Japan and Scrapbooking


[Tulisan ini disarikan dari status Facebook saya tanggal 18 Maret 2013 lalu]

Salah satu budaya Jepang yang saya suka adalah kebiasaan membuat scrapbook atau album foto yang didekorasi sedemikian rupa dengan pernak-pernik dari guntingan kertas, stiker, atau teks dari spidol, lem glitter, polpen warna, terus juga biasanya selotip bermotif macam-macam. Scrapbook itu sering mereka jadikan hadiah ke orang yang baru melewati moment penting, misalnya ulang tahun, pernikahan, kelahiran anak, atau lulus sekolah/kuliah.

japan and scrapbook 1

Scrapbook yang saya dapat dari teman-teman satu lab sebagai kenang-kenangan sudah lulus kuliah master. Meskipun jarang gaul dan tidak punya banyak foto bersama mereka, ternyata saya tetap dapat “jatah” dan mereka berhasil memasang foto-foto saya. Alhamdulillah😀

the scrapbook makers

The scrapbook makers.. arigato. Kedua cowok yang sedang menerima hadiah ini adalah tim yang berjuang menyelesaikan scrapbook untuk delapan orang anggota lab yang lulus. Hebat! Kerjanya rapi dan desainnya bagus seperti buatan cewek😉

Selain scrapbook, kebiasaan orang Jepang lainnya adalah menulis ucapan selamat atau pesan-kesan bersama di atas papan lengkap dengan foto kenangan si penerima dengan para partisipan.

japanese-birthday-board

Numpang majang punya kangmas.. ini kayanya dapat waktu welcoming new employee deh.

Dilihat dari segi harga, scrapbook semacam punya saya di atas mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kado berupa barang yang beli langsung di toko. Hanya saja, walaupun sederhana, bagi saya hadiah seperti itu jauh lebih berkesan dibandingkan kalo kita dikasih barang jadi yang tinggal beli atau pesan di toko. Dengan dibuat sendiri, artinya orang yang ngasih kita itu benar-benar niat! bahkan yang saya terima di atas, album kenangan dari teman-teman satu lab, dibuat hanya oleh dua cowok dan mereka bikin album serupa buat delapan orang, full pages pula! Kebayang kan pengorbanannya?

Kalo saya perhatikan, sepertinya memang selera, kreativitas, dan skill orang Jepang dalam hal desain dan media itu sangat tinggi. Mungkin karena sejak kecil mereka sudah dibiasakan berpikir pakai otak kanan dan disediakan banyak properti yang mendukung. Mereka terbiasa menggambar, menggunting, melipat, menempel, dan sebagainya, serta sangat menghargai buah karya. Jadi, dalam belajar bukan buku, pensil, papan tulis yang pertama, tapi pegang, lihat, dan dengar dulu benda yang ada di sekitar. Di sekolah-sekolah, bahkan di tempat kursus bahasa yang siswanya orang-orang dewasa sekali pun (baca: pengalaman pribadi saya :eek:), kita bisa dengan mudah melihat para guru membawa segepok kertas sebagai alat mengajar. Mereka mengajar kosakata sambil memegang gambar yang sesuai. Kata teman Jepang yang kini menjadi staf pengajar di sekolah nihongo, “bisa menggambar” adalah salah satu syarat yang harus dipenuhinya saat seleksi guru. Di toko-toko atau tempat usaha lain, sering kali dekorasi ruangan sengaja dibuat dari kerajinan tangan. Luar biasa. Their childhood spirit is always present!

???????????????????????????????

Tempelan bunga sakura di tembok sebuah restoran Jepang ini buatan tangan lho.. bahannya kertas putih yang digunting bentuk sakura, kemudian diwarnai ungu dan pink pakai pensil warna. Ck, ck, ck..

Kegemaran orang Jepang membuat prakarya juga tercermin dalam program-program televisi mereka. Sudah pemandangan lumrah kalo kita lihat di berita atau acara ilmiah, mereka menggunakan alat peraga untuk presentasi. Walaupun mereka punya teknologi canggih, tetap aja mereka hobi bawa print-print-an , padahal bisa aja toh bikin animasi yang tinggal ditampilkan ke layar😀.

japanese-television-art

Berbagai macam properti presentasi program TV Jepang

Kembali ke scrapbooking..
Lucunya, konsep “scrapbook sebagai kado” ini lama-lama menular juga ke kalangan kita-kita para orang asing ini😆. Contohnya, saat menikah saya mendapat kumpulan pesan selamat dari teman-teman kantornya suami (anak-anak TGR) dalam sebuah album foto yang diisi gambar-gambar dan tulisan lucu.

scrapbook-for-present-wedding

Scrapbook kado pernikahan saya dari teman-teman internasional kangmas. They knew I love orange!

Kebiasaan memberi papan ucapan (belum nemu istilah nihongo-nya -_-) juga sudah lazim saya temui dengan teman-teman Indonesia. Kalo ada yang nikah, lahiran, kembali ke Indonesia, dsb. gitu si papan ‘wasiat’ ini akan disertakan bersama kado.

papan ucapan buat teman yang nikah

papan ucapan buat teman yang nikah

Di kemudian hari, kami pun gantian membuat kado scrapbook untuk ulang tahun perak pernikahan orang tua saya. Wah, mereka senangnya bukan main bisa melihat foto-foto nostalgia yang kami susun berdasarkan timeline🙂.

scrapbook-for-present

Scrapbook kado ultah pernikahan perak mom-papa🙂 agak susah juga cari stiker lucu-lucu, untung adik saya lagi bawa stok dagangannya (stiker dinding) waktu itu😀

Gimana dengan Anda, kira-kira tertarik untuk scrapbooking-an juga?

Update: 5 Juli 2013

Hari ini saya ikutan terharu karena ada teman yang dulu tinggal selama dua tahun di Jepang dan anak ketiganya (balita) pernah hanya sekitar empat bulan mencicipi bangku hoikuen (daycare, semacam playgroup/PAUD di Indonesia) tiba-tiba mendapat kiriman dari guru hoikuen. Bayangkan, orangnya sudah pulang ke Indonesia, tapi dibela-belain ngirim itu dari Jepang. So touching, right?

Paket kejutan dari sensei (guru) hoikuen Irfan. Wah, kenangan yang sangat berharga..

Paket kejutan dari sensei (guru) hoikuen Irfan. Wah, kenangan yang sangat berharga..

Isi paket itu adalah foto-foto kenangan selama beraktivitas di hoikuen, lengkap dengan teks English, plus CD dan prakarya si anak. Salah satu prakarya (gambar) itu dicetak dan dijadikan sampul album fotonya🙂. Selain itu, disertakan juga barang-barang yang ketinggalan seperti kaos dan handuk kecil. Sasuga nihonjin..

Leave a comment

6 Comments

  1. tertariiik🙂

    Reply
  2. Imah

     /  July 6, 2013

    Makasi Ega Ada crita tentang kita di blog nya…jadi tharu lagi deh…imah tuh orangnya ga tlalu memorian gitu sama barang2…foto2 atau apalah…stelah di
    Tinggal di negeri yg sangat menghargai hasil karya anak2 jadi kpikiran untuk ngumpulin barang anak2….slain album kenangan ini sbelum kita pulang mreka juga kasi kita kumpulan kerajinan tangan anak2…Sensei2 iTu telaten nyimpenin hasil karya anak2 yang sering kita sebut “haduhhhh nyampah d bawa2 apa lagi??” qqqqq…buat mreka iTu sangat berharga sampe mreka kumpulin…ditempel..dijadiin buku kenang2an….
    Skali lagi bner2 tkesan dengan kebaikan nihonjin…mreka bner2 tulus sneng sama pendatang kaya kita ini bukan cuma manis dimulut😀
    Duh jadi curcol d…makasi tante Ega smoga nanti irfan besar bisa Liat blog tante Ega ini Dan inget pengalaman manis di jepang🙂
    ありがとうございます tante エガ

    Reply
    • Mbak Imah, makasih ya udah nyumbang komen.. ini dia pemirsa, teman yg anaknya saya ceritakan di atas😀 Konon orang Jepang memang menganggap anak sebagai aset berharga negara sejak kecil.. makanya selain fasilitas bermain dan belajar yg super lengkap di sini, untuk hal-hal kecil seperti itu juga diurusin deh.. bikin ngiri pengen ngicipin nyekolahin anak di sini. Hehe. Mudah-mudahan Irfan nanti jadi blogger juga yah *lho*

      Reply
  3. kreatiiiif banget kebiasaan ini. meskipun udah era digital editing ya kak.

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: