Family in Marumo’s Perspective

I know this post is the third time I talk about this drama, but it is very recommended indeed. I finished watching this drama last Tuesday and took some screen shots with nice quotes. Here is one of them:

Marumo no Okite’s last episode scene: Mamoru is recalling when he hug the twins Kaoru and Tomoki after getting surprising gold medal from them

Marumo no Okite’s last episode scene: Mamoru is recalling something (sorry I forget what scene it is -.-)

Marumo no Okite’s last episode scene: Mamoru is recalling when the twins Kaoru and Tomoki celebrated their birthday

Yes, that’s how Marumo defines a family. Nice, deshou? 🙂
FYI, the drama entitled “Marumo no Okite” and was released last year in Fuji TV, but you can find many streaming media of it with english subtitle. Mamoru is original name of main character, but he is called as Marumo by the twins, whereas okite means rule. Overall, it’s funny, touching, and thoughtful!

Advertisements

Kazoku..tte, Nakama..tte

Another random post before sleeping..

Tadi saya nanya-nanya tentang tugas ke seorang teman sekelas saya. Surprise sekali dia yang biasanya pendiam di kelas ternyata bisa ngejelasin panjang pake english yang cukup bagus. Saya jadi ingat mantan teman-teman sekelas lainnya dan berpikir kapan kami bisa ketemu lagi kalo kuliah saya benar selesai semester ini. Saya berpisah dengan banyak teman saat masuk semester baru karena mereka mengikuti kelas-kelas yang berbeda, which were mostly taught in Japanese and another campus, dan ini bakal kejadian lagi sekarang.
(more…)

Mensyukuri Makanan

Suatu hari Rasulullah SAW mengajak Khalid bin Walid ke rumah istrinya yang juga merupakan bibi sahabatnya itu, Maimunah ra. Maimunah menjamu mereka makan dengan lauk daging dhab (sejenis biawak). Melihat makanan terhidang didepannya, Rasulullah segera mengulurkan tangannya ke meja, siap untuk menjamah makanan yang ada. Pada waktu bersamaan, seorang wanita dari balik bilik mengatakan kepada Maimunah agar memberitahukan kepada Rasulullah tentang daging tersebut. Setelah Maimunah menjelaskan bahwa itu daging dhab, Rasulullah serta-merta menarik tangannya kembali. Melihat hal tersebut, Khalid bertanya, “Apakah daging ini haram?”, kemudian beliau menjawab, “Tidak. Hanya saja, daging ini tidak terdapat di antara kaumku, jadi aku tidak berselera memakannya”.

Kisah di atas saya dengar dari radiopengajian.com siang ini. Rasulullah SAW berkata demikian agar tidak menyakiti hati istrinya yang sudah memasak makanan tersebut. Konon, beliau dikenal tidak pernah menghina makanan. Jika ada makanan yang disukainya, beliau memakannya. Sebaliknya jika ada makanan yang tidak disukainya, beliau meninggalkannya. Kalau pun berkomentar, beliau selalu menyampaikannya dengan santun seperti contoh kisah tadi.
(more…)