Cerita Rasulullah SAW tentang Sebuah Perjalanan Malam nan Agung


Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[Alquran surat Al-Isra’ (Perjalanan Malam)/17 ayat 1]

Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui Isra’ Mi’raj, sebuah peristiwa yang tidak bisa diwujudkan oleh selain-Nya, yang menegaskan bahwa Tiada Tuhan (God) Selain-Nya dan Tiada Penguasa / Raja (Lord) Selain-Nya. Peristiwa itu adalah ketika Dia membawa seorang hamba-Nya, Muhammad, dalam keheningan malam, dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa, sebuah rumah yang disucikan di Yerusalem, tempat asal para Nabi sejak masa Ibrahim Al-Khalil (Al-Khalil = sahabat dekat, kesayangan Allah). Para Nabi dikumpulkan di sana, di Yerusalem, dan Muhammad memimpin mereka dalam hal sembahyang (prayer) di tanah kelahiran mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wa sallam adalah pemimpin paling agung di antara para Nabi. Di sekeliling tanah itu terdapat hasil-hasil pertanian dan buah-buahan yang Allah berkahi agar tampak pada Muhammad tanda-tanda kebesaran-Nya.

Masjid Al-Aqsa (Bayt Al-Maqdis), Jerusalem

Al-Masjid Al-Aqsa (Bayt Al-Maqdis), Jerusalem

Al-Masjid Al-Haram, Mekkah

Al-Masjid Al-Haram, Makkah

Jarak antara kedua masjid adalah lebih dari 2000 km. Dengan mobil pada masa sekarang (2014) menghabiskan waktu 32 jam. Isra' Mi'raj diperkirakan terjadi pada tahun 621 M (11 tahun kenabian).

Jarak antara kedua masjid adalah lebih dari 2000 km. Dengan mobil pada masa sekarang (2014) menghabiskan waktu 32 jam. Isra’ Mi’raj diperkirakan terjadi pada tahun 621 M (11 tahun kenabian).

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW berkata:

Al-Buraq membawaku dan itu adalah sebuah binatang putih yang lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada baghal (baghal / mule = keturunan silang antara kuda betina dan keledai jantan yang pada masa itu juga dikenal sebagai hewan pengangkut seperti keledai, pen.). Satu langkah makhluk ini melampaui jarak sejauh yang tak mampu terlihat oleh mata. Aku naik ke atasnya dan binatang itu membawaku ke Bayt Al-Maqdis (Yerusalem), di mana aku kemudian menambatkannya pada tempat para Nabi juga mengikatkan tunggangan mereka, lalu aku masuk dan sembahyang dua rakaat, kemudian keluar. Malaikat Jibril membawakanku sebuah bejana berisi khamr (dimaksudkan untuk menguji keimanan, pen.) dan sebuah bejana lain berisi susu, dan aku memilih susu. Jibril berkata, ‘Engkau telah memilih fitrah’. Lalu aku dibawa ke surga pertama dan Jibril memerintahkan pintunya untuk terbuka. Dikatakan (oleh penghuninya, pen.) kepada mereka, ‘Siapa kamu?’, berkata Jibril, ‘Jibril’. Dikatakan kepadanya, ‘Siapa yang sedang bersamamu?’, dia berkata, ‘Muhammad’, berkata penghuninya, ‘Sudah mulaikah misinya?’, dan Jibril menjawab, ‘Ya, misinya telah mulai’. Pintu surga itu pun terbuka dan di sana aku melihat Adam yang menyambutku dan mendoakanku yang baik-baik. Lalu aku dibawa ke surga kedua (tingkatan berikutnya, pen.) dan Jibril meminta pula pintunya agar terbuka. (Penghuninya, pen.) berkata, ‘Siapa kamu?’, dia berkata, ‘Jibril’. Dikatakan, ‘Siapa bersamamu?’, Jibril menjawab, ‘Muhammad’, ‘Sudahkah misinya dimulai?’ tanya suara dari dalam, ‘Misinya telah bermula’, kata Jibril. Pintu surga terbuka dan aku melihat dua sepupu kandung, Yahya dan Isa. Mereka menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Lalu aku dibawa ke surga ketiga dan Jibril meminta agar pintunya dibukakan. Kembali berkata, ‘Siapa kamu?’, dijawab, ‘Jibril’, dikatakan lagi, ‘Siapa itu bersamamu?’, ‘Muhammad’, kata Jibril. ‘Sudahkah misinya dimulai?’, begitu pertanyaannya, dan Jibril pun menjawab, ‘Misinya sudah dimulai’. Surga itu pun terbuka dan di sana aku melihat Yusuf yang dikaruniai wajah rupawan. Ia menyambutku dan mendoakanku kebaikan. Lalu aku dibawa ke surga keempat dan Jibril memintanya untuk terbuka. Dikatakan, ‘Siapa kamu?’; ‘Jibril’; ‘Siapa itu denganmu?’; ‘Muhammad’; ‘Apakah misinya telah dimulai?’; ‘Misinya telah mulai’, kata Jibril. Pintu surga terbuka dan aku melihat Idris yang juga menyambutku dan berdoa untuk kebaikanku.”

Lalu Nabi berkata,

“Allah berfirman: Kami angkat ia ke martabat yang tinggi (Surat 19 ayat 57).”

dan ia melanjutkan ceritanya.

“Lalu aku dibawa ke surga kelima dan Jibril minta dibukakan. Dikatakan, ‘Siapa kamu?’, dia menjawab, ‘Jibril’, dikatakan ‘Siapa bersamamu?’, dia berkata, ‘Muhammad’, dikatakan ‘Sudah dimulaikah misinya?’, Jibril pun berkata ‘Misinya telah mulai’. Pintu surga terbuka dan di sana aku melihat Harun yang menyambutku dan mendoakanku kebaikan. Lalu aku dibawa ke surga keenam dan Jibril minta dibukakan pintunya. Berkata suara dari dalam, ‘Siapa kamu?’, dia menjawab, ‘Jibril’, dikatakan ‘Siapa bersamamu?’, dia berkata, ‘Muhammad’, dikatakan ‘Sudah dimulaikah misinya?’, dia berkata ‘Misinya telah mulai’. Pintu surga pun terbuka dan aku melihat Musa yang menyambut dan mendoakanku kebaikan. Lalu aku dibawa ke surga ketujuh. Jibril memintanya untuk dibuka.  (Hal yang sama, pen.) dikatakan  (suara dari dalam, pen.), ‘Siapa kamu’, Jibril berkata, ‘Jibril’, dikatakan ‘Siapa bersamamu?’, dia berkata, ‘Muhammad’, dikatakan ‘Apa misinya sudah dimulai?’, dia menjawab, ‘Ya, misinya sudah dimulai’. Surga terbuka dan di sana aku melihat Ibrahim yang sedang bersandar pada  Al-Bayt Al-Ma’mur. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat memasukinya dan mereka tidak pernah kembali lagi ke situ. Aku lalu dibawa ke Sidrat Al-Muntaha (pohon bidara yang tidak ada satu makhluk pun bisa melewatinya) dan daunnya seperti daun telinga gajah, buahnya seperti kendi, dan kapan pun hal-hal yang tersirat itu harus tersirat menurut perintah Allah, maka wujudnya akan berubah, dan tidak ada satu pun makhluk yang mampu mendeksripsikannya karena itu sangat indah. Kemudian Allah berfirman tentang apa yang telah diwahyukan kepadaku. Dia memerintahkanku untuk shalat lima puluh kali sehari semalam. Aku turun sampai bertemu Musa dan dia berkata, ‘Apa yang Rabb (Lord) perintahkan padamu untuk umat?’, aku berkata, ‘Lima puluh shalat sehari semalam’. Musa berkata, ‘Kembalilah pada Rabb-mu dan mintalah Dia untuk mengurangi beban umatmu karena umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Aku menguji Bani Israil dan mendapati bagaimana mereka’. Maka aku kembali ke Rabb-ku dan berkata, ‘Ya Rabb, kurangilah (beban) untuk umatku, mereka tidak akan pernah mampu untuk melakukannya’. Maka Dia menguranginya sebanyak lima. Aku kembali turun dan bertemu Musa dan dia menanyaiku, ‘Apa yang kamu lakukan?’, aku menjawab, ‘Dikurangi lima’. Ia berkata, ‘Kembalilah pada Rabb-mu dan mintalah Dia untuk mengurangi (beban) umatmu’. Aku terus berjalan bolak-balik antara Rabb-ku dan Musa, setiap kalinya Rabb-ku menguranginya sebanyak lima hingga Dia berkata, ‘Ya Muhammad, ini adalah shalat lima kali sehari semalam dan untuk setiap shalat ada (pahala) sepuluh, jadi mereka seperti lima puluh kali shalat. Siapa pun yang ingin melakukan kebaikan dan tidak melakukannya, satu perbuatan baik akan dihitung untuknya, dan jika ia melakukannya, maka sepuluh kebaikan akan dihitung untuknya. Siapa saja yang ingin berbuat keburukan dan tidak melakukannya, tidak ada keburukan yang akan dicatat untuknya, dan jika ia mengerjakannya, satu keburukan akan dihitung untuknya’. Aku kembali datang ke Musa dan mengatakan padanya tentang hal ini. Dia berkata, ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah Dia untuk mengurangi (beban) umatmu, mereka tidak akan pernah mampu melakukannya’. Aku pun kembali ke Rabb-ku sampai aku merasa terlalu malu.”

Ayat ini juga direkam oleh hadis riwayat Muslim. Imam Ahmad mencatat Anas mengatakan Al-Buraq dibawa oleh Nabi pada malam Isra’ dengan pelana dan kendali, siap untuk menungganginya. Binatang itu segan dan Jibril mengatakan pada binatang itu, “Demi Allah, mengapa kamu begini? Tidak ada yang pernah menaikimu yang lebih dimuliakan oleh Allah daripadanya (Muhammad).” Karenanya, Buraq itu pun berkeringat. Hal ini juga dicatat oleh At-Tirmidzi, yang menggolongkannya gharib (gharib = kategori hadis yang spesifik dipakai Imam At-Tirmidzi, merupakan jenis hadis ahad yang artinya tidak dinarasikan melalui banyak narator atau sekurang-kurangnya satu narator).

Imam Ahmad juga mencatat bahwa Anas mengatakan, Rasulullah SAW bersabda bahwa:

“(Ketika aku diangkat Rabb-ku selama peristiwa Mi’raj), aku melewati orang-orang yang mempunyai kuku dari tembaga sedang menggaruk wajah dan dada mereka. Aku bertanya, ‘Siapa mereka, Ya Jibril?’, ia berkata, ‘Mereka adalah yang memakan daging saudaranya sendiri, yaitu memfitnah (dan mengumpat kehormatannya).’

Hal ini juga direkam oleh Abu Dawud.

Dalam hadis riwayat Muslim, Anas juga mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,

“Pada malam ketika aku dibawa dalam Al-Isra’, aku melewati Musa yang sedang berdiri dan berdoa di kuburnya.”

Catatan Penulis (pen. = Penulis)

Uraian di atas adalah terjemahan bebas oleh saya sendiri dari Tafsir Ibnu Katsir tentang peristiwa Isra’ Mi’raj dari Alquran surat nomor 17 (Al-Isra’) ayat 1. Sungguh, bersyukur karena hari ini libur itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keharusan bersyukur akan kemurahan Allah kepada hamba-Nya, khususnya umat Nabi Muhammad SAW, yang sudah dikasih banyak banget ‘kortingan’ kewajiban shalat dari yang awalnya 50 kali menjadi hanya 5 kali saja. Itu pun Allah masih pengen ngasih kita banyak pahala, jadi satu kali shalat dihitung sepuluh pahala. Tak cukup sampai di situ, untuk kebaikan secara umum pun, Allah sudah menghitung satu pahala kebaikan meskipun baru sebatas niat dan kalo dikerjakan akan ada dua pahala. Sementara untuk keburukan / kejahatan yang sudah diniatkan hamba-Nya, Allah tidak akan menghitungnya sebagai dosa jika tidak dilakukan, tapi kalo jadi dieksekusi, baru deh dosanya dapat satu. Terkesan standar ganda, ya? Memang! Standar ganda menurut kalkulasi Allah yang mungkin sulit dipahami akal manusia dan dinilai akan merugikan jika diterapkan dalam berdagang. Hehe.. Masyaallah.. betapa Maha Pemurahnya Allah T__T

Selain itu, ada dua hal menarik yang ingin saya highlight dari hadis di atas, yaitu:

  1. Rasulullah SAW melakukan prayer  dua rakaat setibanya di Masjidil Aqsa
  2. Percakapan yang identik antara Jibril dengan para penghuni surga yang adalah Nabi-nabi Allah

Rasulullah SAW melakukan prayer  dua rakaat setibanya di Masjidil Aqsa

Prayer dapat diterjemahkan sebagai doa atau sembahyang. Di atas saya pakai terjemahan sembahyang untuk membedakannya dengan konteks “shalat” yang baru akan diturunkan perintahnya pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Namun, teks asli dalam bahasa Arab-nya sendiri sebenarnya fashallaytu fiihi rak’ataini (shalat didalamnya dua rakaat). Menurut para ulama yang saya kutip dari Konsultasi Syariah, sebelum Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya memang diduga sudah mengerjakan shalat, hanya saja tidak ada keterangan yang jelas tentang tata cara shalat pada masa itu.

Yang kami tahu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan shalat sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj di pagi dan sore hari. Bagaimana cara beliau shalat? Allahu a’lam, yang jelas beliau shalat. Bisa jadi tata caranya dengan ijtihad mereka atau berdasarkan wahyu. Jika tata cara shalat yang beliau kerjakan ketika itu, berdasarkan wahyu maka statusnya telah mansukh (dihapus) [dengan tata cara shalat yang saat ini]. Jika berdasarkan ijtihad, syariat telah menjelaskan tata cara shalat yang benar. (Imam Ibnu Utsaimin, ditulis oleh Islam Ancient

Pendapat lainnya:

Yang kami ketahui, tidak terdapat keterangan yang shahih maupun hasan yang menjelaskan tata cara shalat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelumperistiwa Isra’ Mi’raj. Dan tahu masalah ini tidak memberikan banyak manfaat. Karena kita beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang Allah perintahkan untuk kita dan yang sudah ditetapkan dalam syariat setelah sempurna. (Fatawa Syabakah Islamiyah)

Juga menarik jika kita simak di bagian awal tafsir disebutkan bahwa Dia (Muhammad) memimpin mereka shalat, yang mana “mereka” mengacu pada para Nabi. Namun, saya belum dapat referensi yang meyakinkan tentang shalat apa yang dimaksud.

Percakapan yang identik antara Jibril dengan para penghuni surga

Penggalan hadis riwayat Imam Ahmad dari Anas bin Malik tentang peristiwa Isra' Mi'raj. Ini adalah bagian saat terjadi percakapan antara Jibril dan para Nabi penghuni surga saat Muhammad SAW dibawa dari satu surga ke surga lainnya.

Penggalan hadis riwayat Imam Ahmad dari Anas bin Malik tentang peristiwa Isra’ Mi’raj. Ini adalah bagian saat terjadi percakapan antara Jibril dan para Nabi penghuni surga saat Muhammad SAW dibawa dari satu surga ke surga lainnya. Teks yang digarisbawahi merah diucapkan oleh semua Nabi yang ditemui Jibril dan Muhammad: Man anta? (Siapa kamu?), Jibril, Man ma’aka? (Siapa bersamamu?), Muhammad, Wa qad ursilu ilayh? (Sudah mulaikah misinya?), Qad ursila ilayh (Misinya sudah mulai).

Pada terjemahan di atas pertanyaan yang tercetak tebal, “Sudah mulaikah misinya?” dengan jawabannya, “Misinya telah mulai” , terulang di setiap tingkatan surga, menunjukkan bahwa para Nabi pendahulu sudah mengetahui akan adanya ‘misi’ Nabi Muhammad SAW.

Ya Allah Ar-Rahman Ar-Rahim ridhailah kami untuk masuk ke surga-Mu bersama orang-orang yang kami cintai dan hidup berdampingan dengan para Nabi-mu dan mudahkanlah kami untuk mendirikan shalat di mana pun kami berada. Ajari kami untuk merindukan shalat dan menjalaninya secara khusyuk Ya Rabb.. Allahumma aamiin.

Leave a comment

1 Comment

  1. pandu

     /  August 13, 2015

    subhanallaah… di-tulis dan dirangkum dengan baik sekali oleh seorang ustadzah

    Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: