Melihat Sisi Lain dari #EgyptMassacre

Innalillahi wa inna ilayhi raji’un.. hari ini saya baca hashtag baru: #GhoutaMassacre. Belum habis bahasan soal Mesir menghiasi dunia socmed (social media) saya, tiba-tiba Suriah sampai disebut “the darkest day?”  karena update terakhirnya ribuan warga terbunuh oleh penggunaan senjata kimia :cry:.  Sebagai orang awam, saya tak berani banyak membagi berita yang sekarang sulit diurai kebenarannya. Semua media nggak ada yang netral. Saya juga orang sains, bukan sosial. Hanya saja, kalo lagi “kesambet” saya bisa menulis sedikit pemikiran seperti ini, apalagi kalo timing-nya mendukung seperti sedang mellow sendirian karena terbangun tengah malam di kereta, kemudian baca milis di Whatsapp tentang rencana aksi solidaritas Mesir.. apa daya baru sekarang mampu (dan sempat) upload ke blog.

Melihat Sisi Lain dari #EgyptMassacre

Ditulis di atas kereta “Gumarang” jurusan Tegal-Surabaya
16 Agustus 2013 dini hari

Saya nggak tahu banyak tentang isu Mesir, tapi memang seperti yang disebut banyak aktivis: tidak perlu paham betul untuk melihat bahwa kondisinya bukan lagi antara kudeta dan perlawanannya, melainkan pembantaian massal kaya di Palestina dan Suriah. Jadi, rasa sakit sesama muslim itu udah alasan kuat bagi kita (termasuk yang awam) buat doain mereka dan bantu lebih dari itu.

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam (Shahih Muslim: 4685) (more…)

[Repost] Keajaiban-keajaiban dalam Perang di Palestina

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. (Q. S. Ali Imron: 13)

Masih ingat tentang kisah keajaiban Perang Badar? saat itu pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Rasulullah SAW hanya berjumlah sekitar 300 orang, sedangkan kaum kafir ada 1000 orang, tetapi dengan kuasa-Nya, perang dimenangkan oleh kaum muslimin. Begitu pun yang terjadi di Palestina, jika Allah menghendaki, Dia hanya perlu berfirman “Jadilah” untuk menundukkan Israel. Tulisan ini saya kutip dari Notes seorang teman di FB. Teguhkan hati Anda untuk membaca dan temukan keajaiban didalamnya 🙂

Notes ini cukup panjang, tapi coba baca dengan seksama sampai akhir deh, insya Allah sangat menggetarkan..
—————————————————————————————————————————

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya. Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka ”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
(more…)

Perang Tak ‘Kan Usai Sampai Palestina Mulia

Tiada ku sesal berdiri di tepian jalan
Walau hanya batu senjataku melawan engkau
Ini negeriku dan kami pantas berontak
Perang tak kan usai sampai Palestina mulia
Kusadari sebiadab apa dirimu
Dan kau perlu tahu ada Allah di atas sana

Aku kencang berlari, biar kuhadang dengan apa yang kupunya
Bunuh saja tubuh ini
Biar ku syahid, itu mati yang mulia
Barisan kami pemuda Palestina 

Mimpi jika engkau berharap kami berhenti
Perang tak kan usai sampai Palestina mulia
Tanah suci ini kelak akan menjadi saksi
Saat kau terima kehancuran bertubi-tubi

snapshot-of-gaza1

(more…)