Ladies Day Informatika ’06 (Updated)

Dilaporkan langsung dari lokasi bermalam empat belas cewek-cewek cantik dan kece (pinjem istilah Nur), inilah acara eksklusif milik kaum hawa yang selalu jadi kaum minoritas di prodi saya: Ladies Day. Hari cewek-cewek. Hari (calon) ibu-ibu. Haha. Sebanyak enam belas orang dari dua puluh wanita Informatika berhasil dikumpulkan dalam sesi pemotretan di kampus tercinta. Empat orang sayangnya berhalangan untuk ikut, yaitu Difa yang lagi sakit, Manda yang dilarang Papa, Ochi yang lagi rapat penting, dan Lea yang memang selalu menghilang :D. Yang menarik, jumlah kami baru bertambah dua karena kedatangan mahasiswa transfer dari perguruan silat lainnya, Dila dan Nisa, setelah kehilangan dua orang lainnya, Rena dan Ayu yang sama-sama pindah ke Kedokteran Unpad. Genaplah dua puluh orang wanita di angkatan saya sekarang.

Ladies Day tercetus setelah Ujian Akhir Semester tahap pertama kami tuntaskan. Ide ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengakrabkan kami satu sama lain yang itu tadi, jumlahnya nggak banyak. Sebagai kaum minoritas, pastinya kita pengen donk punya kekuatan yang besar. Hoho. Setidaknya ikatan hati di antara kami harus kuat. That’s it…dan lihatlah betapa hati-hati kami benar-benar menyatu dalam foto-foto ini 😉

di-pohon


(more…)

Advertisements

Makin Apatis Makin Kreatif?

Lengkaplah sudah ‘penderitaan’ saya. Cap “apatis” yang sudah terlanjur melekat pada diri saya sejak beberapa bulan lalu gara-gara kejadian ini akhirnya membuahkan sebuah penghargaan yang sama sekali tidak membanggakan. Ini dia buktinya:

Kejam?emang.
Jahat?bener banget.
Nggak berperasaan?betul.

Iya, begitulah teman-teman saya. Tega banget deh mereka memilih saya sebagai yang “wanita ter-apatis” seangkatan. Huuhu…parahnya lagi, kebetulan sang juara “pria terapatis” seangkatan adalah teman sekelompok saya dalam salah satu tugas kuliah semester ini. Fiuh…how a pity team.

Tapi saya bersyukur, di balik kesemena-menaan teman-teman seangkatan saya itu, saya percaya mereka semua sayang sama saya. Cailah…iya lah, ketika kita terpilih menjadi yang ter-sesuatu dalam suatu komunitas, itu tandanya kita diperhatikan lebih oleh orang-orang di komunitas kita. Terlepas dari baik buruknya ‘gelar’ yang diberikan ke kita, kalo Anda pernah punya pengalaman yang serupa dengan saya, jadikan hal itu sebagai pemicu kita untuk lebih mencintai teman-teman kita. Kalo dipikir-pikir kan ya, kenapa dari sekian ratus orang yang ada dalam komunitas kita (misalnya 120 orang angkatan saya), kita yang terpilih sebagai orang ‘ter-‘? mungkin saja karena kita memang berkesan bagi orang-orang di sekitar kita. Bisa juga karena kita dianggap ‘bukan orang yang biasa-biasa saja’. Huehehe. Maaf, maaf, kalo kelewatan narsis. Last but not least, lewat tulisan ini saya mau mengucapkan terima kasih banyak buat teman-teman saya di Teknik Informatika ITB yang udah memilih saya sebagai IF’06 dengan predikat wanita “ter-apatis” dan “ter-kreatif”. Akhir kata, seperti quote dari salah seorang teman saya: makin apatis, makin kreatif. Haha.

IF’06 Award sendiri punya kategori sebanyak 25 !!! Banyak banget emang. Serunya lagi, untuk setiap kategori dipilih pemenang pria dan wanita. Jadi total ada 50 penghargaan, tapi tidak 50 pemenang, karena banyak yang dapet gelar lebih dari satu. Berikut kategori lengkapnya (nama pemenangnya nyusul ya :P)

IF ’06 AWARD

Kategori Pria Wanita
Teraneh
Terautis
Ter-ngoding
Pembuli-buli
Terbuli-buli
Terlucu
Terganteng/cantik

…to be continued…