Membahas Use Case dan Kawan-kawannya (lagi) – Bagian 1

Sekitar Mei lalu, saya menulis artikel mengenai pengalaman mengerjakan tugas kuliah merancang perangkat lunak secara object oriented di blog ini. Ketika itu, saya masih menginjak semester empat dan mengikuti mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kendati isinya tidak banyak membahas teknis membuat elemen-elemen Object Oriented Analysis dan Design (OOAD), tapi rupanya banyak pengunjung yang nyasar ke artikel tersebut karena mencari materi tentang use case. Hihihi. Untuk semua yang pernah merasa “ketipu”, maafkan saya ya, peace (^,^v)

Nah, berhubung banyak yang menghubungi saya secara pribadi dan menceritakan ketertarikannya terhadap OOAD, saya akan mencoba menulis lebih banyak mengenai OOAD di sini. Sebenarnya hanya berbagi materi kuliah dan pengalaman mengerjakan tugas saja sih. Kebetulan, di semester lima yang hampir berakhir ini, saya mendapatkan kuliah RPL Lanjut (RPLL). Pembahasan akan saya bagi menjadi dua, yaitu Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD). Kali ini saya akan membahas tahap analisisnya dulu… ok, kencangkan sabuk pengaman Anda, kita akan mulai menjelajah dunia Object Oriented Software Engineering (OOSE) yang menyenangkan! Hehehe.

Harap dicatat bahwa contoh-contoh gambar di sini tidak berasal dari dokumen yang sama, tapi saya pilih acak dari beberapa dokumen sistem yang berbeda-beda, tergantung kebutuhan.

Tahap pertama yang harus kita buat dalam OOA adalah mendeskripsikan model kebutuhan. Model kebutuhan ini–mungkin dengan berbagai versi lain–terdiri dari hal-hal berikut:

1. Identifikasi aktor
2. Identifikasi use case
3. Membuat diagram use case
4. Membuat skenario use case
5. Membuat deskripsi interface
6. Membuat problem domain object model

(more…)

Advertisements