Kunci Hidup Bahagia (dan Sehat)

Setelah sekian lama blog ini lumutan, yuk kita isi dengan tulisan yang bermanfaat 😀 Tulisan ini dibuat tiga hari setelah ultah saya ke-27. Pas banget deh direnungkan buat kembali menata hidup.. tsaaahhh. Manusia tempatnya salah dan lupa, maka perlu kontrol sosial untuk membuat kekurangan itu minimal. Menuliskannya di sini adalah salah satu caranya. Sebagaimana opening words dalam video yang saya bahas di sini, pernahkah Anda bertanya:

Apa yang membuat manusia bahagia dan sehat selama hidupnya? Andai kita sedang berinvestasi sekarang, untuk apa sih waktu dan energi kita habiskan?

Pertanyaan simpel di atas ternyata harus dijawab melalui penelitian 3/4 abad, lho! Disarikan dari presentasi Robert Waldinger di TEDx Talks, di sini saya coba rekapin ya apa yang saya ingat dan kepikiran setelah nonton videonya (bisa diputar di bawah ini) karena saya cari ternyata belum banyak artikel berbahasa Indonesia membahasnya. Perlu diingat bahwa yang saya tulis bukan persis plek seperti terjemahan dan saya nggak ada waktu buat mutar videonya lagi demi nyocokin, jadi feel free buat koreksi. Di bawah ulasan video, saya tambahin juga kicauan topik terkait, hasil dari baca buku.

(more…)

Advertisements

Bicaralah tentang Hal ‘Tabu’ pada Anak

Berita paling hangat dua hari ini, terutama bagi kalangan ibu-ibu, apalagi kalo bukan tentang pelecehan seksual yang terjadi pada anak TK di sekolahnya sendiri, yang notabene sekolah mentereng dan dilakukan lebih dari sekali oleh lebih dari seorang petugasnya. Ya, frase-frase yang saya bold itu menunjukkan poin di mana kita harus mengelus dada atas ketidakwajarannya. Jarang-jarang saya menulis tanggapan terhadap berita semacam ini karena tidak tega. Namun, ada satu hal penting yang mendorong saya untuk berbagi di sini, yaitu… (sejujurnya ini sangat sedih diungkapkan) saya juga pernah mengalaminya ketika usia sembilan tahun >_<

Tarik nafas dalam-dalam… hembuskan… fiuh… bismillah, mari kita mulai kupas satu per satu.

Anak TK. Cerita apa yang bisa kita harapkan dari seorang anak TK? Mungkin bisa berupa teman mainnya, pengalaman mainnya, kesan terhadap tokoh film yang ditontonnya, barang yang diinginkannya, kegiatan yang ingin dilakukannya, dan sebagainya yang lebih bersifat kongkrit alias bersifat fisik. (more…)

An Inspiring Wedding Speech from “My Neighbors The Yamadas” Movie

Congratulations to all of my friends who just opened the gate of a new life with his/her spouse or those who’re about to get there soon.

Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a baynakumaa fii khair

May Allah’s blessings are always be around you and your family.
Here I’d like to share a very beautiful message about marriage, which has inspired me, and hope you’ll find something meaningful too. Taken from “My Neighbors The Yamadas” scene, a movie by Studio Ghibli, this message is told as speech of an old woman in the main-figures’ (Takashi-kun and Matsuko-san) wedding. I removed the figures’ name or replaced it with the term “you”.

CatatanWedding speech (pidato pernikahan) yang dimaksud dalam tulisan ini juga tersedia dalam Bahasa Indonesia. Kata dalam tanda kurung merupakan bagian tambahan dari saya sendiri agar terjemahannya tidak kaku walaupun secara keseluruhan masih tetap aneh juga sih.. hahaha, mohon maaf selain level masih cupu, kosakata english saya juga terbatas jadi kadang susah cari padanan katanya :mrgreen:
(more…)

Mudik 2012: 10 Hari, 8 Kota (Part 1)

Seperti biasa, akhir bulan berasa dikejar setoran buat nge-blog.. haha :razz:. ‘Sesuatu’ terbaru yang belum sempat ditulis ulasannya adalah mudik, so.. here we go!

Tanggal 11-21 Agustus lalu saya dan suami alhamdulillah masih berkesempatan pulang ke Indonesia untuk mudik. Meskipun hanya sebentar, mudik kali ini bersejarah sekali bagi saya karena untuk pertama kalinya saya tidak berlebaran dengan keluarga saya, tapi dengan keluarga suami yang kebanyakan baru saya kenal saat itu juga. Selain itu, saya juga benar-benar merasakan suka-duka orang mudik yang menempuh perjalanan jauh demi berkumpul dengan keluarga. Maklum, selama ini rumah saya malah yang selalu didatangi saudara karena ada kakek-nenek di rumah. Kalo pun pergi, biasanya hanya mengunjungi saudara-saudara di Jawa Timur yang cuma 2-3 jam perjalanan.

Sedikit kilas balik, sebenarnya saya sudah berencana tidak mudik tahun ini karena (1) Jauh, butuh dana dan tenaga ekstra (2) Tahun lalu sudah pulang lebaran (3) Belum lama ini baru saja pulang untuk menikah (4) Saya sudah mau semester terakhir jadi harus fokus ke akademik. Namun, rencana berubah setelah menikah, ternyata suami punya pertimbangan lain sehingga kami harus mudik. Akhirnya dengan pemilihan maskapai yang agak maksa karena suami harus memanfaatkan tiket lama yang gagal dipakai, kami pulang seminggu sebelum lebaran, bertepatan dengan weekend pertama liburan obon di Jepang. Meskipun lebih enak kalo bisa lama di kampung setelah lebaran, gimana pun udah bersyukur lah dapat liburan pas moment lebaran. Jadi, suami cuma perlu cuti tiga hari setelah hari-H lebaran. Saya sendiri nggak perlu bolos karena liburan summer masih panjang sampai minggu ketiga September :grin:.
(more…)

Cerita Perbojoan

Mumpung puasanya “diundur” sehari, nyempetin nulis blog dulu ah :mrgreen:
Khawatirnya sih kalo udah puasa kan bakal sibuk ibadah (alaaah, sok rajin) apalagi kalo ada bayi raksasa saya di rumah (baca: suami atau bojo dalam Javanese), wuih nggak habis-habis kerjaan di rumah. Mana sempat online.. haha. Nah, nah, yang terakhir ini nih yang bikin saya ingat buat melanjutkan draft tulisan ini. Draft di otak maksudnya, bukan di blog :razz:. Berhubung barusan saya merenung betapa sepinya rumah dan ndilalahkok ya datanglah SMS teman yang nanyain hal terkait v_v

Teman saya yang sedang ‘berusaha’ menghibur 😀

(more…)

Keluarga 5AH

Tulisan ini masih bertema cinta, saudara-saudara.. meskipun tidak sepenuhnya berisi lanjutan seri postwedding sharing seperti tulisan pertama, mudah-mudahan ada yang bisa dipetik dari celotehan ini :smile:.

Adalah biasa kalau kita mengucapkan “semoga sakinah, mawaddah, warahmah” kepada pasangan yang baru menikah. Doa yang diambil dari kandungan Al-Qur’an surat Ar Rum ayat 21 ini sekarang sudah bukan ucapan milik aktivis dakwah aja *jiah*, tapi juga seluruh kalangan, bahkan kadang nonmuslim pun ikut mengucapkannya. Bisa jadi ucapan “selamat menempuh hidup baru” justru sudah kalah populer dari doa yang sering disingkat jadi “SAMAWA” atau “SAMARA” ini.

bukan narsis, hanya memberi contoh kasus :mrgreen:


(more…)

Uang Pensiun dan Jurnal Keuangan

Hai.. saya baru sempat nulis lagi nih setelah hampir sebulan lalu “menjanjikan” sharing cerita afterwedding :smile:. Selain pekerjaan rumah tangga yang cukup menyita waktu, belakangan saya lagi sibuk membetulkan web kami. Yuk, kita mulai sharing-nya dengan.. ups, duit! Bukannya apa-apa, cuma kebetulan momennya tepat ngomongin ini. Kyaaa.

ini suami yang lagi saya ceritain

Sebulan lebih menikah, semalam saya baru tahu berapa persisnya besar gaji suami. Hihi, terkesan cinta buta banget nggak sih pas mau nikah :razz:. Sebenarnya saya pernah tanya soal itu bulan lalu, tapi dijawabnya pakai istilah “sekitar” -_- jadinya tetap aja nggak menjawab. Usut punya usut, ternyata suami saya pun juga nggak pernah menghitung gaji kotornya selama ini! Kok bisa? Iya, soalnya di Jepang penghitungan biaya macam-macam yang dipotong langsung dari gaji bulanan itu berubah-ubah per periodik tertentu. Penerima gaji biasanya hanya tahu dari email pemberitahuan bahwa ia sudah terima gaji (dikirim ke rekeningnya) dan jumlahnya berapa. Kemarin, berhubung suami sedang mengurus tunjangan keluarga dari kantor dan diminta daftar asuransi dkk. atas nama istri, dia iseng baca-baca lagi dokumen-dokumen pemberian kantor saat awal masuk sebagai karyawan. Wow, ternyata saat ini besar biaya tetek bengek yang diambil dari gaji semula sudah mencapai 17%. Quite much, right? (more…)