[Diary Haji] Hari #4 – Ziyarah dan Istirahah (Bagian 1: di Mekkah)


Kamis, 10 Oktober 2013 (5 Dzulhijjah 1434H)
Baca juga cerita hari sebelumnya: [Diary Haji] Hari #3 –  Menikmati Kota Mekkah Sebelum Penuh Sesak

Ziyarah dan istirahah adalah dua kata yang cukup mewakili warna pengalaman saya hari ini. Sengaja saya ambil bahasa Arab-nya biar senada akhirannya😀. Ziyarah, asal kata ziarah dalam KBBI, secara bahasa artinya mengunjungi tempat-tempat yang suci / keramat / berhubungan dengan tokoh, sedangkan istirahah, yang kita serap jadi istirahat, mengacu pada kondisi saya yang terpaksa beristirahat dari kegiatan ibadah mahdhah karena berhalangan. Selanjutnya, kita pakai bahasa Indonesia-nya aja yach..

Balada Obat Penunda Haid

Di bagian sebelumnya, saya mengakhiri cerita dengan kehadiran ‘tamu tak diundang’ yang alhasil bikin agenda salat Ashar, Maghrib, dan Isya’ bareng suami di Masjidil Haram gagal. Baru hari kedua menikmati masjid lho itu padahal.. Hiks. Hiks. Saya merasa sangat bersalah karena memang sudah dua hari nggak minum obat penunda haid lagi, yaitu saat hari keberangkatan dan berlanjut hingga selesai umrah keesokan malamnya (8 Okt). Kemarin (9 Okt) sebenarnya saya mulai minum obat itu lagi setelah Ashar begitu tahu kalo ada flek coklat keluar, tapi rupanya nggak mempan. Hingga sebelum Subuh pagi ini saya tetap mendapati flek, bahkan kali ini agak merah. Tersenyum kecutlah saya dibuatnya.. bagaimana jika seharian ini tidak berhenti? Sungguh, hati saya mulai dihinggapi rasa iri ketika melihat teman-teman bersiap pergi ke masjid😦

Pil KB yang mulai saya minum sebulan sebelum haji. Setiap strip terdiri dari dua macam pil, yaitu pil putih yang diminum di hari tidak ingin haid, dan pil merah yang diharapkan pada saat meminumnya, haid sudah keluar. Pil PUTIH mengandung hormon estrogen dan progesteron buatan, sedangkan pil MERAH hanya berisi zat besi.

Pil KB yang mulai saya minum sebulan sebelum haji. Setiap strip terdiri dari dua macam pil, yaitu pil putih yang diminum di hari tidak ingin haid, dan pil merah yang diharapkan pada saat meminumnya, haid sudah keluar. Pil PUTIH mengandung hormon estrogen dan progesteron buatan yang bisa menahan haid, sedangkan pil MERAH hanya berisi zat besi. Cara minumnya harus urut mengular dari pojok kiri atas ke pojok kanan bawah (lihat tanda panah).

Syukurlah, semalam suami sudah meminta saran Ayah terkait bocornya pertahanan saya (halah), jadi pagi ini bisa dicari solusinya. Bapak mertua saya yang berprofesi dokter itulah tempat kami berkonsultasi tentang pencegahan haid selama pergi haji. Ayah menduga pil KB yang diberikannya ke saya kurang berefek, jadi disarankan untuk mencari Primolut-N saja di apotek terdekat. Berbeda dengan pil KB yang lebih dikenal sebagai contraceptive pill (pil kontrasepsi) untuk mengatur kehamilan melalui perapian jadwal menstruasi, obat ini lebih “keras” dalam menekan darah haid tidak keluar dengan cara meningkatkan kadar hormon progesteron. Gampangnya, obat ini mengelabui tubuh seakan-akan si wanita sedang hamil, padahal tidak. Obat-obat sejenis Primolut-N inilah yang juga diminum oleh teman-teman haji saya. Ohya, sedikit meluruskan tentang pil KB. Pil ini bukannya bikin susah hamil seperti mitos yang sering didengungkan orang, tapi justru merangsang kesuburan kandungan. Awalnya Ayah yang bilang, tapi kalo mau baca detilnya bisa mampir ke artikel ilmiah ini. Beberapa kenalan saya yang pernah mengkonsumsinya pun terbukti hamil tak lama setelah berhenti minum pil KB. Prinsip kerja pil KB dan Primolut-N sama kok, begitu berhenti minum, besoknya kemungkinan besar darah haid langsung keluar. Itulah sebabnya kalo minum harus teratur tiap hari di jam yang sama. Andaikan terlupa sehari, di hari berikutnya minumnya harus didobel.

Alhamdulillah, mencari Primolut-N sangat mudah di Arab. Tersebutlah Nahdi Pharmacy, jaringan apotek yang kayanya paling eksis di negeri ini, bisa ditemukan lebih dari satu di sekitar Masjidil Haram. Kesan pertama begitu menggoda. “Lengkap banget dagangannya”, pikir saya. Konsepnya mirip seperti toko drugs and cosmetics di Jepang, jadi selain obat-obatan, cari body care apa aja ada, malah ternyata setelah ngecek ke situsnya, lebih dari itu jenis dagangannya. Geli deh lihat judul-judul produk yang selama ini sudah familiar ditulis dengan huruf Arab gundul.. sensasinya sama seperti ketika awal-awal tiba di Jepang nemuin nama-nama produk ditulis dengan huruf katakana.

"Sensodyne" in arabic

“Sensodyne” in arabic

Di apotek Nahdi, kangmas membelikan saya sekotak Primolut-N yang ternyata isinya juga tiga strip, sama seperti pil KB yang saya minum sebelumnya. Bedanya dengan pil KB, satu stripnya hanya 10 pil, tidak dimaksudkan untuk diminum teratur selama sebulan. Agak terkejut juga tahu harganya cuma SR 18, padahal obat dengan komposisi serupa milik teman-teman saya sekitar 300 ribu di Indonesia. Jauh lebih murah beli di Arab.

Ngomong-ngomong.. sebenarnya bukan tanpa alasan kalo saya hentikan konsumsi pil KB selama dua hari pertama tiba di Mekkah. Pasalnya, sebelum berangkat meninggalkan Jepang, saya sudah ‘bocor’ duluan dan baru bersih persis pas hari-H berangkat haji, padahal saya belum berhenti minum pil saat itu. Anehnya, meski menurut Ayah kalo haid tetap keluar selama minum obat penunda haid volumenya akan lebih sedikit dan durasinya lebih cepat dari biasanya, dalam kasus saya malah lebih lama. Dari yang biasanya hanya 7 hari jadi molor 11 hari, tapi hampir separuhnya volume darah emang nggak wajar, dikit-dikit kaya nggak tuntas gitu keluarnya. Mungkin aja karena ‘ditahan’ itu ya sama obatnya. Karena kami anggap haid udah keluar seperti kondisi normal (tidak minum obat), dipikirnya nggak bakal keluar lagi nih walaupun nggak minum obat. Ealah.. ternyata masih keluar juga dan malah jadi nggak karu-karuan gitu siklusnya.

Note: Beneran nggak karu-karuan, makanya tulisan ini saya tambahin “Bagian 1” di judul karena nanti bakal ada tulisan “Bagian 2” dengan judul yang sama!!! Paham, kan, maksudnya? Yap, qadarallah kejadian kaya gini terulang lagi saat kami berada di Madinah: ziarah di kala haid menyapa >.<

Begitulah, dengan berat hati, saya terpaksa harus istirahat salat dan tilawah dulu hari ini, menunggu obat baru yang dibeli pagi ini bekerja.

