Change, We Support!


Saya sebenarnya udah moved on dari presiden-presidenan sejak awal bulan ini selain karena sibuk pindahan, ya semuanya saya anggap udah beres. Hanya ada sebagian kecil aja yang masih ngajak ribut, jumlahnya paling tidak sampai 10% penduduk Indonesia:mrgreen:. Akan tetapi, belakangan ini rupanya timeline saya ramai lagi.. kebijakan biasa sih, cuma karena presidennya orang baru yang sebelumnya banyak haters-nya, jadi pada semangat nge-buli😛

Bahasa Inggris dihapus protes, subsidi BBM dihapus protes juga.. kalo di Amrik semangatnya udah “Change, We Can!”, di Indonesia mau “Change, We Support!” aja susahnya minta ampun. Memang yang namanya perubahan itu wajar kalo di awal bikin ‘sakit’. Ibaratnya kaya kita diet, pasti nggak enak bingits makannya jadi dibatasin, tapi kan dengan mengubah pola makan kita itu ada tujuannya, misal biar lebih kurus, lebih gemuk, lebih sehat, dsb., daaan kalo itu udah tercapai, wow manfaatnya lebih besar daripada sebelum berubah. Kalo tetap ingin merasa nyaman dan aman, para tokoh inspiratif yang ilmu / karyanya itu tak perlu bersusah payah mengadakan perubahan untuk dirinya hingga akhirnya ia bisa mengubah peradaban.

Pernah nggak bikin revolusi tahun baru yang rada ekstrim terus dijalanin? Bersyukurlah kalo cuma hati kita yang protes karena bukan tak mungkin orang di sekitar kita ikut bereaksi, padahal itu baru buat diri sendiri ya? Apalagi kalo benerin sistem yang udah lama nggak bener buat mecahin masalah bangsa yang puluhan tahun nggak terselesaikan dan berdampak ke manusia senegara.. wuih, salut lah kalo ada orang yang ngebeeet banget jadi presiden (uhukk..).

Tentang sakitnya perubahan ini, kebetulan saya baru dikasih pelajaran berharga oleh sebuah dorama (drama Jepang) yang super keren (rating 4.5 / 5) dan mengharukan saat perjalanan Jepang – US lalu. Linangan air mata saya di pesawat cukup lah menjadi bukti betapa menyentuh hatinya perjuangan si tokoh😛

kiseki no ringoFilm ini mengisahkan seorang anak petani yang sudah beranjak dewasa, punya minat tinggi pada sains dan teknologi, tapi dipaksa untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai petani di desa. Pertemuan dengan salah satu pemilik lahan senior di desanya (yang kemudian menjadi ayah mertuanya) membuatnya sulit mengelak dari nasib itu. Dengan modal berupa bakat kritis dan hobinya bereksperimen, Akinori pun turun ke kebun apelnya sebagai BPB alias Bukan Petani Biasa.

Passion-nya diuji ketika masalah hadir, yakni berupa serangan hama terhadap kebun-kebun apel di desa tempat ia dan keluarganya tinggal yang ternyata membawa dampak buruk pada istrinya. Akinori berpikir keras untuk mengatasinya dan melakukan banyak sekali eksperimen demi membuktikan idenya bisa berhasil (ini bedanya “penemu” dengan kebanyakan orang yang bisanya cuma protes *ngaca* :D). Dia percaya bahwa tanpa pestisida pohon apel bisa tetap berbuah dan bebas hama.

Konsekuensi dari eksperimen itu tentu saja PERUBAHAN, yang tidak hanya berdampak padanya, tapi juga keluarganya, petani lain di desanya, dan bahkan orang-orang di luar lingkaran itu. Tahu berapa lama dia baru berhasil membuktikan perubahan yang ia lakukan berguna? di tahun ke-11 perjuangannya!!! Setelah ia hampir bunuh diri..

Namun, kebahagiaan setelah itu tak terkira besarnya. Apel yang dipanen dari kebunnya jadi apel terenak sepanjang masa bagi para konsumennya. Terbayar sudah perihnya hidup bersama keluarganya selama satu dekade dengan panen yang nihil, di mana mereka harus menggadaikan hampir semua hartanya, bahkan sampai tak bisa bayar listrik. Mereka juga dikucilkan oleh penduduk desa karena dianggap gila dan dituduh sebagai penyebar hama (hanya kebunnya yang tidak pakai pestisida merana diserang hama). Kata salah satu petani, “Dulu nenek moyang kita puluhan tahun cari cara buat basmi hama, mereka udah nyoba pakai bahan alami, tapi gagal terus sampai akhirnya ditemukanlah pestisida. Terus ngapain sekarang mau ngulang coba-coba lagi?”

Cerita di atas berdasarkan kisah nyata asal muasalnya pertanian organik di Jepang (plis kalo ada info lebih lanjut silakan komen). Akinori, si tokoh utama, merepresentasikan sang petani yang menemukan pembasmi hama tanpa zat kimia seperti pestisida karena ternyata banyak orang alergi dengan pestisida. Motivasinya hanyalah membantu orang banyak. Saat perubahan demi perubahan itu dilakukan (kalo satu metode gagal, dia coba metode lain sampai 10 tahun masih gagal), tidak ada seorang pun yang tahu hasilnya akan seperti apa, sekali pun dia sendiri. Begitulah yang namanya perubahan.. ketika dimulai dan dijalani mungkin menyakitkan, tapi ingatlah kata-kata putri Akinori kepada ayahnya, “Apakah kita selama ini menderita hanya demi sebuah kesia-siaan?”. Tidak, kan? perubahan yang dibuat harus menghasilkan suatu perbaikan, sekecil apa pun itu, meskipun prosesnya mungkin sulit, lama, dan membosankan karena harus diulang berkali-kali.

Buat yang pengen nonton (harus, ding!) judul filmnya “Kiseki no Ringo” (奇跡のリンゴ) atau versi English-nya “Fruits of Faith”. Ada juga yang menulis “Apple of Miracle” karena memang terjemahannya kata dari judulnya “Keajaiban Apel”. Detilnya lihat di sini.

So guys, may we say “Change, We Support!” instead?

Leave a comment

3 Comments

  1. Waaah harus nonton nh filmnya *catet. Film Jepang itu yaaa, selalu aja ada pesan moral yang disampaikan ke penonton. Jadi bikin semangat, yep kita haus mensuport perubahan ke arah kebaikan😀

    Reply
    • Halo Eka.. suka nonton film Jepang jg? betul sekali itu soal pesan moral bikin gemes banget ^^ saya fans berat film Jepang baik yg dorama maupun anime seperti produksi Ghibli, meski katanya di Indonesia orang2 pada ngefans film Korea dan mnrt mereka lebih bagus (genre romantic-nya kali ya.. hihi)

      Reply
      • Iya mbak Ega, aku adore dorama Jepang dari SD, tp skrg emang udh jarang ngikutin karena kebawa arus Hallyu wave, tp dorama Jepang selalu punya tempat dihatiku, *sihiiiyyyy😀

        Reply

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: