Kunci Hidup Bahagia (dan Sehat)

Setelah sekian lama blog ini lumutan, yuk kita isi dengan tulisan yang bermanfaat 😀 Tulisan ini dibuat tiga hari setelah ultah saya ke-27. Pas banget deh direnungkan buat kembali menata hidup.. tsaaahhh. Manusia tempatnya salah dan lupa, maka perlu kontrol sosial untuk membuat kekurangan itu minimal. Menuliskannya di sini adalah salah satu caranya. Sebagaimana opening words dalam video yang saya bahas di sini, pernahkah Anda bertanya:

Apa yang membuat manusia bahagia dan sehat selama hidupnya? Andai kita sedang berinvestasi sekarang, untuk apa sih waktu dan energi kita habiskan?

Pertanyaan simpel di atas ternyata harus dijawab melalui penelitian 3/4 abad, lho! Disarikan dari presentasi Robert Waldinger di TEDx Talks, di sini saya coba rekapin ya apa yang saya ingat dan kepikiran setelah nonton videonya (bisa diputar di bawah ini) karena saya cari ternyata belum banyak artikel berbahasa Indonesia membahasnya. Perlu diingat bahwa yang saya tulis bukan persis plek seperti terjemahan dan saya nggak ada waktu buat mutar videonya lagi demi nyocokin, jadi feel free buat koreksi. Di bawah ulasan video, saya tambahin juga kicauan topik terkait, hasil dari baca buku.

(more…)

Advertisements

Cerita Rasulullah SAW tentang Sebuah Perjalanan Malam nan Agung

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[Alquran surat Al-Isra’ (Perjalanan Malam)/17 ayat 1]

Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui Isra’ Mi’raj, sebuah peristiwa yang tidak bisa diwujudkan oleh selain-Nya, yang menegaskan bahwa Tiada Tuhan (God) Selain-Nya dan Tiada Penguasa / Raja (Lord) Selain-Nya. Peristiwa itu adalah ketika Dia membawa seorang hamba-Nya, Muhammad, dalam keheningan malam, dari Masjid Al-Haram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa, sebuah rumah yang disucikan di Yerusalem, tempat asal para Nabi sejak masa Ibrahim Al-Khalil (Al-Khalil = sahabat dekat, kesayangan Allah). Para Nabi dikumpulkan di sana, di Yerusalem, dan Muhammad memimpin mereka dalam hal sembahyang (prayer) di tanah kelahiran mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa Muhammad Shalallahu ‘Alayhi Wa sallam adalah pemimpin paling agung di antara para Nabi. Di sekeliling tanah itu terdapat hasil-hasil pertanian dan buah-buahan yang Allah berkahi agar tampak pada Muhammad tanda-tanda kebesaran-Nya. (more…)

Ayam Crispy ala KFC

Kemarin untuk ke sekian kalinya saya masak ayam crispy ala KFC  yang pakai tepung dengan efek fascinating itu.. kriuk.. kres, kres, kres! Foto ayam itu saya upload ke IG (follow me!) dan banyak kawan bertanya resepnya. Karena udah sering bikin dan fotonya nggak cuma satu, maka sekalian aja saya jadiin satu tulisan di blog ini biar pada kebayang yah 😀

ayam-crispy-KFC-recipega(3)

Ayam crispy ala KFC – Udah mirip kan penampakannya? Ini kayanya yang paling berhasil rasanya karena mulai pede banyakin bumbu tabur (2014-03-07)

Ayam KFC.. dengan melihatnya saja, kalo bukan lagi diet or alasan kesehatan lainnya, siapa sih yang tidak tergoda? Dari kecil aja kita tahu kok kalo itu makanan enak, makanya kadang kalo pergi kita makannya minta di sana. Nah, ketika beranjak dewasa.. caila, karena udah mulai ngerti jajan di sana nggak baik dari berbagai faktor mulai dari ke-junk food-annya (sayurnya minimalis dan minumannya pun bersoda), tarifnya, cara memasaknya, bahan yang kita nggak tahu asal-usulnya, sampai teori konspirasi (uhukkk..), saya mulai coba-coba masak sendiri dengan berbagai resep yang saya dapat online. (more…)

Protected: Tentang Menulis Populer

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Pengen Cerewet Lagi Soal EYD

Tulisan ini dibuat tahun 2012 😛

Anda tahu kan EYD? Iya dong, masa belajar Bahasa Indonesia sejak SD sampai SMA (lama juga ya!) bisa lupa sama yang satu ini :smile:. Dari semua materi bahasa Indonesia, saya paling tertarik pada materi ini. Selain tertarik, materi tersebut juga begitu membekas di ingatan saya sampai sekarang dan selalu saya terapkan. Saya termasuk orang yang sangat concern terhadap bahasa. Setiap baca artikel, otak saya juga otomatis bekerja seperti mesin pendeteksi kesalahan tata tulis. Sering kali muncul komentar yang mungkin kalau terucapkan kelihatan cerewetnya saya. Haha.

Orang Jerman saja belajar bahasa Indonesia. Jangan kalah pintar pakai ejaannya! 😛

Teman sekolah atau kuliah yang sudah pernah bekerja dengan saya mungkin juga menyadari “kebawelan” saya soal tulis-menulis ini. Makanya, kerap juga saya kebagian tugas sebagai final editor saat membuat laporan, presentasi, atau apa saja yang terkait tulisan. Sudah lama saya berpikir bahwa mungkin memang saya berbakat jadi editor. Asyik sekali membayangkan pekerjaan sebagai seorang editor buku ya.. apalagi kalau bisa dikerjakan di rumah sambil mengurus anak *sambil berharap ada yang nawarin kerjaan ini* :grin:.

Itu khusus bahasa Indonesia. Kalau bahasa Inggris, apalagi Jepang, wah masih bermimpi bisa mengkritisi. Biar pun begitu, tahun lalu ketika ada dua tugas kelompok bareng teman-teman antarkampus dan antarnegara, saya tetap saja jadi final editor slide presentasinya. Lumayan jadi ajang belajar.. Nah, kebetulan sekali tahun ini saya mulai megang amanah jadi penanggung jawab manajemen artikel di situs FAHIMA, sebuah organisasi muslimah Indonesia yang kebanyakan aktivitasnya dilakukan secara online. Dengan posisi baru ini, hobi saya ‘mencereweti’ penulisan artikel bisa sangat amat terfasilitasi meskipun sejauh ini belum sampai mencereweti penulisnya :lol:.

(more…)

Dari Tumbangnya Sony dkk. sampai Made in China

Pembicaraan di telepon dengan Papa pagi ini, entah bagaimana awalnya, membawa kami ke obrolan seputar berita bangkrutnya beberapa perusahaan elektronik Jepang hingga fenomena viralnya produk Cina (glek.. serius amat yak?) :roll:. Akibatnya, banyak hal yang pernah saya baca, dengar, bahkan alami sendiri, berseliweran dalam pikiran dan memicu untuk menuliskannya di sini. Tulisan ini tidak akan banyak membahas hasil penelitian (karena udah buaanyak yang bahas sampai eneg! :razz:), tapi lebih berupa rangkuman, tanggapan, dan ‘petunjuk’ ke artikel lain yang bisa Anda baca-baca.

Sony, Sharp, dan Panasonic yang Nyaris Wassalam

Papa: “Papa baca di koran katanya perusahaan-perusahaan Jepang itu pada bangkrut ya? Sony, Sharp, Panasonic..”

Yoi, bos-bos tiga perusahaan itu pastinya lagi galau sekarang karena udah positif rugi dan harga sahamnya jatuh, sebagaimana dituliskan oleh mas Yodhia, seorang alumni Texas A&M University yang jadi konsultan di bidang kinerja perusahaan, dalam artikel yang kemudian populer ini. Sudah dua bulan lalu memang tulisan itu, tapi baru belakangan Sony dkk. yang sedang menggantungkan nasibnya ke pemerintah Jepang ini, dapat kepastian dari menteri keuangannya kalo mereka nggak bakal dibantu dengan kucuran dana. Sebenarnya, ada dua perusahaan lain juga yang disebut mas Yodhia, yaitu Sanyo dan Toshiba. Yang pertama udah duluan kolaps dan dibeli sama perusahaan Cina “Haier” tahun lalu meskipun baru sebagian produknya. Yang kedua baru diprediksi tapi mudah-mudahan ehem, jangan dulu deh.. suami saya masih kerja di sana soalnya :grin:. Memang menurut cerita suami, Toshiba ini termasuk perusahaan global Jepang yang udah beberapa kali catatan keuangannya defisit, sedangkan perusahaan yang mampu menjaga kasnya surplus atau sekedar ‘aman’ itu bisa dihitung dengan jari, atau bahkan jari sebelah tangan. Toshiba juga masih merekrut karyawan dari luar Jepang (suami saya lewat jalur ini) meskipun mulai tahun ini mereka tidak mengadakan pelatihan bahasa Jepang di negeri asal karyawan demi penghematan. Kelihatan lah ya kalo sedang sulit :mrgreen:
(more…)

Restoran Halal Jualan Bir?

Beberapa kali, saat kami (baca: saya dan suami) makan di restoran halal di Jepang, tiba-tiba terbawa lagi ke obrolan yang mempertanyakan

“Kenapa semua restoran halal tetap menjual minuman keras seperti bir, wine, sake, dan sebagainya?”

dan biasanya berlanjut dengan tebak-tebakan seperti “mungkin biar orang Jepang tetap datang”, “mungkin kalo nggak jualan begituan nggak bisa dipakai buat nomikai*”, dan “mungkin bukan mereka yang jual, tapi cuma titipan dari pihak lain”.

Pertanyaan ini tentu saja ada karena minuman keras tidak boleh diminum muslim, pihak yang seharusnya menjadi konsumen utama restoran-restoran halal di sebuah negeri asing. Tuntunan tentang perlakuan terhadap minuman keras pun berbeda dengan cara memperlakukan makanan haram lainnya seperti babi, bangkai, atau darah. Jika yang lainnya masih bisa sampai ‘disentuh’, lain halnya dengan minuman keras. Khusus untuk perkara satu ini, berinteraksi dengannya saja sama sekali tidak diperbolehkan. Jadi, bagaimana mungkin pemilik restoran halal yang muslim (ada juga soalnya yang punya orang Jepang) justru menyediakan menu minuman keras untuk pelanggannya? 🙄

Di Jepang, minuman keras memang sudah menyatu sebagai gaya hidup masyarakatnya. Dari yang mulai kadar alkoholnya rendah dan bisa diminum bergelas-gelas sampai yang kadar alkoholnya tinggi dan diminum segelas aja udah bisa bikin teler, semuanya bisa dicari dengan mudah di toko-toko. Bagi mereka yang doyan minum, malah kalo lagi ke luar kota atau luar negeri gitu, satu agenda pentingnya adalah membeli sake di pusat oleh-oleh karena konon sake tiap daerah punya ciri khas masing-masing. Dengan demikian, memang terlihat seolah impossible jika ada sebuah restoran yang berani menyatakan FREE ALCOHOL (eh.. FREE KHAMR ding yang benar), walaupun mungkin ada. Karena meskipun seperti tadi saya bilang bahwa muslim harusnya jadi konsumen utama, tetap aja yang paling banyak datang pasti orang Jepang (iya lah namanya juga penduduk pribumi..). Entah dengan alasan apa, mau restoran Indonesia kek, restoran India, restoran Pakistan, restoran Arab, restoran Iran, restoran Turki.. baik pemiliknya muslim maupun bukan, semuanya yang sudah kami tahu dan pernah datangi, menyediakan bir dan kawan-kawannya :neutral:.
(more…)