[Diary Haji] Catatan Kepulangan dan Ulasan Proses


Meskipun saya mendaulat hari ke-17 sebagai bagian final dari diary haji di blog ini, rasanya ada yang mengganjal kalau saya tidak membahas perjalanan pulang dan beberapa informasi yang belum sempat tersampaikan. Yah, anggap aja ini episode “Diary Haji Extended”  atau kalo di drama-drama Jepang istilahnya “SP” alias SPecial. Ditonton boleh, nggak ditonton pun nggak masalah dan nggak ngaruh ke cerita inti. Wkwk *apaan

Sedikit saya review ya.. perjalanan haji kami di tahun 2013 dimulai dari keberangkatan tanggal 7-8 Oktober hingga penerbangan kembali ke Jepang tanggal 24-25 Oktober dengan perbedaan waktu Jepang 6 jam lebih dulu daripada Saudi. Jadi, kasarnya berada di tanah suci selama dua minggu. Timeline-nya kira-kira seperti gambar berikut:

Hajj trip timeline by Mian Japan 2013

Melihat durasinya yang singkat, orang-orang suka tanya, “Apakah itu semacam haji dengan ONH plus?” err.. ini saya kurang paham, tapi setahu saya di negara-negara dengan Muslim minoritas standarnya emang cuma selama itu. Mungkin karena haji bukan suatu kelaziman bagi penduduk mayoritas sehingga tak lazim pula ambil cuti atau izin terlalu panjang. Biayanya juga normal, bukan yang semahal ONH plus. Zaman kami ini, tahun 2013, sekitar 430 ribu yen (40 jutaan) dan ada diskon untuk mahasiswa. Fasilitas yang kami dapat pun tidak dibedakan sama sekali dengan jemaah haji reguler dalam urusan sarana dan prasarana. Hanya saja kalo di Indonesia orang milih ONH plus biar bisa lebih cepat ngantrinya, nah kalo di Jepang ini kami nggak perlu ngantri. Daftar di bulan Ramadan pun (sekitar dua bulan sebelum masa haji) bisa berangkat tahun itu juga 😀

Sebagai yang kebetulan mengalami duluan, saya cuma bisa berpesan buat teman-teman yang sedang berkesempatan tinggal di luar negeri dengan Muslim sebagai minoritas di mana antrian pergi haji tidak ada: rencanakanlah haji sejak awal merantau hingga semoga bisa terwujud rencana itu sebelum back for good ke Indonesia. Lebih bagus lagi kalau sudah nikah dan bisa bareng pasangan berangkatnya jadi nggak ada tanggungan lagi kedepannya dan belum punya buntut biar nggak bingung mau ditaruh mana anaknya ketika kesempatan haji itu datang. Kalo udah ada anak, biasanya ada tiga pilihan berikut yang saya lihat dari para senior:

  • Pulang dulu ke Indonesia, nitipin anak ke keluarga –> anak perlu beradaptasi
  • Mengundang keluarga ke negara tempat tinggal untuk menjaga anak –> keluarga perlu beradaptasi
  • Menitipkan anak ke relasi di negara tempat tinggal –> anaknya udah cukup umur, harus ada relasi yang dekat

Opsi nomor dua sependek pengamatan saya adalah yang paling banyak diambil karena mungkin membuat orang dewasa menyesuaikan diri dengan kondisi di negara asing dipandang lebih mudah daripada harus membuat si anak yang berada di lingkungan asing. Opsi ketiga mungkin berlaku untuk yang anak-anaknya udah usia SD dan tidak membutuhkan pengawasan orang tua yang begitu intensif seperti balita. Apa pun pilihan Anda, pokoknya jangan sampai mengorbankan kebahagiaan salah satu pihak, deh. Lebih enak lagi memang kalau belum ada tanggungan anak seperti kami, yang juga diterapkan oleh banyak pasangan muda lainnya belakangan ini.

Oke, langsung kembali ke kronologis hari keberangkatan..

To do list di Bandara Jeddah

Seperti layaknya setiap penerbangan, pastinya di sini ada proses check in sekaligus ngedrop bagasi, pemeriksaan keamanan, imigrasi, dan kemudian boarding. Bedanya, karena kami rombongan haji yang banyak anggotanya dengan bawaan cairan (baca: air zamzam) bergalon-galon, jadi sebelum check in prosesnya agak lama. Pertama, begitu turun bus harus ngantri satu per satu untuk dapat barang kita. Ambil troli bandara, kemudian koper dan air zamzam jatah masing-masing diturunkan dari atas atap bus. Kedua, pas udah di dalam, ada proses negosiasi antara pak Mian (ketua agen travel haji kami) dengan staf Korean Air (maskapai yang kami pakai pergi dan pulang haji). Kayanya sih double check aja untuk perkara pengangkutan air ratusan liter ini. Seperti yang saya singgung sebelumnya, baru kali ini agen kami menggunakan jasa maskapai Korea sehingga perlu koordinasi agar dibolehkan membawa air zamzam.

Zamzam water in the box, each box contained one 10L-bottle. Setiap jemaah dapat jatah seboks, tapi saya dan suami cuma ngambil satu boks aja karena nggak ada yang minum juga.. maklum habis haji itu langsung BFG ke Indonesia 😛

Arrived at the airport. Penampakan bus yang membawa kami ke airport setelah semua bawaan jemaah diturunkan dari atap bus itu. Luar biasa kan Arab… kalo di Jepang mana lah boleh bawa barang ‘menuju puncak’ gitu. Haha

Unloading pilgrims’ baggage before entering the airport. Proses “menunggu dan menunggu” dalam rangkaian haji belum berakhir, sodara-sodara! Innallaha ma’sshabirin 😀

Di tahap unloading bagasi-bagasi milik jemaah kami ini, rombongan yang terpisah bus dengan kami belum juga sampai. Jemaah kami di situ hanya ada beberapa orang laki-laki, tapi tetap aja bikin was-was. Kami menunggu mereka untuk check in dan alhamdulillah tiba juga di detik-detik terakhir sebelum batas waktu check in habis. Untungnya ada jeda lumayan antara kedatangan kami dengan keberangkatan pesawat, jadi kami juga bisa shalat Subuh, ganti-ganti baju, bersihin badan, dan atur-atur bagasi dulu di bandara. Sayangnya, karena kami datangnya pagi, belum banyak restoran atau toko yang buka. Cuma ada cafe yang jual sedikit roti aja seingat saya.

Pertolongan pertama pada perut keroncongan 😛 

Our aircraft for flight from Saudi Arabia to Japan. Ma’assalaama!

 

Transit di Incheon Airport, Seoul

Transit Hotel Incheon Airport

Our transit hotel @ Incheon Airport

Walaupun Korea ke Jepang itu udah tinggal ngesot, kami harus menginap di bandara karena penerbangan dari Incheon ke Narita terpisah sehari dengan rute Jeddah ke Seoul. Untuk pertama kalinya saya merasakan hotel yang benar-benar ada di dalam bandara. Ongkos hotel kami curiganya sih ditambelin sama agen karena tidak ada tambahan biaya untuk ini dan mereka menentukan kebijakan agar jemaah bisa istirahat dulu di hotel itu belakangan setelah booking pesawat, padahal sebenarnya transitnya pagi sampai sore hari, bukan yang melewati malam gitu, tapi tetap aja dikasih hotel. Baik banget, kan..

Entah gimana ceritanya, saat kami tiba di hotel ini, ketua rombongan tidak bersama kami. Lupa juga waktu itu dia ikut pesawat pulang atau terpisah. Drama pun dimulai. Resepsionis hotel bilang belum ada pembayaran untuk kamar-kamar kami. Doeng.. doeng.. terus ditanya ada yang punya kartu kredit dan bisa bayar nggak. Jemaah kami saling menunggu, tunjuk-tunjukan, tapi belum semua orang sampai di situ. Kami yang udah tepar parah dan udah bayangin kursi empuk harus bersabar menunggu lagi, sambil ngeces lihat sofa-sofa panjang di lounge yang tentu saja juga nggak bisa dipakai karena harus bayar. Wakakak…

Alhamdulillah, akhirnya salah satu brother bisa menyelesaikan transaksi dan kami pun bisa masuk. Setiap pasangan dapat satu kamar. Horeee… dapat juga kamar ‘barakah’ :mrgreen:

Mengisi Waktu Selama Transit

Kami tinggal di hotel transit kira-kira mulai jam 8 pagi sampai 4 sore waktu setempat. Karena benar-benar capek, saya dan suami tidur hingga tengah hari setelah sempat mandi-mandi sebelumnya. Baju cadangan lengkap dengan daleman, kerudung, dan kaos kaki wajib banget dibawa dalam perjalanan jauh, baik ada rencana menginap maupun tidak. Sependek pengalaman saya, kadang ada aja kejadian tak terduga yang mengharuskan kita harus ganti baju.

Begitu bangun tidur, kami menjamak shalat Duhur dan Ashar dan langsung cari makan. Kerasa banget lapar berat karena makan terakhir di pesawat sudah malam sebelumnya. Di Korea, hitungannya sama seperti cari makan di Jepang, selama nggak ada klaim daging halal (di luar pork), kami pilih tidak makan. Pilihan pun jatuh ke Subway, yang di Jepang juga kami percayai aman. Lumayan deh makan roti dengan filling segepok daripada kagak ada sama sekali.

Menu subway Korea

Subway menu a la Korea. Yang seafood cuma satu menu :))

Kelar makan, saya mewujudkan keinginan nyobain craft di culture center yang udah saya incar sejak datang. Sebenarnya kami tertarik Tur Kota Seoul juga yang digratiskan untuk turis. Kita bisa naik kereta kota mereka, ngunjungin tempat-tempat wisata terkenal, dan beli oleh-oleh. Namun, apa daya menghitung waktu tampaknya nggak cukup tuh. Jam berangkatnya nggak setiap jam ada dan paling nggak butuh waktu tiga jam, sedangkan jam 4 kami sudah harus check out hotel dan berkumpul.

18.2 - Craft Experience- Incheon Airport

Craft experience in Korean Traditional Cultural Experience Center of Incheon Airport

Ada beberapa pilihan pengalaman gratis yang bisa dicoba di tempat yang sama, termasuk kalo mau coba pakai baju tradisional Korea (hanbook). Baju pengantin hanya ditampilkan oleh para model di sekitar situ. Suami nggak tertarik apa-apa, kecuali mau jadi juru foto saya aja. Asyiik.. lumayan banget deh transit di Korea dapat pengalaman baru.

Home Sweet Home

Penerbangan ke Narita nggak sampai dua jam, tapi perjalanan bus dari Narita ke rumah kami di Yokohama ditambah naik kereta dan jalan udah dua jam sendiri :)) Air zamzam adalah yang pertama kali kami bongkar untuk memastikan keselamatannya. Alhamdulillah, semuanya selamat. Di kemudian hari kami kedatangan beberapa relatif di Jepang yang berkunjung. Kami tidak mengirim oleh-oleh atau mengadakan syukuran di Indonesia karena bagi kami haji itu kewajiban biasa seperti shalat dkk. yang nggak perlu dirayakan. Di Jepang sih memang karena modenya sudah mode pindahan, kami tidak menyebar undangan sama sekali. Selain itu, kami juga sempat lemah sekali kena flu berat selama seminggu. Nggak bisa ke mana-mana karena kepala kerasa berat banget, beda dengan flu biasa yang pernah kami alami.

Zamzam arrived at Japan

Zamzam selamat!

Akhir kata, terima kasih banyak untuk doa dan ucapan yang ditujukan kepada kami sebelum, selama, dan setelah keberangkatan haji. Semoga semua kebaikan dalam doa dan ucapan kembali ke yang mendoakan. Yang sedang berjuang untuk bisa pergi haji, semoga ditambah sabarnya, dilengkapkan modal jasmani dan rohaninya, serta dimudahkan keberangkatannya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

THE END

 

Advertisements
Leave a comment

Wait! Don't forget to leave a reply here.. :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: