[Diary Haji] Daftar Bawaan dan Persiapan Sebelum Berangkat

Tak terasa musim haji sebentar lagi kembali hadir. Saya kembali diingatkan untuk melanjutkan sharing tentang haji dari Jepang yang baru selesai 6 per 15 hari 😀 Tolong maafkan kemalasan saya.. sebelum lanjut ke hari berikutnya (semoga sampai tamat, aamiin) berikut saya bagi daftar bawaan haji dulu barangkali calon jemaah tahun ini butuh referensi.

Pertama-tama, jika Anda pergi dengan pasangan atau anak, pastikan dulu bagaimana nanti tempat tidurnya apakah bersamaan atau terpisah. Pengalaman saya kemarin agak salah strategi karena kami maunya bawa koper yang siap hilang (ini sekaligus dipesan oleh penanggung jawab rombongan) 😀 dan kebetulan koper yang seperti itu di rumah kami berukuran besar, jadi barang saya dan suami digabung ke koper tersebut. Hal ini cukup merepotkan selama di penginapan yang terpisah ikhwan vs akhwat. Saya harus switch items koper besar itu dengan koper ukuran kabin agar barang-barang suami bisa dibawa ke kamarnya. Belajar dari pengalaman itu, “Packing”  menurut saya merupakan salah satu aplikasi traveling yang bagus sekali karena sudah menyertakan kolom person dan bag. Sebenarnya saya juga pakai aplikasi ini, tapi waktu packing tetep nggak disusun menurut person (kepemilikan barang) 😀

Ini dia gambaran isi aplikasinya… didalamnya sudah ada daftar kategori, jenis, dan nama barangnya, jadi kita tinggal pilih dan menambahkan yang belum ada di daftar aja (atau mengeditnya, misal dari “watch” jadi “arloji”). Sangat membantu, kan?

Gambaran aplikasi Packing dari App Store

Gambaran aplikasi Packing dari App Store

(more…)

[Diary Haji] Hari #7 – Hari Tarwiyah di Mina

Ahad, 13 Oktober 2013 (8 Dzulhijjah 1434H)
Sambungan dari cerita hari ke-6: [Diary Haji] Hari #6 – Pelajaran tentang Syukur

Kembali Berihram

Sedikit mundur dari tulisan sebelumnya, sesuai rencana seharusnya rombongan kami berangkat pukul 22.00 waktu Mekkah (sudah memasuki tanggal 8 Dzulhijjah terhitung dari Maghrib) sehingga setelah salat Isya’, kami kembali memulai ihram, kali ini untuk haji. Miqat orang haji ini, yang sebelumnya telah berada di wilayah Mekkah / Madinah dan melewati miqat dari negara asalnya, dihitung dari tempat tinggal (penginapan) masing-masing. Saya dan lima teman sekamar dituntut mandi kilat bergantian karena jeda antara waktu pulang dari masjid dan jadwal berangkat kurang dari dua jam, itu pun masih ditambah packing kalo siangnya masih santai-santai kaya saya 😀 Ini dia to do list saya sebelum berangkat ke Mina:

  • Membeli makanan dan minuman yang siap dikonsumsi untuk dibawa sebagai bekal di Mina
  • Mandi dan salat sunnah ihram dua rakaat
  • Menyelesaikan cucian dan mengamankan jemuran yang masih ada di luar kamar dan di roof top penginapan >> sebaiknya jangan ditinggalin karena meskipun cuma baju, resiko hilang itu tetap ada
  • Memasukkan semua benda berharga ke dalam koper dan menguncinya >> jangan dibawa ke Mina, kecuali yang sangat diperlukan
  • Membaca dan menghafalkan lagi tata cara haji >> saya bikin rangkumannya juga di kertas-kertas kecil, ditulis pakai pensil

Alhamdulillah setelah dihantam dengan Primolut-N dua pil, mens saya hanya keluar dua hari dan suci lagi sejak kemarin malam, sedangkan salah satu teman sekamar saya malah baru “dapat” persis sebelum berangkat ke Mina ini karena dia memang tidak minum obat penunda haid sejak awal, tidak seperti saya yang sudah minum tapi tetap kebobolan :cry:. Syukurlah, dengan fisik yang sehat masih ada rezeki ikut haji bagi kami berdua sebab semua ritual haji tidak harus suci dari hadas untuk melakukannya, kecuali thawaf ifadah. Thawaf ifadah itu pun masih bisa ditunaikan maksimal tanggal 13 Dzulhijjah. Dengan bantuan obat itu insyaaAllah bisa terkejar suci sebelum deadline.

Berhubung baru berangkat jam tiga pagi, alhasil para muhrim yang sudah cantik dan ganteng itu tertidur berjamaah dengan kostumnya :lol:. BTW, tentang barang apa saja yang perlu dibawa bisa ditengok di daftar bawaan haji ini ya. Udah ditambahin penanda buat Mina things. Jangan lupa pertimbangkan bahwa barang-barang itu juga termasuk yang dibutuhkan di Arafah, Muzdalifah, dan Jamarat.

Pasukan putih yang udah siap perang tak kuasa menahan kantuk karena bus tak kunjung tiba.. hehe

Pasukan putih yang udah siap perang tak kuasa menahan kantuk karena bus tak kunjung tiba.. hihi

(more…)