Kunci Hidup Bahagia (dan Sehat)

Setelah sekian lama blog ini lumutan, yuk kita isi dengan tulisan yang bermanfaat 😀 Tulisan ini dibuat tiga hari setelah ultah saya ke-27. Pas banget deh direnungkan buat kembali menata hidup.. tsaaahhh. Manusia tempatnya salah dan lupa, maka perlu kontrol sosial untuk membuat kekurangan itu minimal. Menuliskannya di sini adalah salah satu caranya. Sebagaimana opening words dalam video yang saya bahas di sini, pernahkah Anda bertanya:

Apa yang membuat manusia bahagia dan sehat selama hidupnya? Andai kita sedang berinvestasi sekarang, untuk apa sih waktu dan energi kita habiskan?

Pertanyaan simpel di atas ternyata harus dijawab melalui penelitian 3/4 abad, lho! Disarikan dari presentasi Robert Waldinger di TEDx Talks, di sini saya coba rekapin ya apa yang saya ingat dan kepikiran setelah nonton videonya (bisa diputar di bawah ini) karena saya cari ternyata belum banyak artikel berbahasa Indonesia membahasnya. Perlu diingat bahwa yang saya tulis bukan persis plek seperti terjemahan dan saya nggak ada waktu buat mutar videonya lagi demi nyocokin, jadi feel free buat koreksi. Di bawah ulasan video, saya tambahin juga kicauan topik terkait, hasil dari baca buku.

(more…)

Duit Riset

Halo! Di Jepang sudah hari Jumat sekarang. Udah lama saya nggak cerita kehidupan mahasiswa nih.. biar kelihatan kalo emang serius kuliah di sini (hayoo :grin:) eh.. nggak ding, biar gaya aja kaya pak DIS gitu. Kerja ada laporannya. Haha.. Anyway, here I am, in the middle of first and second grade.

Seminggu ini saya agak repot melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu membelanjakan anggaran riset dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebagai warga negara dunia ketiga, lebih spesifiknya Indonesia, yang punya alokasi dana untuk riset paling irit sedunia, tentu menghabiskan dana riset bukan pekerjaan yang mudah bagi saya. Belum pengalaman sih. Halah, padahal yo nggak pernah riset kecuali pas skripsi :mrgreen:. Terlebih lagi, mayor saya kan serba virtual gitu (baca: informatika atau gampangnya sebut saja mawar IT) jadi nggak perlu banyak benda fisik. Lain halnya kalo saya ini anak biologi atau tata boga.. waduh, dengan uang segitu saya bisa beli rumah kaca setanaman-tanamannya atau gudang penyimpanan bahan masak. Kyaaa. Karena sementara butuhnya cuma komputer (yang udah ada) dan beberapa software (yang bisa cari gratisan, tapi nggak bajakan), jadinya saya perlu mikir juga biar realistis dan benar-benar kepakai.
(more…)