Duit Riset

Halo! Di Jepang sudah hari Jumat sekarang. Udah lama saya nggak cerita kehidupan mahasiswa nih.. biar kelihatan kalo emang serius kuliah di sini (hayoo :grin:) eh.. nggak ding, biar gaya aja kaya pak DIS gitu. Kerja ada laporannya. Haha.. Anyway, here I am, in the middle of first and second grade.

Seminggu ini saya agak repot melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu membelanjakan anggaran riset dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebagai warga negara dunia ketiga, lebih spesifiknya Indonesia, yang punya alokasi dana untuk riset paling irit sedunia, tentu menghabiskan dana riset bukan pekerjaan yang mudah bagi saya. Belum pengalaman sih. Halah, padahal yo nggak pernah riset kecuali pas skripsi :mrgreen:. Terlebih lagi, mayor saya kan serba virtual gitu (baca: informatika atau gampangnya sebut saja mawar IT) jadi nggak perlu banyak benda fisik. Lain halnya kalo saya ini anak biologi atau tata boga.. waduh, dengan uang segitu saya bisa beli rumah kaca setanaman-tanamannya atau gudang penyimpanan bahan masak. Kyaaa. Karena sementara butuhnya cuma komputer (yang udah ada) dan beberapa software (yang bisa cari gratisan, tapi nggak bajakan), jadinya saya perlu mikir juga biar realistis dan benar-benar kepakai.
(more…)

What’s the Update?

Oktober hampir berakhir. Tabu bagi saya meninggalkannya tanpa goresan di blog (caila..). Update kabar aja kali ya 🙂

Saya suka suasana di luar rumah bulan ini. Musim gugur sudah tiba. Walaupun belum bisa menikmati momiji, hawa sejuk cenderung dingin dan pepohonan yang kecoklatan kerap membawa memori saya kembali ke masa-masa awal tinggal di Jepang. Saya datang saat transisi musim dingin ke musim semi, jadi mirip-mirip sama sekarang. Memulai sesuatu yang baru memang selalu menyenangkan. Itulah sebabnya saat saya kembali ke Jepang dari libur mudik di tanah air, saya menikmati setiap detik di bandara Narita dan memaksa diri agar bisa merasa seperti baru datang untuk pertama kali. Namun, ya.. sudah pasti gagal. Sensasi naik keretanya sudah tidak sama seperti dulu. Sudah bosan. Hehe. Anyway, saya tetap suka musim ini dan cukup menyesal ternyata belum punya foto-foto khusus edisi musim gugur :razz:.

yang sempat terabadikan dari autumn (atas+kanan bawah: dekat rumah, kiri bawah: kampus)

Ngomong-ngomong soal foto, sebulan belakangan memang ada degradasi dalam produktivitas. Salah satu penyebabnya karena smartphone saya hilang. Kehilangan ini benar-benar membuat saya shock sampai berhari-hari *lebai*. Gimana enggak, di Jepang yang relatif aman kok ya masih aja hape hilang, di dalam toko pula. Udah kurang ceroboh apaaa coba saya naruhnya.. kali ini gara-gara jatuh dari kantong :cry:. Cerita dikit ya..
(more…)

Ikkagetsu

Today I officially already have lived in Japan for a month. It didn’t flow so easy, especially since extreme temperature, strange language, and being minority. My skin has become elder than its actual age (yes, till right now!). I spent much more time to interact with other people, either saying words or listening what they said. Also, getting people-keep-their-eyes-on-me with this hijab is a daily meal. It was not easy but very fun! Japan is a unique country. Modern civilization stands peacefully with traditional savor, their がんばる (gambaru) spirit, the strong eastern smell, and trust of universal values even without having clear concept about God are some of awesome things of Japan for me.

random illustration about Japan 😀

So, here I am.. wanna share a little part of my life journey.. [sorry, subtitle won’t be available :P]
(more…)