Ziarah Sekaligus “Survei” Lokasi Haji

Kemarin malam, kami serombongan diundang untuk berkumpul dan makan malam oleh agen di lantai 7 (teratas) bangunan apartemen. Undangan tersebut ditempel di setiap pintu pada siang harinya. Sekitar pukul 9PM, di lapangan jemuran yang gelap itu, kami duduk mengelilingi brother Salim, pembimbing haji yang ditunjuk agen kami, Mian International Travel. Beliau menjelaskan rencana ziarah hari ini, tentang ke mana saja kita pergi dan kenapa kami pergi ke sana. Sedikit banyak bro Salim sudah memberi gambaran sejarah lokasi yang akan kami kunjungi. Selain itu, beliau juga menjelaskan agenda haji yang disusun agen, misalnya kapan berangkat ke Mina / kembali ke Mekkah dan cara membayar hadyu (qurban). Pertemuan ditutup dengan pembagian makan malam, gratis ditraktir agen. Sekembalinya kami ke kamar, sudah terpasang pengumuman di pintu kamar yang isinya “Besok akan disediakan bus untuk ziarah kota Mekkah. Bagi yang berminat, harap berkumpul di lobi pukul 8.00.”.

Banyak jemaah yang antusias ikut, bahkan seingat saya hampir semuanya ikut. Untuk mempersiapkannya, pagi ini suami pulang cepat dari masjid, tidak berlama-lama menunggu waktu Dhuha seperti hari pertama kami. Lagipula, kota udah mulai sumpek karena sejak semalam intensitas kedatangan jemaah haji baru meningkat signifikan, jadi nggak asik juga buat jalan-jalan keliling masjid🙂 Maklum, masa haji tinggal dua hari lagi yang diawali dengan hari tarwiyah tanggal 7 Dzulhijjah.

Ukuran "sepi"-nya kota Mekkah ya kaya gini ini :eek:

Kota Mekkah kalo mulai padat, diambil sekitar jam 6 AM waktu setempat

★ Jabal Tsur

Sebelumnya kita samakan persepsi dulu. Di Mekkah, ke mana pun memandang, baik di kota maupun bukan, akan sering kita temui gunung, bukit, atau tebing batu. Bangunan-bangunan yang dibangun di atas bentukan alam cadas itu sudah jadi pemandangan biasa. Hebat sekali pasti peralatan yang mereka pakai. Mungkin buatan Eropa atau Amerika.

Jabal Tsur, tempat bersejarah yang kami datangi ini, juga merupakan sebuah gunung batu. Sayangnya, lokasi ziarahnya sudah dikelilingi dengan pagar dan kami hanya diberi waktu sepuluh menit sehingga tidak sempat masuk menilik Gua Tsur. Gua Tsur (disebut fil ghaar dalam At Taubah: 40) menjadi saksi penting momen hijrah Rasulullah SAW. Malam itu, Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya ditemani Abu Bakar Ash Shiddiq dan berlindung di dalam gua ini ketika didengarnya bahwa kaum kafir Quraisy berniat menangkapnya, bahkan membunuhnya. Di gua ini, Allah menolong hamba kesayangan-Nya tersebut dengan memerintahkan kepada laba-laba untuk membuat sarang yang sangat apik di pintu gua. Ketika rombongan kaum kafir ternyata juga melewati gua ini, mereka sempat curiga “buronan” yang dicari bersembunyi di situ, tapi kemudian ragu setelah melihat pintu gua serapi itu, seperti belum terjamah manusia, sehingga selamatlah Rasulullah SAW. Kini, peziarah yang berkesempatan datang ke gua ini kadang berjuang masuk dan salat didalamnya atau hanya sekedar berfoto dipintunya.

Jabal Tsur

Jabal Tsur difoto dari luar pagar pembatas

Jabal Thawr

Dari kiri atas (1) Begitu turun bus, kami langsung disambut para pedagang asongan (2) Di sini dapat album foto Mekkah-Madinah.. luamyan buat ngisi waktu😀 (3) Si penjual suvenir dan isi buku yang saya beli. Nyesel euy nggak nawar.. udah beli sesuai harga yang ditawarin, SR 10, ternyata teman dapat SR 5 karena nawar

4.11 - mulut gua Tsur

Mulut gua Tsur yang terkenal itu. Berhubung nggak bisa naik, saya nyomot foto orang..  Maap ye, masbro..

★★ Jabal Nur (tempat Gua Hira’ berada)

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah Jabal Nur. Nama gunung ini mungkin jarang diingat orang, tapi begitu nama gua di puncak gunung ini yang disebut, umat Muslim akan serta-merta teringat tentang turunnya Alquran. Gua itu adalah Gua Hira’, tempat seorang Muhammad mengasingkan dirinya, merenung, dan mencari petunjuk karena prihatin terhadap kondisi masyarakat Mekkah yang jahil sampai kemudian dia diangkat jadi Rasulullah SAW. Tidak seperti gua pada umumnya yang terletak di kaki gunung, gua ini justru terletak di puncak gunung dengan kemiringan yang curam (hampir tegak lurus malah). Ketika melihat gunung ini dari kejauhan (lagi-lagi kami hanya punya waktu sebentar untuk turun dari bus), saya teringat kata-kata di buku “HAJI” pak Asep yang intinya kurang lebih begini:

Melalui napak tilas Gua Hira’, kita bisa membayangkan perjuangan Khadijah r.a., istri Rasulullah SAW tercinta, yang kadang kala menengok atau mengantarkan makanan suaminya, padahal jarak dari Mekkah ke sini saja sudah 6 km sendiri, tapi beliau masih harus mendaki puncaknya yang sangat curam.

Subhanallah.. sungguh tak salah bila beliau menjadi wanita terbaik di zamannya dan patut diteladani seluruh wanita masa kini.

Jabal Nur dipotret dari kejauhan. Di puncak gunung inilah Gua Hira' berada.

Jabal Nur dipotret dari kejauhan. Di puncak gunung inilah Gua Hira’ berada.

Shots in front of Jabal Nur

Shots in front of Jabal Nur

Market around Jabal Nur area

Market around Jabal Nur area

★★★ Tur lokasi haji (Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Jamarat)

Sebenarnya hanya dua lokasi itu tadi situs sejarah yang kami ziarahi, tapi agen dengan kreatif mengajak kami lihat-lihat dulu lokasi haji biar kebayang ntar bakal gimana. Asyiiik..

A R A F A H, turun di Jabal Rahmah

Jalur ziarah lewat Arafah dulu ternyata. Di area yang konon sering disebut sebagai “Padang Mahsyar mini” ini, kami hanya turun di Jabal Rahmah, gunung.. eh, tingginya sebukit sih.. tapi anggap saja gunung seperti namanya😀 yang dipercaya sebagai titik pertemuan antara Adam as. dan Hawa. Bus kami berhenti di depan Rumah Sakit Arafah yang cukup luas. Nggak kaya Mina yang isinya tenda doang, di padang ini masih banyak pepohonan. Lebih tepatnya bukan ‘masih’ ding, tapi ‘sudah’ karena sepertinya sengaja ditanam merata. Bagus juga nih buat latihan salah satu larangan ihram tidak merusak tanaman ketika wukuf nanti, batinku.

Denah kapling tenda wukuf di Arafah sudah siap saat kami "survei" ke sekitar Jabal Rahmah. Maktab kami termasuk dalam kawasan perkemahan Asia Tenggara.

Denah kapling tenda wukuf di Arafah sudah siap saat kami “survei” ke sekitar Jabal Rahmah. Maktab kami termasuk dalam kawasan perkemahan Asia Tenggara.

Bukit Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam a.s. dengan Hawa

(Atas) Jabal Rahmah dipotret dari bawah (Bawah kiri) Para pengunjung sedang berdoa menghadap kiblat, tampak di belakangnya tugu simbolnya (Bawah tengah) Sayangnya bebatuan banyak yang dicoreti (Bawah kanan) Seorang pengunjung sedang berdoa

People views in Jabal Rahmah, got free umbrella from STC, Telkomsel - Saudi.

(Kiri atas) Ada payung gratis dari STC, cellular provider paling gede se-Arab, kaya Telkomsel-nya Indonesia. (Kanan atas) Saya dan suami berfoto di depan tugu (Kiri bawah) Gambaran padang Arafah  di belakang saya yang jauh dari kesan gersang, justru menghijau karena pepohonan (Kanan bawah) Berburu payung gratis

Peringatan untuk tidak berbuat syirik di Jabal Rahmah, tersedia dalam empat bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.

Peringatan untuk tidak berbuat syirik di Jabal Rahmah, tersedia dalam empat bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia. Di sini memang banyak yang praktek hal-hal bid’ah, misalnya minta jodoh atau minta biar cintanya abadi.

Foto bareng suami dengan latar belakang Jabal Rahmah

Foto bareng suami dengan latar belakang Jabal Rahmah

M I N A

Daerah ini terletak sekitar 7 km dari kota Mekkah. Di sinilah kami akan berada selama lima hari (8-12 Dzulhijjah) masa haji nanti. Betapa takjub saya menyaksikan hamparan tanah kosong nan luas yang kini tertutup oleh puluhan ribu tenda yang permanen dan tahan api. Di tiap blok tenda, disediakan pula WC, kamar mandi, dan dapur. Keren emang Saudi ngelolanya. Walaupun mereka tinggal nyuruh dan bayar vendor dari negara lain, tetep aja kalo nggak didasari rasa taqwa dan cinta ke Allah, nggak yakin deh bakal segininya negara lain bisa nyediain servis buat jemaah haji.

Tenda-tenda di Mina telah terpasang rapi, siap menyambut para tamu Allah

Tenda-tenda di Mina telah terpasang rapi, siap menyambut para tamu Allah. Konon, di Mina aslinya nggak ada penduduk, hanya perbukitan batu dan tanah lapang nan sunyi dan panas. Namun, saat musim haji beginilah wajahnya. Sekejap jadi lautan tenda yang didalamnya dingin kaya kulkas (lihat kotak-kotak generator AC di foto kiri bawah)

Selain lihat tenda, kami juga bisa ngintip stasiun dan kereta yang ada di sini. Sayangnya, kereta itu hanya bisa dinaiki jemaah haji dari negara-negara tertentu, tergantung tahun itu pemerintah Saudi sedang terikat kontrak dengan siapa. Untuk tahun ini, katanya yang bisa naik hanya jemaah haji dari India, Pakistan, dan Arab sendiri. Tentang kereta ini bisa dipantau lebih lanjut di video ini: New Train Project of Makkah/Mina/Muzdalifa/Arafat in Saudi Arabia.

Gambaran alam di Mina (1)

Gambaran alam di Mina (1). Mina merupakan sebuah lembah padang pasir dan bebatuan yang diapit gunung-gunung.

4.32 - Hajj location (Mina powerplant)

Gambaran alam di Mina (2) Kompleks pembangkit listrik yang luar biasa luas dan tampak tangguh pembuatannya.  Tanpa ini, tak akan ada AC-AC “surga” di tenda Mina itu🙂

M U Z D A LI F A H

Sama tak berpenghuninya dengan Mina, daerah tempat jemaah haji bermalam dalam perjalanan Arafah –> Mina sekaligus untuk mengambil kerikil ini ternyata berbatasan langsung dengan Mina. Jadiii.. mereka yang punya tenda haji (baca: tenda Mina) di perbatasan Mina-Muzdalifah bakal enak banget, nggak perlu jalan jauh-jauh, bahkan ada yang tenda Mina-nya pun sudah berada di Muzdalifah! “Makan gaji buta” deh pokoknya.. hihihi. Sabar.. sabar.. Wah, pokoknya terkejut deh pas lihat langsung lokasinya, abis di buku ditulisnya jarak Muzdalifah – Mina sampai 14 km dan merupakan jalur yang perlu disiapin buat macet😛

Di Muzdalifah ini ada kawasan yang mustajab untuk berdoa, namanya Masy’aril Haram. Kami ditunjukkan brother Salim tandanya, yaitu pagar warna kuning muda (CMIIW). Brother ini juga bilang kalo kami nanti nggak akan jalan ke Masy’aril Haram karena jauh dari kapling mabit kami. Hiks.. hiks..

J A M A R A T

Saya nggak nyangka kalo yang namanya lokasi lempar jumrah itu udah kaya bangunan mall! Haha :P Kalo dulunya banyak korban meninggal karena berebut melempar di tiang yang ternyata nggak seberapa besar itu, sekarang jemaah haji tinggal ngikutin jalur yang sesuai pembagian wilayah lempar jumrah untuk rombongannya. Misalnya, rombongan kami mendapat jatah jamarat di lantai ketiga. Di dekat Jamarat ini kami juga melihat Masjid Al-Khayf yang konon pernah menjadi tempat salat lebih dari 70 orang nabi.

Lokasi lempar jumrah

Lokasi lempar jumrah

Sepanjang perjalanan ziarah, brother Salim ngasih guide dalam tiga bahasa: English, Urdu, dan Japanese, tapi Urdu-nya lebih panjang dari yang lain.. haha. Kami tiba kembali di maktab ketika azan Duhur baru selesai. Pulang dari ziarah pada tepar.. sebagian ibu-ibu absen Duhur di masjid. Saya menyempatkan diri untuk tidur sejenak. Saat ziarah tadi terasa sekali panasnya hawa Arab memang ruarrr biasa. Suhu di luar katanya 40oC ke atas, padahal kata brother Salim saat ini sedang musim dingin.

Mekkah Berangsur Sesak

Ajyad escalator, Masjid Al-Haram

Ajyad escalator, Masjid Al-Haram

Sore hari ketika kangmas berangkat salat Ashar saya tak ketinggalan ikut serta. Entah kok rindu rasanya sama masjid.. mungkin karena masjidnya luar biasa. Ohya, saya penganut pandangan wanita haid boleh pergi ke masjid :P Saat keluar itu saya masih belum terlalu ngeh kalo jalanan udah lebih ramai. Barulah saat sudah dekat masjid saya terpana melihat lautan manusia yang jumlahnya berlipat-lipat dari hari sebelumnya. Wew, kapan datangnya nih mereka..😯

Alhamdulillah, syukurnya tempat salat favorit kami masih bisa diakuisisi (agak geser dikit sih :D), tapi yang terpenting dicatat adalah kali ini shaf pria dan wanita udah terbentuk memisah. Nggak kaya biasanya di mana saya dan suami bisa salat bersebelahan. Saking banyaknya orang juga mungkin, jadi bakal kacau sepertinya kalo dibiarkan bikin shaf sendiri-sendiri. Setelah lirik kanan kiri, eh di kiri sana ada seorang asykar (petugas) yang lagi marah-marah karena jemaah salat susah diatur. Yang nggak saya suka, dia berani narik-narik orang yang lagi salat dan usianya terpaut jauh dengannya👿. Duuuh, bikin ngelus dada deh..

Sebagai foto penutup, ada foto kangmas di depan gate langganan kami kalo naik eskalator dari halaman ke lantai teratas Masjidil Haram, tempat di mana posisi salat favorit kami berada. Meski agak nggak nyambung sama tema, foto ini tetep dipajang di sini biar jadi kenangan kalo hari ini masih sempet ngambil foto di masjid😀

Oke, sekian laporan hari ini.. ditunggu ya lanjutannya😉.

Bersambung ke hari kelimaJumat, 11 Oktober 2013 (6 Dzulhijjah 1434H)

Leave a comment

8 Comments

  1. Udah tuntas bacanya🙂

    Reply
  2. Minum pil kb badan ga pegel2 ga? *survey efek samping* ^^
    OOT : bikin nama di foto sharing caranya donk🙂 *compare dg hasil browsing*

    Tenkyu yak

    Reply
    • Saya nggak ngerasain pegel, tapi untuk pil di hari-hari awal (dari ujung strip sampai 2-3 pil seterusnya) perut jadi mual beberapa jam. Ahaha.. nggak pake yang aneh2 kok, editor photo yang ada di laptop aja (Photoshop). Ada sih online watermark, dulu aku suka pake Picmark, tapi sekarang formatnya berubah, signature nggak nimpa fotonya, jadinya males make lagi.

      Ralat: Setelah ngecek situsnya lagi, Picmark balik kaya dulu -__- Coba pake itu aja kalo mau praktis

      Reply
  1. [Diary Haji] Hari #5 – Tertahan di Jalan, lalu Kehilangan | .:creativega:.
  2. [Diary Haji] Hari #8 – Wukuf di Arafah | .:creativega:.
  3. [Diary Haji] Hari #3 – Menikmati Kota Mekkah Sebelum Penuh Sesak | .:creativega:.
  4. [Diary Haji] Hari #10 – Saat Maut Terasa Mendekat | .:creativega:.

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: