ll never see the sharks gathering around you. How will you guide your ship? Without a wind or even a course if you row blindly, right? no, left? no, right? After all, you’ll never agree. You may even wonder why you’re stuck on the same boat at all.
Your family is about to fall apart.

(Selanjutnya), apa yang seharusnya kalian takutkan dari perjalanan hidup ini?
Badai yang ganas dan arus yang deras mencabik-cabik?
Tidak, bukan itu.
Berhati-hatilah dengan air yang tenang, ketika hampir tidak terlihat sedikit pun riak air. Kita tahu bahwa selama sebuah keluarga berpegangan erat satu sama lain, entah bagaimanapun mereka dapat melalui lautan yang paling buas. Namun, air yang tenang adalah cerita lain. Angin perlahan menghilang, kalian bernapas panjang dan merasa rileks, merenggangkan pegangan. Waspadalah, jika di dalam ketenangan itu kalian (lengah dan justru) hanya egois memikirkan diri sendiri, kalian mungkin bisa kehilangan satu sama lain. Kalian tidak menyadari bahwa ikan-ikan hiu telah mengelilingi kapal kalian.

(Kalau sudah begitu), bagaimana kalian akan mengarahkan kapal? Tanpa hembusan sang angin atau bahkan tanpa tujuan, kalian akan mendayung masing-masing dengan membabi-buta tak tahu arah. Kanan? bukan. Kiri? bukan. Kanan? bukan. Setelah semuanya, kalian tidak pernah menemukan kesepakatan. Pada akhirnya, kalian mungkin akan bertanya-tanya mengapa kalian terjebak dalam kapal dengan posisi yang sama, tidak bergeser sama sekali. Saat itulah, keluarga kalian sedang di ujung tanduk.

(Maka, berhati-hatilah dan bersabarlah menikmati badai atau ombak yang mendera sesekali ^_-)

sign

Leave a comment

4 Comments

  1. Dalam banget pesan yg disampaikan.
    Film-film dari Studi Ghibli memang sarat pesan.

    Reply
    • yoi, Iwan..Ghibli lebih mentingin isi cerita daripada menonjolkan visualisasinya. ente penggemar Ghibli juga ya? hehe

      Reply
      • Yo’i, mbak Ega.
        Sampai berusaha dapat souvenir-nya dari Studio Ghibli.
        Soal visualisasi memang masih kalah dg Disney, Pixar. Tapi menurutku dg kesederhanaannya itu malah pesannya gampang ditangkap.

        Reply
  2. Reblogged this on EGA ♥ AISAR and commented:

    Tulisan ini sebenarnya saya persembahkan untuk teman-teman saya para newlywed couples, tapi tentu saja isinya juga berlaku buat kami🙂

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: